This Author published in this journals
All Journal Jurnal Artefak
Yusri A Boko
(SINTA ID: 6199335), STKIP Kie Raha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL SEBAGAI IDENTITAS ETNIK: TRADISI SALAI JIN DALAM MASYARAKAT TIDORE KEPULAUAN Yusri A Boko; Jamin Safi
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.877 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi masyarakat tentang tradisi Salai Jin dalam Masyarakat Tidore Kepulauan; (2) proses ritual tradisi Salai Jin dalam masyarakat Tidore Kepulauan; dan (3) mengidentifikasi strategi pewarisan tradisi Salai Jin Masyaraka Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi dan subyek penelitian adalah pemangku adat dan masayarakat pelestarian tradisi salai Jin di Tidore kepulauan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan triangulasi data/sumber dan triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penerikan simpulan. Dalam persepsi masyarakat Tidore adalah Jin hadir sebelum kehadiran manusia dibumi. Masyarakat Tidore berpegang teguh pada pada nilai-nilai keluhuran yang diwariskan oleh leluhurnya. Ritual tradisi Salai Jin merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmatNya. Dalam ritual salain Jin sebelum waktu pelaksanaan, semua keluarga atau ngofa sedano (anak cucu) mengadakan pertemuan guna menentukan siapa yang menangung bahan seperti beras dan keperluan lainnya. Termasuk dimai (bahan) khusus yang terdiri dari pinang dan sirih. Sedangkan alat yang dipakai dalam salai Jin adalah parang (pedang), salawaku, ruba (tombak), Rababu/fiol (biola), tifa (beduk yang dibuat dari batang kayu yang dipahat dan ditutupi oleh kulit rusa atau kambing), daun woka (jenis tanaman tertentu yang dipakai sebagai atribut tarian Jin). Strategi pewarisan tradisi Salai Jin yaitu kepada anak cucu yang masih memiliki garis keturunan.