Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah sindrom penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri dan virus dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan. ISPA sering terjadi pada anak-anak karena sistem imun anak masih belum berkembang dengan baik. Salah satu faktor pemicu timbulnya ISPA adalah paparan asap rokok dari lingkungan sekitar seperti keluarga terdekat. Paparan asap rokok terus menerus dapat mempengaruhi mikroorganisme patogen di saluran pernapasan dan mudah menginfeksi anak-anak, akibatnya melemahkan sistem imun anak sehingga terjadi inflamasi yang ditandai dengan peningkatan interleukin-6 (IL-6) dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar interleukin-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok dan melihat hubungan faktor-faktor penyebab ISPA terhadap peningkatan kadar interleukin-6. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study, menggunakan 15 sampel dari anak penderita ISPA yang telah diseleksi berdasarkan kriteria penelitian dan metode pengukuran kadar IL-6 menggunakan metode pemeriksaan ELISA. Hasil penelitian diuji secara statistik, dan didapatkan hasil uji Mann Whitney U menunjukkan p-value kadar IL-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok (p<0,005) dan uji Spearman Rho menunjukkan p-value hubungan kadar IL-6 dengan usia (p>0,005), intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok (p<0,005). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dengan rata-rata kadar IL-6 untuk anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok secara langsung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang terpapar asap rokok secara tidak langsung dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar IL-6 dengan intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok, kecuali faktor usia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar IL-6.