Anwar Sobirin
Institute Pesantren K.H. Abdul Chalim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Pluralisme Budaya dalam Sinetron Raden Kian Santang Anwar Sobirin; Imam Syafi'i
Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 1 No 2 (2020): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Prodi. Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.641 KB) | DOI: 10.55352/kpi.v1i2.544

Abstract

Cultural pluralism is the existence of more than one cultural system in a society, then the cultural system is equally enforced by members of the community. Cultural pluralism can arise because of the existence of various ethnic groups and also because of the process of community change. The focus of this research is how to represent cultural pluralism in the soap opera Raden Kian Santang. This study uses a qualitative approach with the type of research semiotics Roland Bartes. Data collection is done by observation, and documentation. Technical data analysis includes markers, markers, connotations and drawing conclusions. The results of the research from the representation of cultural pluralism in the soap opera Raden Kian Santang there are four points, namely. 1) It is not permissible to force a person to convert to the religion he adheres to, meaning that a person has the right to embrace the religion he believes in. 2) Not being hostile to other religions means that even though they are different religions, they still create a harmonious life and pray for each other for good things. 3) Help each other with fellow human beings. 4) Live in harmony and peace with fellow human beings. In this soap opera show, Raden Kian Santang represents how groups of people consisting of different cultures then they are in one group of royal society, able to accept each other without discriminating between one group and another. Several characters from different cultures in this show show the identity of their respective cultures. Among them are Hindu, Buddhist and Islamic cultures, however, figures from different cultures show an attitude of tolerance for each other. This can be seen from several characters of different cultures participating in the traditions of other cultures.
Representasi Pluralisme Budaya Dalam Sinetron Raden Kian Santang Anwar Sobirin; Imam Syafi’i
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 1 No. 2 (2020): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v1i2.208

Abstract

Pluralisme budaya adalah terdapatnya lebih dari satu sistem budaya dalam suatu masyarakat, kemudian sistem budaya tersebut oleh anggota masyarakat sama-sama diberlakukannya. Pluralisme budaya dapat muncul karena adanya berbagai macam suku bangsa dan juga karena adanya proses perubahan masyarakat. Fokus penelitian pada penulisan ini adalah bagaimana representasi pluralisme budaya dalam Sinetron Raden Kian Santang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian semiotika Roland Bartes. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data meliputi penanda, petanda, konotasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari representasi pluralisme budaya dalam sinetron Raden Kian Santang terdapat empat poin yaitu. 1) Tidak boleh memaksakan seseorang untuk masuk agama yang di anutnya, artinya seseorang berhak memeluk agama yang diyakininya. 2) Tidak memusuhi agama lain artinya walaupun berbeda agama tetap menciptakan kehidupan harmonis dan saling mendoakan hal hal baik. 3) Saling tolong menolong dengan sesama manusia. 4) Hidup rukun dan damai dengan sesama manusia. Dalam tayangan sinetron Raden Kian Santang ini merepresentasikan bagaimana kelompok orang yang terdiri dari budaya-budaya yang berbeda kemudian mereka berada dalam satu kelompok masyarakat kerajaan, mampu menerima satu sama lain tanpa mebeda-bedakan kelompok satu dengan kelompok yang lain. Beberapa karakter tokoh yang berbeda-beda budaya dalam tayangan ini menunjukkan identitas dari masing-masing budaya yang mereka anut. Diantaranya adalah budaya Hindu, Budha dan Islam walaupun demikian, tokoh-tokoh yang berbeda budaya tersebut menunjukkan sikap toleransi satu sama lain. Hal ini terlihat dari beberapa karakter tokoh yang berbeda-beda budaya ikut serta dalam tradisi dari budaya lain.