Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Khairunnisa Rizka
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13465

Abstract

Abstract: The educational process is the path to a better, quality and dignified personal direction. The discussion about character development is a discussion of interesting problems to be studied, especially to make improvements from an early age, starting from elementary school age. We are fully aware that a society of character will be able to become the forerunner of a developed and strong country. Conversely, a country that does not have a good character building will become a country that will experience a decline in various ways. The method in this study uses a narrative-philosophical type qualitative approach. This research uses an interpretive paradigm, namely the collection of data from nature (natural setting) as the main / core data through reading books in the study of the philosophy of character education.  The data in this study analyzes and develops the character of learners. what are some of its supporting and inhibiting factors and philosophical views.  Methods The foundation of philosophy in character development becomes a direction for the development of character itself in the process of Education. Education is a conscious and planned effort in the process of building a person's character towards a better direction. The philosophical basis of character education is threefold, namely the ontological, epistemological, and axiological basis. There are three kinds of schools in educational philosophy, namely: Progressivism, Essentialism, and Existentialism which greatly influence the character development of children of primary school age today.Keywords: Philosophy; Character development; Character
LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Khairunnisa Rizka
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13465

Abstract

Abstract: The educational process is the path to a better, quality and dignified personal direction. The discussion about character development is a discussion of interesting problems to be studied, especially to make improvements from an early age, starting from elementary school age. We are fully aware that a society of character will be able to become the forerunner of a developed and strong country. Conversely, a country that does not have a good character building will become a country that will experience a decline in various ways. The method in this study uses a narrative-philosophical type qualitative approach. This research uses an interpretive paradigm, namely the collection of data from nature (natural setting) as the main / core data through reading books in the study of the philosophy of character education.  The data in this study analyzes and develops the character of learners. what are some of its supporting and inhibiting factors and philosophical views.  Methods The foundation of philosophy in character development becomes a direction for the development of character itself in the process of Education. Education is a conscious and planned effort in the process of building a person's character towards a better direction. The philosophical basis of character education is threefold, namely the ontological, epistemological, and axiological basis. There are three kinds of schools in educational philosophy, namely: Progressivism, Essentialism, and Existentialism which greatly influence the character development of children of primary school age today.Keywords: Philosophy; Character development; Character
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR TUNAS HARAPAN ISLAM Tiasari Siregar; Adena Nurasiah Siregar; Khairunnisa Rizka; Sartika Eka Fitri Lubis
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2022)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.447 KB) | DOI: 10.47006/pendalas.v2i3.166

Abstract

Abstract: Education is a series of very complex processes and involves many aspects related to education which aims to change human attitudes and behavior in a civilized direction. The purpose of this study was to determine the educational background on the initial reading ability of the first graders of SD Tunas Harapan Islam. This type of research used a qualitative approach. Primary data collection techniques were carried out by observation and interviews. While the secondary data collection is done by studying literature and documentation. Data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate: 1) The teacher's efforts as facilitators in improving the initial reading ability of grade 1 students at SD Tunas Harapan Islam by: (a) providing facilities in the form of learning guide books to read volumes 1-7, (b) providing motivation in the form of praise to students, (c) providing assistance in the form of recognizing letters using the blackboard, providing reading learning guide books to students, and (d) providing direction to students and parents of students. 2) The efforts of the teacher as an innovator in improving the initial reading ability of grade 1 students by: (a) providing assistance in the form of reading learning guidance to students who have problems in reading by providing special time for reading lessons conducted after school, (b) implementing strategies groups in learning, providing classical and sorogan methods in learning, (c) utilizing appropriate learning media, and (d) providing new ways of learning. Keywords: Educational Background, Beginning Reading Ability, Students, Elementary School Abstrak: Pendidikan merupakan serangkaian proses yang sangat kompleks dan melibatkan banyak aspek yang berkaitan pendidikan yang bertujuan untuk mengubah sikap dan tingkah laku manusia ke arah yang beradab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui latar belakang pendidikan terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD Tunas Harapan Islam. Jenis penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primerdilakukan dengan observasi dan wawancara. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisi data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peran guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaansiswa kelas 1 di SD Tunas Harapan Islam dengan cara: (a) memberikan fasilitas berupa buku panduan belajar membaca jilid 1-7, (b) memberikan motivasi berupa pujian kepada peserta didik, (c) memberikan bantuan berupa pengenalan huruf-huruf dengan menggunakan papan tulis, memberikan buku panduan belajar membaca kepada peserta didik, dan (d)memberikan arahan kepada peserta didik dan orang tua peserta didik. 2) Upaya guru sebagai inovator dalammeningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 dengan cara: (a) memberikan bantuan berupa bimbingan belajar membaca kepada siswa yang mengalami masalah dalam membaca dengan memberikan waktu khusus untuk lesmembaca yang dilakukan sepulang sekolah, (b) menerapkan setrategi kelompok dalam pembelajaran, memberikanmetode klasikal dan sorogan dalam pembelajaran, (c) memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai, dan (d) memberikan cara- cara baru dalam pembelajaran.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER DAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR TUNAS HARAPAN ISLAM KOTA MEDAN Khairunnisa rizka
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i1.240

