Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harapan Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Era Pandemi Covid-19 Mir’atun Nisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.5000

Abstract

Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai matakuliah wajib sebagaimana PAI di perguruan tinggi berdasar penelitian masih terkendala beberapa persoalan terkait kualifikasi, kompetensi dan konten. Persoalan tersebut semakin menantang di era pandemi Covid-19 sebagai era maraknya pembelajaran online. Mahasiswa sebagai insan pembelajar memiliki harapan-harapan terkait model,metode dalam pembelajaran AIK era online.Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan harapan-harapan mahasiswa untuk dapat diketahui hal-hal yang dapat memotivasi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran AIK. Metode tulisan ini adalah deskriptif analitis. Hasil jawaban dari responden mahasiswa dideskripsikan melalui proses analisis. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa mahasiswa mengharapkan pembelajaran AIK untuk lebih baik kedepannya.
Penciptaan Perempuan (Kajian Q.S.An-Nisa[4]:1) Mir’atun Nisa
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i5.1165

Abstract

The origin of women's creation cannot be separated from differences in interpretation and discussion in gender discourse. Based on Q.S.An-Nisa[4]: 1, this article aims to look back at the meaning of the verse from an ontological and axiological perspective. The method used in article writing is descriptive analytical. The theoretical framework is Hassan Hanafi's hermeneutic theory which consists of three criticisms, namely historical, eidetic and praxis. The result of the study is that Q.S. An-Nisa[4]:1 can be understood as the equality of the creation of man as a being who has a nafsio-physical unity. The ontologic implication is that women are self-made beings like men. Axiologically, women are no different from men in their roles because the relationship between men and women is equal and complementary.