Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kadar Prothrombin Time (PT) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Dewi Susandra; A. Meryam Susanti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.103

Abstract

Prothrombin Time (PT) levels are an important parameter in laboratory tests used to measure blood clotting time through the extrinsic pathway and the common pathway. In patients with Type 2 Diabetes Mellitus, metabolic disorders can affect the coagulation system and increase the risk of bleeding or thrombosis. This study aims to determine the relationship between blood sugar levels and Prothrombin Time levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 Type 2 Diabetes Mellitus patients undergoing outpatient or inpatient care at Labuang Baji General Hospital in Makassar. Data collection was conducted through blood sampling by medical staff, followed by blood glucose and Prothrombin Time measurements in the laboratory. Data analysis utilized Pearson's correlation test. The results showed that most patients had PT levels within the normal range despite high blood sugar levels. However, some patients experienced a significant increase in PT levels, which may indicate coagulation disorders. Statistical tests revealed a weak and statistically insignificant association between blood sugar levels and PT. The conclusion of this study is that blood sugar levels are not significantly associated with Prothrombin Time levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus
Korelasi Kadar Interleukin-6 dengan Faktor Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak Akibat Terpapar Asap Rokok A. Meryam Susanti; Alfa Sukandar; Indas Wari Rahman; Nurfitri Arfani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1299

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah sindrom penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri dan virus dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan. ISPA sering terjadi pada anak-anak karena sistem imun anak masih belum berkembang dengan baik. Salah satu faktor pemicu timbulnya ISPA adalah paparan asap rokok dari lingkungan sekitar seperti keluarga terdekat. Paparan asap rokok terus menerus dapat mempengaruhi mikroorganisme patogen di saluran pernapasan dan mudah menginfeksi anak-anak, akibatnya melemahkan sistem imun anak sehingga terjadi inflamasi yang ditandai dengan peningkatan interleukin-6 (IL-6) dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar interleukin-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok dan melihat hubungan faktor-faktor penyebab ISPA terhadap peningkatan kadar interleukin-6. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study, menggunakan 15 sampel dari anak penderita ISPA yang telah diseleksi berdasarkan kriteria penelitian dan metode pengukuran kadar IL-6 menggunakan metode pemeriksaan ELISA. Hasil penelitian diuji secara statistik, dan didapatkan hasil uji Mann Whitney U menunjukkan p-value kadar IL-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok (p<0,005) dan uji Spearman Rho menunjukkan p-value hubungan kadar IL-6 dengan usia (p>0,005), intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok (p<0,005). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dengan rata-rata kadar IL-6 untuk anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok secara langsung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang terpapar asap rokok secara tidak langsung dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar IL-6 dengan intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok, kecuali faktor usia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar IL-6.