ABSTRACTThe purpose of doing business and research is to maximize value and maintain thecompany so that it must pay attention to and carry out business functions properly, oneof which is in planning and making decisions regarding production / operations andfinance, principal return analysis or often called break even points and this is also thegoal. study or research, the profit in this company which is the main problem isdetermining the amount of production and sales so as not to profit and loss, determiningthe number of sales with the desired profit, determining the number of units and sales ifthere is a change in taxation, fixed costs change, variable costs change and the sellingprice changes, after analyzing the results are obtained; now the company can get aprofit of Rp. 800,000, -with an amount produced in 1,000 units, and sales of Rp.2,400,000, - the number of principal returned as much as 333 units or sold with sales ofRp. 800,000, -, as well as the planning profit of Rp. 1,000,000, - then the company mustproduce as much as 1,167 units or sales of Rp. 2,800,000, - of course there will bechanges in the event that occur at fixed costs, variable costs and sales.Key words: break even as a profit planning tool.ABSTRAKTujuan melakukan bisnis dan penelitian adalah memaximalkan nilai danmempertahankan perusahaan untuk itu harus memperhatikan dan menjalan fungsi bisnissecara baik salah satunya adalah dalam perencanaan dan pengambilan keputusanberkaitan produksi/operasi dan keuangan, analisis pulang pokok atau sering disebutbreak even poin dan ini juga menjadi tujuan kajian atau penelitian, laba diperusahaanini yang menjadi pokok masalah ada pada menentukan jumlah produksi dan penjualanagar tidak untung danrugi, menentukan jumlah penjualan dengan laba yang diinginkan,menentukan jumlah unit dan penjualan bila terjadi perubahan pada pengenaan pajak,biaya tetap berubah,biaya variable berubah dan harga jual berubah, setelah dianalisisdidapat hasil ; saatini perusahaan setiap minggu bisa mendapatkan laba sebesar Rp.800.000,-dengan jumlah yang diprodukdi 1.000 unit, dan penjualan sebesar Rp.2.400.000,- jumlah pulang pokoknya sebanyak sebanyak 333 unit atau terjual denganpenjualan sebesar Rp. 800.000,- , demikian pula pada perencanaan laba sebesar Rp.1.000.000,- maka perusahaan harus memprodukdi sebanyak 1.167 unit atau pejualansebanyak Rp. 2.800.000,- tentu akan terjadi berubahan pua bialamana terjadi pada biayatetap, biaya variable dan penjualan.Kata kunci : break even sebagai alat perencanaan laba.
Copyrights © 2021