Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Latihan Pass to Moving Player Through Goal dan Rock ‘Em Sock’ Em Passing Terhadap Kemampuan Passing Control Pada Siswa SSB Tunas Mandiri Sumbawa Barat Noor Akhmad; Nurdin Nurdin
Sportify Journal Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : Sport Center of Excellence

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.202 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu penguasaan teknik dasar passing control yang masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan pass to moving player through goal dan rock ‘em sock’ em passing terhadap kemampuan passing control pada siswa SSB Tunas Mandiri Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswa SSB Tunas Mandiri Sumbawa Barat yang berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 20 orang yang diperoleh dengan teknik total sampling. Pengumpulan data pre-test dan post-test menggunakan instrumen tes passing control sepak bola. Analisis data diawali dengan uji prasyarat Kormogorov-Smirnov Test sebelum melakukan Paired Sampel T-Test, uji prasyarat selanjutnya menggunakan uji homogenitas untuk data post-test masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok pembanding, dan dilanjutkan dengan Independent Sampel T-Test. Hasil penelitian menunjukkan: ada pengaruh yang signifikan latihan pass to moving player through goal terhadap kemampuan passing control dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05; ada pengaruh yang signifikan latihan rock ‘em sock’ em passing terhadap kemampuan passing control dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05; tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pass to moving player through goal dengan latihan rock ‘em sock’ em passing terhadap kemampuan passing control pada siswa SSB Tunas Mandiri Sumbawa Barat dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,911 > 0,05
LATIHAN OPEN PASSING SLALOM COURSE MENINGKATKAN SHORT PASS PEMAIN BRILIANT FC BAYAN R. Yoendy Pranata Demung Melela; Soemardiawan Soemardiawan; Nurdin Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10972

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the effect of open passing training based on a slalom course on the short pass skills of Club Briliant FC Bayan players aged 8–14 years. The study was motivated by the players’ low passing ability, which was indicated by inaccurate passes, poor ball control, and limited variation in technical training during the coaching process. The research employed a quantitative approach using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players selected through purposive sampling. The research instrument used a passing and stopping ball test conducted for 30 seconds to measure the players’ short pass skills before and after the treatment. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week through open passing activities combined with a slalom course pattern implemented gradually and progressively. The data were analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed an improvement in short pass skills after the players participated in the training program, as indicated by higher posttest scores compared to the pretest scores. Statistical analysis also revealed that open passing (slalom course) training had a significant effect on the players’ short pass skills. This training model can be used as a variation of soccer technical training to improve movement coordination, passing accuracy, and player engagement in youth training sessions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan open passing berbasis slalom course terhadap keterampilan short pass pemain Club Briliant FC Bayan usia 8–14 tahun. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan passing pemain yang terlihat dari ketidaktepatan arah umpan, kontrol bola yang kurang baik, serta rendahnya variasi latihan teknik selama proses pembinaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes passing dan stopping bola selama 30 detik untuk mengukur keterampilan short pass pemain sebelum dan sesudah perlakuan. Program latihan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu melalui aktivitas open passing yang dipadukan dengan pola slalom course secara bertahap dan progresif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan short pass setelah pemain mengikuti program latihan yang ditandai dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa latihan open passing (slalom course) memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan short pass pemain. Latihan ini dapat digunakan sebagai variasi latihan teknik sepak bola untuk membantu meningkatkan koordinasi gerak, ketepatan umpan, dan keterlibatan pemain usia dini dalam proses latihan.
VARIASI SERVIS DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN SERVIS PUNGGUNG SEPAK TAKRAW Rangga Juli Adryanzah; Susi Yundarwati; Nurdin Nurdin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10982

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low accuracy of back serve skills among sepak takraw extracurricular participants at SMAN 1 Plampang, as indicated by inaccurate service direction, balls going out of bounds, and serves that were easily anticipated by opponents. The study aimed to analyze the effect of pecing pad training and peer-toss training, the effect of leg length, and the interaction between both variables on back serve accuracy in sepak takraw. The study employed a quasi-experimental method using a 2×2 factorial design. The sample consisted of 24 sepak takraw extracurricular participants who were divided into four treatment groups based on training model and leg length category. The research instruments included a leg length measurement test and a back serve accuracy test with 20 serving attempts. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, two-way ANOVA, and Tukey’s post hoc test at a significance level of 0.05. The results showed that peer-toss training produced greater improvement in back serve accuracy compared to pecing pad training. Participants with longer legs also demonstrated better serve performance than those with shorter legs. In addition, there was a significant interaction between training model and leg length on back serve accuracy. These findings indicate that dynamic training methods are more effective in improving motor adaptation and serve accuracy when adjusted to participants’ anthropometric characteristics. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan servis punggung peserta ekstrakurikuler sepak takraw SMAN 1 Plampang yang ditunjukkan melalui kesalahan arah servis, bola keluar lapangan, dan servis yang mudah diantisipasi lawan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh latihan pecing pad dan lambungan teman, pengaruh panjang tungkai, serta interaksi kedua variabel terhadap ketepatan servis punggung sepak takraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan faktorial 2×2. Sampel penelitian berjumlah 24 peserta ekstrakurikuler sepak takraw yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan berdasarkan model latihan dan kategori panjang tungkai. Instrumen penelitian menggunakan tes pengukuran panjang tungkai dan tes ketepatan servis punggung dengan 20 kesempatan servis. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, analisis varians dua jalur (two way ANOVA), dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan peningkatan ketepatan servis yang lebih baik dibandingkan latihan pecing pad. Peserta dengan tungkai panjang juga menunjukkan hasil servis yang lebih tinggi dibandingkan peserta bertungkai pendek. Selain itu, ditemukan adanya interaksi antara model latihan dan panjang tungkai terhadap ketepatan servis punggung. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan dengan karakter dinamis lebih efektif dalam meningkatkan adaptasi gerak dan akurasi servis apabila disesuaikan dengan karakteristik antropometri peserta.