Faizatul Muniroh
Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiliensi Wanita yang Mengalami Perselingkuhan dalam Rumah Tangga di Sarirejo Lamongan Faizatul Muniroh; Muhimmatul Hasanah
Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 1 (2020): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Prodi. Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.386 KB) | DOI: 10.55352/kpi.v2i1.572

Abstract

The research was conducted to find out how the description of the process of resilience and the factors that influence it where as a woman it is certainly not easy after being cheated on by her husband and divorced to be able to survive in a depressed state and even deal with adversity or trauma experienced in her life, and it is not easy to be a single parent who have a dual role in educating and earning their own living. The impact of infidelity and divorce is very influential on the personality of women, families, and children. The existence of resilience factors that vary from the condition of each individual, can the individual survive in a state of stress, trauma or misery. Researchers used descriptive qualitative research methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation. This research was conducted in Sarirejo District, Lamongan Regency with 4 single parent subjects. The results showed that the analysis of the picture of resilience showed that the four subjects had good resilience. Because these individuals can regulate negative emotions due to betrayal effectively, so they don't drag on in these emotions, can adjust to new circumstances, are able to survive under pressure and are able to play a dual role, namely educating and earning a living. Factors that influence women to be resilient are parental support, can encourage and motivate to rise from adversity and individuals are able to survive because mothers must be role models for their children. Mothers are the first educators in the family for their children.
Resiliensi Wanita yang Mengalami Perselingkuhan dalam Rumah Tangga di Sarirejo Lamongan Faizatul Muniroh; Muhimmatul Hasanah
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v2i1.211

Abstract

Penelitina dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah gambaran proses terjadinya resiliensi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dimana sebagai wanita tentu tidak mudah setelah diselingkuhi suaminya dan diceraikan mampu bertahan dalam keadaan tertekan dan bahkan berhadapan dengan kesengsaraan atau trauma yang dialami dalam kehidupannya, dan tidak mudah menjadi single parent yang berperan ganda mendidik dan mencari nafkah sendiri. Dampak dari perselingkuhan dan perceraian merupakan hal yang sangat berpengaruh kepada kepribadian wanita, keluarga, dan anak. Adanya faktor resiliensi yang berbeda-beda dari kondisi individu masing-masing, mampukah individu tersebut bertahan dalam keadaan tertekan, trauma ataupun kesengsaraan. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan dengan 4 subjek single parent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis mengenai gambaran resiliensi memperlihatkan bahwa keempat subjek memiliki resiliensi yang baik. Karena individu-individu tersebut dapat meregulasi emosi-emosi negatif akibat terhianati secara efektif, sehingga tidak berlarut-larut dalam dalam emosi tersebut, dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru, mampu bertahan dalam keadaan tertekan dan mampu berperan ganda yaitu mendidik dan mencari nafkah. Faktor yang mempengaruhi wanita menjadi resilien adalah dukungan orang tua, dapat mendorong dan memotivasi untuk bangkit dari keterpurukan dan individu mampu bertahan karena ibu harus menjadi teladan bagi anaknya. Ibu adalah wanita pendidik pertama dalam keluarga bagi anaknya