Ni’amatul Mahfiroh
Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Salatiga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komodifikasi Nilai Islam dalam Fashion Muslim di Instagram Khairul Syafuddin; Ni’amatul Mahfiroh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.474 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di era industri 4.0 di tandai dengan kemunculan internet. Salah satu efek dari munculnya teknologi internet adalah lahirnya media sosial. Instagram menjadi media sosial yang hingga saat ini digunakan oleh lebih dari 61 juta orang di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengguna Instagram sangatlah banyak. Sehingga media sosial menjadi alat yang efektif bagi sebuah industri dalam rangka praktik ekonomi politik, salah satunya dalam industri fashion muslim. Salah satu industri fashion muslim yang bergerak di dunia digital adalah santun.inv. Akun tersebut telah membranding dirinya sebagai produsen dari kaos hijrah. Berdasarkan brandingnya serta produk yang dijual melalui akun instagramnya, dapat dilihat bahwa akun tersebut telah melakukan komodifikasi nilai islam melalui alat komoditi fashion. Dengan begitu dapat dilihat, kini nilai islam tidak hanya beroperasi di tataran kajian keilmuan dan dakwah. Namun telah bergeser fungsi menjadi alat ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana nilai-nilai islam dikomodifikasi melalui media sosial Instagram. Tidak hanya komodifikasi dalam bentuk komoditi pakaian, akan tetapi peneliti juga ingin melihat bagaimana komodifikasi nilai islam ini membuat akun santun.inv yang berorientasi pada ekonomi juga berusaha mensyiarkan nilai agama islam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komodifikasi dari Vincent Mosco. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika visual model Roland Barthes serta semiotika teks model Ferdinand de Saussure melalui langue dan parole. Hasil dari penelitian ini melihat bahwa akun santun.inv berusaha melakukan komodifikasi nilai islam untuk memperoleh keuntungan. Komodifikasi tersebut dilakukan dengan menempelkan makna dari nilai positif keislaman melalui produk kaos, miki hat, dan tumblernya. Selain itu, akun tersebut juga berusaha mensyiarkan nilai keislaman dengan menggunakan teks di setiap postingannya. Sehingga praktik yang dilakukan oleh pemilik akun santun.inv selain mencari keuntungan berupa ekonomi, dia juga memanfaatkan akunnya untuk mensyiarkan nilai keislama, baik melalui teks yang terdapat dalam postingan maupun captionnya
KOMODIFIKASI NILAI ISLAM DALAM FASHION MUSLIM DI INSTAGRAM Khairul Syafuddin; Ni’amatul Mahfiroh
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11644

Abstract

One effect of the development of internet technology is the birth of social media. Instagram is a social media that is currently used by more than 61 million people in Indonesia. The number shows that Instagram has become an effective tool for an industry in the context of political economy practices, one of which is in the Muslim fashion industry. One of the Muslim fashion industries engaged in the digital world is santun.inv. This account has compared him to being a producer of the hijrah shirt. Based on its branding and products sold through its Instagram account, it can be seen in this account that has carried out the commodification of Islamic values through commodity tools. That way it can be seen, now the value of Islam can not only be operated at the level of scientific review and da’wah. But the function has shifted to become an economic tool.