Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Alat Identifikasi Jenis Daging dengan Pengolahan Citra Digital Menggunakan Python 2.7 dan OpenCV Berbasis Raspberry Pi 3 Sri Ratna Sulistiyanti; F.X. Arinto Setyawan; Kris Sivam; Sri Purwiyanti
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 9 No 2 (2019): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.915 KB) | DOI: 10.31940/matrix.v9i2.1229

Abstract

Proses identifikasi jenis daging di masyarakat umum masih dilakukan dengan cara manual. Penelitian ini dapat mengidentifikasi jenis daging secara otomatis dengan teknologi pengolahan citra digital. Proses pengolahan citra daging dilakukan pada mikrokomputer Raspberry Pi 3 menggunakan perangkat lunak Python 2.7 dan didukung dengan library OpenCV, sedangkan untuk pengambilan citra dengan menggunakan Raspberry Pi Camera Module V2. Proses identifikasi jenis daging menggunakan nilai presentase komponen warna RGB dan hasilnya akan ditampilkan pada LCD. Hasil penelitian ini memperoleh nilai presentase komponen warna Red (R) untuk daging babi 42,35 – 44,12 persen, daging celeng 45,21 – 48,87 persen, daging sapi 44,03 – 45,76 persen, daging kambing 45,08 – 46,60 persen. Nilai komponen warna Green (G) untuk daging babi 28,43 – 29,13 persen, daging celeng 24,71 – 26,54 persen, daging sapi 26,34 – 27,15 persen, daging kambing 27,05 – 27,75 persen. Nilai persentase komponen warna Blue (B) untuk daging babi 27,41 – 28,55 persen, daging celeng 26,39 – 28,27 persen, daging sapi 27,86 – 28,87 persen, daging kambing 26,31 – 27,21 persen.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUHU MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DAN PENGADUK OTOMATIS PADA PROSES FERMENTASI KAKAO Maulana Fahar Maheswara; Sri Purwiyanti; Sumadi Sumadi; Emir Nasrullah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3209

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Fermentasi kakao merupakan proses pasca panen dari komoditas kakao, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 3 sampai dengan 6 hari. Fermentasi kakao pasca panen akan menghasilkan cita rasa dan aroma yang lebih optimal pada olahan kakao seperti coklat batang dan juga olahan kakao lainnya. Pada proses fermentasi tersebut suhu fermentasi kakao akan bervariasi dimana perubahan suhu ini disebabkan  oleh mikroorganisme yang ada pada kakao. Pemantauan suhu selama proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi. Pengadukan biji kakao juga penting untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yang dapat mengukur dan mencatat serta juga melakukan  pengadukkan secara otomatis pada proses fermentasi kakao. Pada penelitian ini diggunakan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, MicroSD dan thingspeak sebagai pencatat data dan juga relay sebagai kontrol otomatis pengadukkan fermentasi kakao. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa alat ini berhasil melakukan pengadukan dan pencatatan secara otomatis dan juga dapat memberikan notifikasi telegram pada saat terjadi pengadukkan. Dari hasil pemantauan fermentasi yang dilakukan selama 5 hari diketahui bahwa suhu selama proses fermentasi antara 29,2°C sampai dengan 42,8°C dengan error pembacaan sensor sebesar 0.4% .
Sistem Informasi Mobile untuk Pelacakan Posisi Tikus dan Debu pada Ruangan Storage Museum Lampung Achmad Musyawir Haikal Fakari; Anisa Ulya Darajat; Sri Purwiyanti; Afri Yudamson
ELECTRON Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 4 No 2: Jurnal Electron, November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/electron.v4i2.54

Abstract

The Lampung Museum has the responsibility of serving as a site for the protection and preservation of culturally significant artifacts within the Lampung region ensuring their transfer to future generations Within the museum, there exists a storage room designated for the housing of historical collections Unfortunately, this storage area is frequently neglected, resulting in issues such as damage caused by rodent pests (rats) and the accumulation of dust on the artifacts. In the interest of preventive conservation, this research aims to track the positions of rodents and dust within the storage room and develop an application capable of monitoring the presence of rats and dust. 
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUHU MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DAN PENGADUK OTOMATIS PADA PROSES FERMENTASI KAKAO Maulana Fahar Maheswara; Sri Purwiyanti; Sumadi Sumadi; Emir Nasrullah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3209

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Fermentasi kakao merupakan proses pasca panen dari komoditas kakao, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 3 sampai dengan 6 hari. Fermentasi kakao pasca panen akan menghasilkan cita rasa dan aroma yang lebih optimal pada olahan kakao seperti coklat batang dan juga olahan kakao lainnya. Pada proses fermentasi tersebut suhu fermentasi kakao akan bervariasi dimana perubahan suhu ini disebabkan  oleh mikroorganisme yang ada pada kakao. Pemantauan suhu selama proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi. Pengadukan biji kakao juga penting untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yang dapat mengukur dan mencatat serta juga melakukan  pengadukkan secara otomatis pada proses fermentasi kakao. Pada penelitian ini diggunakan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, MicroSD dan thingspeak sebagai pencatat data dan juga relay sebagai kontrol otomatis pengadukkan fermentasi kakao. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa alat ini berhasil melakukan pengadukan dan pencatatan secara otomatis dan juga dapat memberikan notifikasi telegram pada saat terjadi pengadukkan. Dari hasil pemantauan fermentasi yang dilakukan selama 5 hari diketahui bahwa suhu selama proses fermentasi antara 29,2°C sampai dengan 42,8°C dengan error pembacaan sensor sebesar 0.4% .