Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MENGATASI KRISIS IDENTITAS NASIONAL GENERASI Z DI MASA PANDEMI Shalahudin Pasha Hanugh; Muhammad Rizky Perdana; Kezia Nathania Novaleni; Damara Khairunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.773 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1937

Abstract

AbstrakIdentitas nasional adalah kepribadian atau jati diri nasional yang melekat pada suatu negara atau kelompok masyarakat yang ada di dalamnya dan hal tersebut tidak dimiliki oleh bangsa lain. Identitas nasional terdiri dari kumpulan nilai budaya yang berkembang dan tumbuh dalam berbagai aspek pada kehidupan masyarakat. Akan tetapi di masa pandemi ini interaksi pada tiap individu berkurang karena terkena imbas dari penanggulangan pandemi itu sendiri. Dalam penanggulangan wabah ini, masyarakat indonesia terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan bias yang bersumber dari pola pikir mereka. Pola pikir itu sendiri terbentuk dari hasil dogma-dogma yang sudah ditanamkan jauh sebelum pandemi ini terjadi yang tentunya tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat indonesia mengenai identitas bangsa. Dengan jurnal in,i kami berharap dapat menumbuhkan kembali kesadaran kita terhadap Identitas Nasional serta dapat menjadi pedoman bagi penelitian lain untuk mengembangkan topik ini.Kata kunci: Identitas nasional, persatuan, budaya, Covid-19 AbstractNational identity is a national personality or identity attached to a country or community groups in it and it is not owned by other nations. National identity consists set of cultural values that develop and grow in various aspects of community lives. Bbut during this pandemic, interaction each individual is reduced due to the impact of overcoming the pandemic itself. In dealing with this epidemic, the Indonesian people are divided into several groups according to the dogmas that comes from their mindset. The mindset itself is formed from the results of dogmas that have been instilled long before this pandemic occurred which of course is not in accordance with the identity of the Indonesian nation. This study aims to examine how the impact of the Covid-19 pandemic affects Indonesian people’s understanding regarding national identity. With this journal, we hope to regenerate our awareness of National Identity and can be a guide for other research to develop this topic.Keywords: National identity, unity, culture, Covid-19
UPAYA MENGATASI KRISIS IDENTITAS NASIONAL GENERASI Z DI MASA PANDEMI Shalahudin Pasha Hanugh; Muhammad Rizky Perdana; Kezia Nathania Novaleni; Damara Khairunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1937

Abstract

AbstrakIdentitas nasional adalah kepribadian atau jati diri nasional yang melekat pada suatu negara atau kelompok masyarakat yang ada di dalamnya dan hal tersebut tidak dimiliki oleh bangsa lain. Identitas nasional terdiri dari kumpulan nilai budaya yang berkembang dan tumbuh dalam berbagai aspek pada kehidupan masyarakat. Akan tetapi di masa pandemi ini interaksi pada tiap individu berkurang karena terkena imbas dari penanggulangan pandemi itu sendiri. Dalam penanggulangan wabah ini, masyarakat indonesia terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan bias yang bersumber dari pola pikir mereka. Pola pikir itu sendiri terbentuk dari hasil dogma-dogma yang sudah ditanamkan jauh sebelum pandemi ini terjadi yang tentunya tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat indonesia mengenai identitas bangsa. Dengan jurnal in,i kami berharap dapat menumbuhkan kembali kesadaran kita terhadap Identitas Nasional serta dapat menjadi pedoman bagi penelitian lain untuk mengembangkan topik ini.Kata kunci: Identitas nasional, persatuan, budaya, Covid-19 AbstractNational identity is a national personality or identity attached to a country or community groups in it and it is not owned by other nations. National identity consists set of cultural values that develop and grow in various aspects of community lives. Bbut during this pandemic, interaction each individual is reduced due to the impact of overcoming the pandemic itself. In dealing with this epidemic, the Indonesian people are divided into several groups according to the dogmas that comes from their mindset. The mindset itself is formed from the results of dogmas that have been instilled long before this pandemic occurred which of course is not in accordance with the identity of the Indonesian nation. This study aims to examine how the impact of the Covid-19 pandemic affects Indonesian people’s understanding regarding national identity. With this journal, we hope to regenerate our awareness of National Identity and can be a guide for other research to develop this topic.Keywords: National identity, unity, culture, Covid-19
Analisis Spasial dan Temporal Perubahan Luas Gletser Puncak Jaya Menggunakan Citra Sentinel-2 untuk Prediksi Kepunahan Gletser Muhammad Zaidan Nafis; Amira Khairunissa; Muhammad Rizky Perdana; Eka Djunarsjah
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i2.429

Abstract

Perubahan iklim global menyebabkan penyusutan gletser tropis yang signifikan, menjadikan Puncak Jaya, gunung tertinggi di Oseania, sebagai indikator kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan luas Gletser Puncak Jaya dari tahun 2017 hingga 2024 menggunakan citra Sentinel-2 dan Normalized Difference Snow Index (NDSI), serta memproyeksikan waktu kepunahannya. Metodologi melibatkan akuisisi citra Sentinel-2 dengan minimal tutupan awan, perhitungan NDSI untuk delineasi luas gletser, dan prediksi menggunakan model regresi linier serta eksponensial. Hasil menunjukkan penyusutan luas gletser yang drastis dan konsisten, kehilangan sekitar 69.5% dari luas awalnya (47.67 hektar pada 2017 menjadi 14.51 hektar pada 2024). Gletser utara mengalami fragmentasi, sementara gletser selatan hampir menghilang. Penurunan pesat tercatat pada periode 2018-2019 (terkait El Niño) dan 2021-2022 (terkait La Niña yang kompleks). Prediksi regresi linier (skenario pesimis) menunjukkan kepunahan pada 22 April 2026. Sementara itu, regresi eksponensial (skenario optimis, luas <1 hektar) memprediksi kepunahan pada 6 Oktober 2044. Rentang waktu ini menggarisbawahi keniscayaan kepunahan gletser Puncak Jaya dalam beberapa dekade mendatang, menekankan urgensi mitigasi perubahan iklim.