Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbedaan Tandem Exercise dengan Virtual Reality Exercise dalam Mengatasi Resiko Jatuh pada Lanjut Usia: A Pilot Project Umi Budi Rahayu; Nora Eny Zulekha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.939 KB)

Abstract

Berbagai studi dilakukan untuk mengupayakan penurunan angka kejadian jatuh pada lanjut usia (lansia), dari upaya yang sederhana sampai dengan penggunaan peralatan yang canggih. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati efektifitas perbedaan teknologi yang sederhana, yaitu tandem exercise dengan teknologi modern yaitu virtual reality exercise dalam mengatasi resiko jatuh pada lanjut usia. Penelitian eksperimental pada 15 responden lansia dengan desain sebelum dan setelah perlakuan untuk dua kelompok selama 6 minggu. Kelompok kontrol (n=8) diberikan tandem exercise sedangkan kelompok perlakuan (n=7) diberikan virtual reality exercise. Resiko jatuh pada lansia diukur dengan timed up and go test (TUGT). Analisis statistik untuk melihat perbedaan efektifitas kedua kelompok dilakukan dengan uji independent samples t-test. Tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antar kedua kelompok dalam mengatasi resiko jatuh pada lansia (p<0,05). Secara umum rata-rata setiap minggu kedua kelompok menunjukkan pencegahan resiko jatuh dengan indikator penurunan nilai TUGT sebesar 1 detik. Rata-rata nilai TUGT sebelum perlakuan; setelah minggu ke-2; setelah minggu ke-4; dan setelah minggu ke-6 adalah 18,75 detik (resiko jatuh rendah); 17,12 detik; 14,87 detik; 12,87 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok kontrol dan 20 detik (resiko jatuh tinggi); 17,71 detik; 15,42 detik; 13,14 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok perlakuan. Tandem exercise dan virtual reality exercise mampu mengatasi resiko jatuh pada usia lanjut.
Perbedaan Tandem Exercise dengan Virtual Reality Exercise dalam Mengatasi Resiko Jatuh pada Lanjut Usia: A Pilot Project Rahayu, Umi Budi; Zulekha, Nora Eny
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai studi dilakukan untuk mengupayakan penurunan angka kejadian jatuh pada lanjut usia (lansia), dari upaya yang sederhana sampai dengan penggunaan peralatan yang canggih. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati efektifitas perbedaan teknologi yang sederhana, yaitu tandem exercise dengan teknologi modern yaitu virtual reality exercise dalam mengatasi resiko jatuh pada lanjut usia. Penelitian eksperimental pada 15 responden lansia dengan desain sebelum dan setelah perlakuan untuk dua kelompok selama 6 minggu. Kelompok kontrol (n=8) diberikan tandem exercise sedangkan kelompok perlakuan (n=7) diberikan virtual reality exercise. Resiko jatuh pada lansia diukur dengan timed up and go test (TUGT). Analisis statistik untuk melihat perbedaan efektifitas kedua kelompok dilakukan dengan uji independent samples t-test. Tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antar kedua kelompok dalam mengatasi resiko jatuh pada lansia (p<0,05). Secara umum rata-rata setiap minggu kedua kelompok menunjukkan pencegahan resiko jatuh dengan indikator penurunan nilai TUGT sebesar 1 detik. Rata-rata nilai TUGT sebelum perlakuan; setelah minggu ke-2; setelah minggu ke-4; dan setelah minggu ke-6 adalah 18,75 detik (resiko jatuh rendah); 17,12 detik; 14,87 detik; 12,87 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok kontrol dan 20 detik (resiko jatuh tinggi); 17,71 detik; 15,42 detik; 13,14 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok perlakuan. Tandem exercise dan virtual reality exercise mampu mengatasi resiko jatuh pada usia lanjut.
Literature Review: Neuromuscular Taping and Exercise for Diabetes Mellitus Zulikha, Nora Eny; Rahayu, Umi Budi; Haqi, Nadyastama Faisal
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.14517

Abstract

Introduction: This literature review study was motivated by global health challenges such as diabetes mellitus (DM), which has become a significant global health issue, particularly in Indonesia, which ranks seventh in the world. Complications from DM, such as diabetic neuropathy, drastically affect patients' quality of life. Non-pharmacological approaches, such as neuromuscular taping therapy (NMT) and physical exercise, can reduce the risk of complications and thus be an effective additional solution in DM management. Methods: The literature review method was applied to five articles obtained from several databases, namely ResearchGate and Google Scholar. The search keywords for articles included NMT, Exercise, and Diabetes Mellitus. The researchers used "AND" as the Boolean Operator. Results: The findings of the literature review indicate that the application of NMT significantly improves microcirculation, balance, and proprioception, as well as reducing neuropathic pain in patients. In addition, the combination of NMT with non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) and foot exercises can also reduce swelling and diabetic neuropathic pain. NMT with exercise shows greater improvement in Ankle Brachial Index (ABI) values and patient quality of life. Conclusion: NMT combined with exercise has been proven effective. NMT provides an effective and safe alternative for improving the quality of life of diabetic patients.
Dynamic Stretching and Ankle Strategy Exercise in Healthy Ageing Wijianto Wijianto; Nora Eny Zulikha; Agus Widodo; Ekan Faozi; Hafidh Erli Nurdin Pratama; Hana Nuha Kurnia; Rika Ayu Sarah Nirmala; Naila Putri Kasanda
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i2.7991

Abstract

The Growing elderly population requires effective strategies to maintain functional capacity and support healthy ageing. Degenerative processes often decline dynamic balance, significantly increasing fall risks and reducing independence in older adults. This study aims to evaluate the effectiveness of combining Dynamic Sretching Exercise (DSE) and Ankle Strategy Exercise (ASE) on dynamic balance among older adults. A Quas experimental study with one group pre test post test design was conducted. Purposive sampling yielded 28 older adults aged 60-70 years at posyandu lansia ngudi was, Karanganyar. The intervention was administeres once a week for eight weeks. Dynamic balance was measured using the Berg Balance Scale (BBS) and analyzed via Wilcoxon Signed Rank Test. The statistical analysis showed a significant improvement in dynamic balance, with the median BBS score increasing from 52.50 at pretest to 55.00 at post test (Z=-3.651, p<0.001). post intervention data revealed that 17 participants experienced positive ranks (increase scores), while 11 remained unchanged, and none deteriorated.  The combination of DSE and ASE is significantly increasing the capacity of dynamic balance among older adults, serving as a viable preventive strategy against fall risks in community settings.