Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAQASHID SYARI‘AH MENURUT IMAM SYATIBI DAN DASAR TEORI PEMBENTUKANNYA Milhan Milhan
Al-Usrah : Jurnal Al Ahwal As Syakhsiyah Vol 9, No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-usrah.v9i2.12335

Abstract

Berbicara tentang Maqashid syariah tentu tidak akan terlepas dari pandangan yang sangat brilian dari Imam Syatibi> yang dia tulis dalam bukunya yang berjudul al-Muwafakat. Tulisan ini membahas tentang maqasid syariah dalam perspektif Imam Syatibi dan dasar-dasar dalam pentukan teori maqashidnya. Tulisan ini menemukan bahwa Dalam teorinya tentang maqasid, Imam al-Syathibi membaginya menjadi dua yakni maksud Syari’ dan maksud maksud mukallaf. Dalam teori yang dikemukakan oleh Syatibi dapatlah disimpulkan bahwa dasar taklif sendiri adalah demi untuk kemashlahatan. Karena itu tidaklah mungkin Allah swt sebagai Syari’ memberikan taklif yang diluar batas kemampuan manusia. Syathibi membangun dasar-dasar teori maqâshid syarî‟ah dengan membagi tiga bagian utama yaitu: Pertama, masalah ta‘lil dan al-mashâlih wa al-mafâsid. Kedua, terkait dengan cara untuk mengetahui maqâshid dan ketiga merupakan operasionalisasi ijtihad al-maqâsyid  terhadap teks dan hukum.
Larangan Tidur Bersama Sebelum Selesainya Resepsi Pernikahan di Desa Tanjung Damai Kec. Siak Kecil Kab. Bengkalis Dwi Aryani Chairunnisa; Milhan Milhan
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i1.5728

Abstract

This article discusses the tradition in Tanjung Damai Village regarding the prohibition of sleeping together before the wedding reception is finished. This tradition originates from Javanese people who transmigrated to Tanjung Damai Village. The reason society forbids married brides and grooms from having husband and wife relations before the wedding reception is finished is because it is feared that the bride will not give off a beautiful aura at the wedding and can cause fatigue during the wedding reception such as fainting. This research uses a qualitative descriptive method with the type of field research. The data source in this research is direct information from informants using a semi-structured interview system. In data analysis techniques, researchers collect data which is then reduced, presented and then concluded. This tradition is contrary to Islamic law because when the marriage contract has been pronounced, it has become lawful for them and they are allowed to sleep together like husband and wife.