Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cooperative Learning dengan Metode STAD: Sebuah Alternatif dalam Meningkatkan Minat Belajar pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Elieser R. Marampa; Martina Novalina
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.191 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i2.3699

Abstract

Permasalahan proses pembelajaran pendidikan agama Kristen di perguruan tinggi umumnya terletak pada minimnya motivasi belajar karena penggunaan metode konvensional yang sering diterapkan oleh pendidik. Alternatif model pembelajaran yang inovatif yang dapat diterapkan adalah implementasi pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode STAD. Riset ini bermaksud untuk mengetahui peranan penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD terhadap minat mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran yang akan berkorelasi terhadap ketuntasan belajar mahasiswa pada bidang studi pendidikan agama Kristen. Dalam memperoleh data penelitian, penulis melakukan penelitian tindakan kelas yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan secara langsung di kelas untuk mengamati rangkaian peristiwa-peristiwa guna memperbaharui praktek dalam pembelajaran agar proses belajar berkualitas sehingga hasil belajar menjadi maksimal. Adapun hasil riset menunjukkan bahwa implementasi kooperatif learning dengan metode STAD dalam mata kuliah pendidikan agama Kristen memiliki korelasi yang signifikan dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa serta membuahkan produktivitas pembelajaran yang optimal.
URGENSI PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK SEJAK DINI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Hana Tasya C Anu; Elieser R Marampa; Semi Darius Kainara; Yermias Eliasar Alunat
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i1.12467

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan urgensi pendidikan seks pada anak sejak dini sebagai upaya preventif dan solutif dalam rangka menjaga anak dari tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang dewasa secara khusus yang mengarah pada tindakan kekerasan seksual. Dengan menggunakan metode studi pustaka yaitu mengumpulkan sumber-sumber literatur dari artikel jurnal, buku, internet dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Adapun hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa: 1) Orang tua sebagai individu paling dekat dengan anak perlu memberikan pendidikan seks pada anak dengan gaya bahasa yang sesuai dengan umur anak sehingga anak dapat menjaga dirinya dari perlakuan orang dewasa yang mengarah pada tindak pelecehan seksual. 2) Masyarakat dapat menjalankan perannya dengan memberikan perlindungan bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual, memberikan pertolongan darurat ketika mendapati anak menjadi korban kekerasan seksual dari orang dewasa dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan tersangka kekerasan seksual pada anak. 3) Pendidikan seks pada anak dapat dilakukan dengan mengenalkan nama-nama anggota tubuh, memberikan pemahaman cara merawat dan menjaga anggota tubuh anak serta menyampaikan pedoman kepada anak perihal orang lain yg tidak boleh menyentuh tubuh anak yang tertutup oleh pakaian dalam secara sembarangan.Abstract: This study aims to explain the urgency of sex education in children from an early age as a preventive and solutive effort in order to protect children from crimes committed by adults specifically that lead to acts of sexual violence. By using the literature study method, namely collecting literature sources from journal articles, books, the internet and other sources related to the problems discussed in the research. The results of this study show that: 1) Parents as individuals closest to children need to provide sex education to children with a language style that is appropriate for the child's age so that the child can protect himself from adult treatment that leads to acts of sexual abuse. 2) The community can carry out its role by providing protection for children who are victims of sexual violence, providing emergency assistance when they find that children are victims of sexual violence from adults and assisting in the process of submitting applications for the determination of suspects of child sexual abuse. 3) Sex education in children can be done by introducing the names of limbs, providing an understanding of how to care for and maintain children's limbs and conveying guidelines to children regarding other people who should not touch the child's body covered by underwear carelessly. 
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Media Sosial dalam Mengatasi Cyberbullying terhadap Anak Leo Swastani Zai; Elieser Marampa
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v5i1.3663

Abstract

Fenomena cyberbullying terhadap anak tidak pernah berhenti atau selesai. Hal ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga memudahkan setiap orang, termasuk anak-anak dapat mengakses media sosial dengan mudah. Mengingat hal ini berkaitan dengan karakter dalam pendidikan kewarganegaraan, untuk itulah peneliti tertarik untuk mencari tahu urgensi pendidikan kewarganegaaran melalui media sosial dalam mengatasi cyberbullying terhadap anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif dengan metode kepustakaan. Penelitian ini menggunakan hasil penelitian atau data yang telah ada sebagai referensi argument. Hasil pembahasan menemukan bahwa Dengan memperdalam pendidikan kewarganegaraan, dapat membantu anak untuk semakin hati-hati menggunakan media sosial sehingga tidak terjerumus dalam lingkaran cyberbullying.
PELAYANAN HOLISTIK ORANG TUA KRISTEN: SEBUAH UPAYA MENCEGAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL PADA ANAK USIA DINI Yudita Nismani Nduru; Suardin Zai; Elieser R Marampa; Yoel Triyanto; Philipus Sunardi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19090

Abstract

Kehadiran media sosial dalam kehidupan masyarakat sangat memberikan dampak positif yang signifikan. Terutama dalam membantu masyarakat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dikerjakan. Namun, di sisi lain media sosial ini memberikan dampak negatif yang dapat merusak peradaban manusia dengan hadirnya berbagai konten-konten yang tidak sepatutnya. Permasalahan yang harus diantisipasi adalah bagaimana dengan anak usia dini yang sudah diajarin menggunakan gadget yang didalamnya terdapat fitur-fitur yang merangsang stimulasi perkembangan anak. Oleh karena itu, tujuan penulisan artikel adalah memberikan wacana pengetahuan kepada pembaca, akademis, dan praktisi untuk memaparkan pentingnya pelayanan holistik dalam mencegah pengaruh negatif media sosial pada anak usia dini yang merujuk pada penjelasan bagaimana peran orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui buku, artikel jurnal, dan situs website sebagai referensi dalam pengumpulan data. Adapun hasil kajian ini adalah orang tua sebagai peletak dasar dalam membangun kesadaran anak supaya kepolosan anak dapat diisi dengan pengetahuan dan penanaman akan karakter rohani baginya yang dapat ditempuh melalui pelayanan holistik orang tua dalam menunjang perkembangan anak, dan terutama dalam mencegah dampak negatif media sosial yang semakin merambat.