Helen NM Napitupulu
Akademi Maritim Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK PEROLEHAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH REMAJA DALAM PEMILIHAN UMUM Helen NM Napitupulu; Ade Irma Sagala
Journal of Civic Education Vol 1 No 1 (2019): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.681 KB) | DOI: 10.24036/jce.v2i2.122

Abstract

Tingkat partisipasi masyarakat menjadi salah satu satu tolak ukur keberhasilan pelaksanaan Pemilu. Pada PILKADA serentak tahun 2018 di 171 daerah di Indonesia,tercatat partisipasi pemilih mencapai 73,24 % dari jumlah DPT yang lebih kecil dibanding partisipasi pemilih Pilkada tahun 2017 yang mencapai 74 %. (sumber : data KPU RI). Berbagai cara dilakukan untuk mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat termasuk Pemilih Remaja (pemilih pemula). Mengajak kaum milenial lebih aktif dalam Pemilu membutuhkan metode dan pendekatan yang tepat hingga mampu meningkatkan partisipasi mereka dalam Pemilu, salah satunya melalui pendidikan demokrasi dan HAM yang menjadi bagian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar dampak perolehan Pendidikan kewarganegaraan terhadap peningkatan partisipasi pemilih remaja pada Pemilu. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 200 orang pemilih remaja di 3 Sekolah Menengah Atas dan 2 Perguruan Tinggi di Kota Medan, menunjukkan adanya dampak (pengaruh) yang signifikan pendidikan kewarganegaraan terhadap peningkatan partisipasi pemilih remaja dalam Pemilu. Penelitian mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 ini menunjukkan terdapat hubungan antara variabel Pendidikan Kewarganegaraan dengan tingkat Partisipasi Pemilih Remaja dan memiliki korelasi yang kuat. Terdapat koefisien 0,659 dan termasuk ke dalam korelasi kuat (karena nilainya lebih dari 0,5) maka tanda pada koefisien korelasi adalah positif, artinya semakin baik Pendidikan Kewarganegaraan yang diterima oleh Pemilih Remaja (Pemula) maka tingkat Partisipasinya juga akan semakin tinggi.