Abstract

Abstrak: Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berpotensi. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan otoriter dan demokratis kepala sekolah terhadap motivasi belajar siswa di SD Tunas Harapan Islam kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari siswa di SD Tunas Harapan Islam kota Medan. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Siswa yang berada di bawah kepemimpinan kepala sekolah dengan gaya demokratis cenderung lebih termotivasi untuk belajar, merasa dihargai, dan memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, gaya kepemimpinan otoriter kepala sekolah menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap motivasi belajar siswa. Keterbatasan partisipasi siswa dan aturan yang ketat dapat menghambat motivasi belajar mereka.
MEA learning model impact on Pancasila education outcomes based on motivation level Khairunnisa Rizka; Daulat Saragi; Abdul Murad
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.115

Abstract

Learning outcomes in Pancasila and Citizenship Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan or PPKn) among elementary students still face challenges, particularly due to the use of less innovative learning models and low student motivation. This study aims to examine the differences in PPKn learning outcomes between students taught using the Means-Ends Analysis (MEA) model and those taught using the expository model, as well as the differences based on learning motivation levels and the interaction between learning models and motivation on learning outcomes. The study employed a quasi-experimental method with a two-by-two factorial design, involving fourth-grade students at SD Swasta Tunas Harapan Islam Medan. The results showed that students taught with the MEA model achieved better learning outcomes than those using the expository model. Students with high motivation also performed better than those with low motivation. Furthermore, a significant interaction was found between learning models and motivation levels, with the combination of the MEA model and high motivation yielding the most optimal outcomes. In conclusion, the MEA model is more effective in improving PPKn learning outcomes, especially for students with high motivation. These findings highlight the importance of selecting suitable learning models and taking into account students’ internal factors to support learning success.   Abstrak Hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada peserta didik sekolah dasar masih menghadapi tantangan, terutama karena penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dan rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar PPKn antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dan peserta didik dengan model ekspositori, perbedaan berdasarkan tingkat motivasi belajar, serta interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial dua kali dua, melibatkan peserta didik kelas IV SD Swasta Tunas Harapan Islam Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model MEA memiliki hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan model ekspositori. Peserta didik dengan motivasi belajar tinggi juga menunjukkan pencapaian lebih baik dibandingkan peserta didik yang bermotivasi rendah. Selain itu, terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar, di mana kombinasi model MEA dan motivasi tinggi menghasilkan capaian belajar paling optimal. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa model MEA efektif dalam meningkatkan hasil belajar PPKn, terutama pada peserta didik dengan motivasi belajar tinggi. Temuan ini menyoroti pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat dan perhatian terhadap faktor internal peserta didik dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Kata kunci: hasil belajar PPKn; model pembelajaran MEA; motivasi belajar; pendidikan Pancasila; sekolah dasar