Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Stres Dengan Dermatitis Seboroik: Studi Literatur Elsy Febriyani Yunita Sari; Mohammad Shoim Dasuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.789 KB)

Abstract

Dermatitis seboroik merupakan salah satu jenis kelainan kulit yang paling sering ditemukan pada lapisan papuloskuamosa dan bersifat kronik. Terjadinya dermatitis seboroik dikaitkan dengan tiga faktor penyebab utama yaitu, metabolisme mikroba (Malassezia), produksi sebum dan kerentanan individu terhadap suatu penyakit. Stres, kecemasan, dan depresi dapat meningkatkan produksi jumlah sebum. Untuk mengetahui hubungan antara stres (mencakup keecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Penelitian ini mengambil sumber database dari web Pubmed, Science Direct dan Google Schoolar. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode critical appraisal. Tidak ada limitasi batas waktu pencarian dan tempat penelitian ditujukan untuk semua negara dan ras. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak semua artikel menyatakan adanya hubungan antara stres (mencakup kecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Dua artikel stres berhubungan signifikan, 9 artikel kecemasan (8 artikel berhubungan signifikan dan 1 artikel tidak signifikan), dan 8 artikel depresi (6 artikel berhubungan signifikan dan 2 artikel tidak siginifikan).
Herpes Zoster pada Perempuan Usia 47 Tahun: Laporan Kasus Elly Ratnasari; Elsy Febriyani Yunita Sari; Sri Hastuti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes zoster adalah penyakit virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster yang dorman di ganglia sensorik saraf kranial atau ganglia dorsal root setelah terinfeksi varicella sebelumnya. Herpes zoster terjadi di seluruh dunia yang tidak dipengaruhi oleh musim. Insidensi Herpes zoster bergantung pada usia dan berkisar antara 1,2 hingga 3,4 per 1000 orang per tahun di antara orang dewasa muda hingga 3,9 hingga 11,8 per 1000 orang per tahun pada pasien usia lanjut (>65 tahun). Faktor risiko dalam terjadinya herpes zoster adalah usia >50 tahun, imunosupresi, infeksi, dan tekanan mental. Dalam kasus ini dilaporkan seorang perempuan di poliklinik kulit dan kelamin Rumah Sakit Daerah Ir. Soekarno Sukoharjo, usia 47 tahun mengeluhkan bintil-bintil di area selangkangan dan paha pada sisi kanan. Bintil-bintil muncul sejak 3 hari sebelumnya. Keluhan disertai rasa gatal, panas, nyeri, demam dan mual. Keluhan memberat ketika beraktivitas maupun bersentuhan dengan pakaian. Dari pemeriksaan status dermatologis didapatkan ujud kelainan kulit berupa vesikel multiple diskret, sebagian bergerombol dengan dasar eritema, ukuran miliar, bentuk herpetiformis, batas tegas, tersebar unilateral disertai erosi dengan dasar krusta. Diagnosis pada kasus ini adalah herpes zoster. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.