Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Komparasi Fungsi Aktivasi Sigmoid Biner, Sigmoid Bipolar dan Linear pada Jaringan Saraf Tiruan dalam Menentukan Warna RGB Menggunakan Matlab Ikhwan Pamungkas; Sumadi Sumadi; Syaiful Alam
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4776

Abstract

Abstract Neural network Backpropagation is a good method to use to determine RGB color (Red, Green, Blue) because it can give high accuracy values. Neural network backpropagation there are several activation functions that can be used. This study aims to determine the activation function and to form the optimal network architecture in the backpropagation in determining RGB colors. Neural network model backpropagation was developed using 3 types of activation functions, namely Binary Sigmoid, Bipolar Sigmoid, and Linear. Based on the training results, the Bipolar Sigmoid activation function produces the highest accuracy value compared to the Binary Sigmoid activation function and the Linear activation function. The optimal network architecture is modeled using 3 nodes in the input layer, 2 hidden layers consisting of 2 hidden layer nodes, and 1 node in the output layer. In the model that has been made, the percentage of network training and testing accuracy is 100% resulting in the smallest MSE with a value of 6,1E-03 in the 97th iteration in 485 milliseconds..Keywords: activation function, artificial neural network, backpropagation, RGB. AbstrakJaringan saraf tiruan backpropagation merupakan salah satu metode yang baik digunakan untuk menentukan warna RGB (Red, Green, Blue) karena dapat memberikan nilai akurasi yang tinggi. Pada jaringan saraf tiruan backpropagation terdapat beberapa fungsi aktivasi yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi aktivasi serta membentuk arsitektur jaringan yang optimal pada jaringan saraf tiruan backpropagation dalam menentukan warna RGB. Pada penelitian ini, model jaringan saraf tiruan backpropagation dikembangkan menggunakan 3 jenis fungsi aktivasi yaitu Sigmoid Biner, Sigmoid Bipolar, dan Linear. Berdasarkan hasil pelatihan, fungsi aktivasi Sigmoid Bipolar menghasilkan nilai akurasi tertinggi dibandingkan fungsi aktivasi Sigmoid Biner dan fungsi aktivasi Linear. Arsitektur jaringan yang optimal dimodelkan dengan menggunakan 3 node pada input layer, 2 hidden layer yang terdiri dari masing-masing 2 node hidden layer, dan 1 node pada output layer. Pada model yang telah dibuat, persentase akurasi pelatihan dan pengujian jaringan adalah sebesar 100% menghasilkan MSE terkecil dengan nilai 6,1E-03 pada iterasi ke-97 dalam waktu 485 milidetik.Kata Kunci: fungsi aktivasi, jaringan saraf tiruan, backpropagation, RGB.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUHU MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DAN PENGADUK OTOMATIS PADA PROSES FERMENTASI KAKAO Maulana Fahar Maheswara; Sri Purwiyanti; Sumadi Sumadi; Emir Nasrullah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3209

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Fermentasi kakao merupakan proses pasca panen dari komoditas kakao, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 3 sampai dengan 6 hari. Fermentasi kakao pasca panen akan menghasilkan cita rasa dan aroma yang lebih optimal pada olahan kakao seperti coklat batang dan juga olahan kakao lainnya. Pada proses fermentasi tersebut suhu fermentasi kakao akan bervariasi dimana perubahan suhu ini disebabkan  oleh mikroorganisme yang ada pada kakao. Pemantauan suhu selama proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi. Pengadukan biji kakao juga penting untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yang dapat mengukur dan mencatat serta juga melakukan  pengadukkan secara otomatis pada proses fermentasi kakao. Pada penelitian ini diggunakan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, MicroSD dan thingspeak sebagai pencatat data dan juga relay sebagai kontrol otomatis pengadukkan fermentasi kakao. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa alat ini berhasil melakukan pengadukan dan pencatatan secara otomatis dan juga dapat memberikan notifikasi telegram pada saat terjadi pengadukkan. Dari hasil pemantauan fermentasi yang dilakukan selama 5 hari diketahui bahwa suhu selama proses fermentasi antara 29,2°C sampai dengan 42,8°C dengan error pembacaan sensor sebesar 0.4% .
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUHU MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DAN PENGADUK OTOMATIS PADA PROSES FERMENTASI KAKAO Maulana Fahar Maheswara; Sri Purwiyanti; Sumadi Sumadi; Emir Nasrullah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3209

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Fermentasi kakao merupakan proses pasca panen dari komoditas kakao, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 3 sampai dengan 6 hari. Fermentasi kakao pasca panen akan menghasilkan cita rasa dan aroma yang lebih optimal pada olahan kakao seperti coklat batang dan juga olahan kakao lainnya. Pada proses fermentasi tersebut suhu fermentasi kakao akan bervariasi dimana perubahan suhu ini disebabkan  oleh mikroorganisme yang ada pada kakao. Pemantauan suhu selama proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi. Pengadukan biji kakao juga penting untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yang dapat mengukur dan mencatat serta juga melakukan  pengadukkan secara otomatis pada proses fermentasi kakao. Pada penelitian ini diggunakan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, MicroSD dan thingspeak sebagai pencatat data dan juga relay sebagai kontrol otomatis pengadukkan fermentasi kakao. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa alat ini berhasil melakukan pengadukan dan pencatatan secara otomatis dan juga dapat memberikan notifikasi telegram pada saat terjadi pengadukkan. Dari hasil pemantauan fermentasi yang dilakukan selama 5 hari diketahui bahwa suhu selama proses fermentasi antara 29,2°C sampai dengan 42,8°C dengan error pembacaan sensor sebesar 0.4% .