Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Distribusi Benign Soft Tissue Tumor berdasarkan Gender dan Usia Tri Kurnia Ahmad Islamuddin; Yuni Prastyo Kurniati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.796 KB)

Abstract

Soft tissue tumor is a disorder that occurs in non-epithelial tissue including fatty tissue, fibrous tissue, neurovascular tissue and muscle tissue. This disease is more common in women than men. While the age that is often diagnosed with this lesion is found in the age range of 15-25 years and 35-54 years. This study aims to analyze whether there is an influence between gender and age with the distribution of benign soft tissue tumors. This study uses a cross sectional study with a retrospective approach. The research sample was histopathological preparations taken from 161 patients with medical record data according to the inclusion criteria. Sampling using purposive sampling technique. Data were analyzed using fisher test. Based on gender, the highest frequency of samples was female as much as 51.6%. Based on age, it was found more in the age range of 17-25 years. The results of the chi-square test of the effect of gender on the distribution of benign soft tissue tumors showed p 1.000, while the effect of age on the distribution of benign soft tissue tumors showed p 0.407. There is no significant effect between the distribution of benign soft tissue tumors on gender and age.
Seorang Laki-Laki 42 Tahun dengan Abses Perianal Arif Budi Satria; Tri Kurnia Ahmad Islamuddin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses perianal merupakan akumulasi cairan infeksi di sekitar anus. Sekitar 90% abses perianal idiopatik terjadi karena infeksi kelenjar kriptoglobular. Insiden dari lesi ini adalah 16,1-20,2 per 100.000 per tahun dengan dua kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, dan usia rata-rata 40 tahun. Etiologi yang mendasari terbentuknya abses perianal ialah obstruksi kelenjar kriptus. Seorang laki-laki 42 tahun datang dengan keluhan bisul di dekat anus sejak 5 bulan. Bisul terasa keras, dalam 1 minggu pecah mengeluarkan nanah dan hanya dibersihkan dengan cairan antiseptik. Bekas bisul yang pecah mengeluarkan cairan bening hingga kekuningan, dan sedikit darah yang keluar setiap 2 hari sekali dalam 2 bulan terakhir. Cairan keluar terutama ketika duduk dan berhenti setelah dibersihkan dengan cairan antiseptik. Pasien juga melaporkan bahwa ketika buang angin terasa keluar dari bekas bisul tersebut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan IMT 29,1 (obesitas I). Diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan status lokalis perianal, pada inspeksi tampak lesi kemerahan, berbentuk oval, pada arah jam 7, berukuran 1 x 0,5 cm. Pada palpasi, terdapat lesi berair dan tidak didapatkan nyeri. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar HbA1c 7,07 %. Tatalaksana abses perianal adalah insisi dan drainase.
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Wanita Usia 60 Tahun dengan Diabetes Sheila Faadhila Sifak; Awang Lilih Vridea Cahayaning Penggalih; Tri Kurnia Ahmad Islamuddin; Tri Nugroho Wibowo; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Seorang wanita Ny.S berusia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kesemutan, sering kencing, dan merasa haus. Pemeriksaan di puskesmas menunjukkan bahwa pasien terdiagnosis diabetes melitus. Pasien tinggal dengan suaminya yang juga menderita diabetes melitus .Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga pola hidup sehat agar mengidentifikasi risiko penyakit diabetes melitus yang diderita oleh Ny. S. Metode penelitian ini dengan mengunjungi pasien secara langsung dengan cara wawancara kepada pasien dan anggota keluarganya. Melakukan kunjungan ke rumah pasien yang beralamat di Telukan RT 05 RW 07 Grogol, Sukoharjo. Pasien mengalami diabetes melitus selama 5 tahun. Hasil pemeriksaan GDS meningkat pada kunjungan ketiga yaitu 277 mg/dL.Dengan menerapkan penyuluhan mengenai diabetes melitus dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terkhusus penderita diabetes melitus agar menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Salah satu intervensi yang diberikan yakni terapi farmakologi dari Puskesmas, dan dari tim penulis, memberikan edukasi pentingnya teratur minum obat , diet nutrisi, dan latihan aktivitas fisik.