Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pengembangan literasi dalam keluarga melalui program Gerakan Membaca Sepuluh Menit (GEMAS). Gerakan literasi dalam keluarga diharapkan menjadi pendorong bagi anggota keluarga agar dapat memaksimalkan sumber daya yang mereka miliki untuk mengembangkan karakter serta keterampilan anggotanya. Peran keluarga sebagai fungsi edukatif dapat memberikan dampak positif pada keterampilan literasi anggota keluarga dan dapat menjadi dasar yang baik untuk perolehan keterampilan literasi di kemudian hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling, serta pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Program Gerakan Membaca Sepuluh Menit (GEMAS) sendiri memiliki beberapa tujuan yang bermuara pada meningkatnya kesadaran literasi, antara lain: 1) Kegiatan pelatihan menulis yang ditujukan agar pesertanya memilki rasa percaya diri dalam menulis dan menghasilkan sebuah karya berupa tulisan. Setelah melakukan pembiasaan melalui Gerakan Membaca Sepuluh Menit dan meningkatnya kesadaran masyarakan akan pentingnya membaca, maka kesadaran masyarakat akan pentingnya menulis (Re-Writing) akan menjadi daya dukung yang sangat baik dalam gerakan literasi secara makro; 2) Pendampingan literasi keluarga dilakukan agar anggotanya dapat menginterpretasi dan lebih memahami informasi yang diperoleh dan mentransformasikannya ke dalam aktivitas kegiatan produktif yang bermanfaat; 3) Membuat resume buku untuk meningkatkan budaya membaca. Upaya meningkatkan budaya membaca ini sangat bergantung pada intensitas minat baca bagi setiap individu, serta meningkatkan pengetahuan dan kepekaaan terhadap berbagai fenomena sosial atau budaya yang sedang berkembang