Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Study on the Effectiveness of Multimodal Interventions (TEKEN program) to Improve Cognitive Function of the Elderly Ida Untari; Achmad Arman Subijanto; Diah Kurnia Mirawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.73 KB)

Abstract

Multimodal dan single modal menunjukkan efek sederhana dalam memperlambat perkembangan demensia. Tujuan kami adalah menilai dampak intervensi multimodal pada fungsi kognitif lansia dibandingkan dengan modal tunggal. Metode: Multistage random sampling di Surakarta, Indonesia. Intervensi multimodal terdiri dari kombinasi pelatihan kognitif dan senam yang dikemas dengan istilah program TEKEN (Telaten, Eling, Kekancan, Etung, seNeng) dan modal tunggal meliputi pelatihan kogitif, senam dan pendidikan kesehatan. Pelaksanaan 2 kali seminggu selama 24 kali pertemuan. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan The Mini Mental State Exam (MMSE) dan The Montreal of Cognitive Assasement (MoCA) versi Indonesia dilakukan di awal dan akhir (3 bulan). Analisis menggunakan effect size/ES (d), regresi logistik, korelasi Kendall Tau Test. Hasil: 188 yang masuk dalam analisis akhir, terbagi 61 kelompok dengan program TEKEN, pelatihan kognitif: 40, senam: 49 dan pendidikan kesehatan: 38. Program TEKEN mempunyai ES (d) cukup besar (0,46) lebih kecil dari program pelatihan kognitif dan lebih kecil dari program senam pada pengukuran MMSE, sedangkan pada MoCA-Ina, program TEKEN mempunyai ES (d) kecil (0,19) namun lebih besar dari program kognitif dan lebih pula dari program senam. Nilai ES pada MoCA-Ina dapat menjadi nilai standar awal pada penelitian berikutnya. Kesimpulan: Multi modal dan single modal dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia namun multi modal tidak mempunyai efek lebih bermakna secara keseluruhan dari modal tunggal (pelatihan kognitif, senam dan pendidikan kesehatan).
Hubungan Jenis Pola Asuh Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Ariza Putri Uniq Pratiwi; Bhisma Murti; Achmad Arman Subijanto
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gizi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Gizi buruk pada usia dini akan memberi dampak gangguan pada status gizi dan meningkatkan kesakitan, penurunan produktifitas serta kematian. Sehingga perlu diperhatikan dalam status gizi, baik dengan cara memberikan makanan bergizi seimbang yang sangat penting untuk status gizi yang optimal. Status gizi juga dapat dipengaruhi oleh praktek pola asuh gizi yang diwujudkan dengan tersedianya pangan dan perawatan kesehatan serta sumber lainnya untuk kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adanya hubungan jenis pola asuh terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan.            Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan croos sectional. Subjek penelitian adalah bayi usia 6-12 bulan dan ibu bayi yang memeriksakan bayinya di Wilayah Kerja Puskesmas Badegan Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 70 subjek penelitian yang dipilih dengan menggunakan metode exhaustive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung dan pengisian angket. Data dianalisis dengan analisis regresi logistik ganda dan diolah dengan SPSS 17.0 for Windows.Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan hasil, terdapat pengaruh pola asuh yang demokratis (OR=1,42; CI 95% 0,48 sd 4,24; p=0,531), terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan, walaupun secara statistik tidak signifikan.Kesimpulan Penelitian : Terdapat pengaruh walaupun secara statistik tidak signifikan antara pola asuh yang demokratis terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan ini diperoleh setelah mengontrol pengaruh  pendapatan keluarga. Kata kunci : Jenis Pola Asuh, Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan.