Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perlindungan Data Pribadi Warga Negara Indonesia Terkait Dengan Kebocoran Data Hezkiel Bram Setiawan; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.278 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2657

Abstract

AbstrakPerkembangan digital dan keterbukaan terhadap transaksi online seringkali berujung pada kebocoran data. Di satu sisi, perkembangan digital memberikan manfaat bagi ekonomi digital, tetapi di saat yang sama juga dapat menimbulkan dampak atau ancaman baru bagi ekonomi konvensional dari aspek kerentanan keamanan siber hingga merugikan informasi pelanggan dan menantang konsep privasi. Kurangnya persetujuan pemerintah pada perlindungan data terhadap UUD 1945 adalah salah satu contoh penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan dipercepatnya pengesahan RUU Perlindungan Data Pribadi Indonesia oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Metode penelitian yang dipakai untuk penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder yang berdasar atas bahan hukum primer dan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan urgensi untuk merancang peraturan baru sebelum menangani masalah kebocoran data dan menjaga kerahasiaan data pribadi warga negara Indonesia. Melalui UU PDP yang berlaku akan menguntungkan para pemangku kepentingan, pemilik data, dan pengakuan lebih lanjut oleh negara lain.Kata kunci: Perlindungan Data Pribadi, Rancangan Undang-Undang, Kebocoran Data AbstractDigital developments and openness to online transactions often lead to data leaks. Digital developments provide advantages for the digital economy, but on the other hand it can also create new impacts or threats to the conventional economy, from cybersecurity vulnerabilities to harming customer information and challenging the concept of privacy. The lack of government approval on data protection of the 1945 Constitution is one example of the cause. This study aims to propose an accelerated ratification of the Indonesian Personal Data Protection Bill by the House of Representatives. The research method used for this research is a normative juridical method with a law approach. The data used for this research is secondary data based on primary and secondary legal materials. The results of the study indicate the urgency to draft new regulations before dealing with the problem of data leakage and maintaining the confidentiality of the personal data of Indonesian citizens. Through the applicable PDP Law, it will benefit stakeholders, data owners, and further recognition by other countries.Keywords: Personal Data Protection, Draft Bill, Data Leak
Pengaruh Dari Adanya Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Pada Penduduk Indonesia Muhammad Azzam Hilmy; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.832 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2684

Abstract

AbstrakSeiring berkembangnya teknologi informasi, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah disahkan oleh pemerintah Indonesia memiliki tujuan. Meskipun undang-undang ini memiliki tujuan, tak banyak penduduk Indonesia yang merasa bahwa undang-undang ini membuat mereka merasa terbatasi seperti misalnya terbatasnya mengeluarkan pendapat. Pada jurnal yang dibuat ini, sang penulis menjelaskan berbagai pengaruh yang disebabkan karena undang-undang informasi dan transaksi elektronik ini. Selain pengaruh, penulis juga menjelaskan dampak yang dirasakan pada penduduk Indonesia karena adanya undang-undang ini. Undang-undang teknologi informasi jika kita lihat, sebenarnya memiliki tujuan yang baik karena undang-undang ini dibuat untuk melindungi penduduk Indonesia karena semakin cepat perkembangan teknologi maka mungkin resiko yang dihadapi akan lebih besar.Kata Kunci: Undang-undang, Informasi, Transaksi, Elektronik, Penduduk AbstractAlong with the development of information technology, the Law on Information and Electronic Transactions which has been passed by the Indonesian government has a purpose. Although this law has a purpose, not many Indonesians feel that this law makes them feel limited, such as limited opinion. In this journal, the authors explain the various effects caused by this law on information and electronic transactions. In addition to influence, the author also explains the impact felt by the Indonesian people because of this law. The information technology law, if we look at it, actually has a good purpose because this law was made to protect the Indonesian population because the faster the development of technology, the greater the risk that will be faced.Keywords: Law, Information, Transaction, Electronic, Resident
Urgensi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Kalangan Mahasiswa Pada Zaman Millenial Muh Nur Afrizal; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.479 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2713

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional Bangsa Indonesia, salah satu caranya adalah mengkaderisasi  generasi penerus bangsa yang lebih baik lagi dalam segi kualitas maupun sumber dayanya. Contoh dari kaderisasi tersebut adalah adanya mata kuliah/pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa maupun mahasiswa di tingkat perguruan tinggi sebagai bekal untuk melanjutkan roda kepemimpinan yang telah dijalankan sebelumnya. Mata kuliah ini sangat perlu diberikan dan diajarkan kepada mahasiswa di tingkat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bentuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa harus selalu cinta tanah air dan siap sedia untuk membela pertahanan dan keamanan negara. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk bersatu dalam beraneka ragam budaya dan adat-istiadat yang telah berlaku di tertulis maupun tidak tertulis, mampu hidup berdampingan dalam keanekaragaman budaya dan mampu menguatkan rasa kebersamaan dalam Negara Indonesia. Mahasiswa juga digadang-gadang menjadi agen perubahan bagi kondisi Bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi dimasa mendatang dan bisa menunjukkan jati dirinya di kancah internasional.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, bela negara, mahasiswa, agen perubahan. AbstractIn realizing the ideals and national goals of the Indonesian nation, one way is to regenerate the next generation of the nation that is even better in terms of quality and resources. An example of this regeneration is the existence of Citizenship Education courses for students and students at the tertiary level as a provision to continue the leadership wheel that has been carried out previously. This course really needs to be given and taught to students at the university level to educate the nation's life as a form of loving the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). Students must always love their homeland and be ready to defend the defense and security of the country. In this case, students are united in various cultures and customs that have occurred both written and unwritten, are able to live in cultural diversity and are able to strengthen the sense of togetherness in the Indonesian state. Students are also expected to be agents of change for the condition of the Indonesian nation to be better in the future and be able to show their identity in the international arena.Keywords: Citizenship Education, defending the country, students, agents of change.
Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Pada Setiap Individu Dengan Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini Muflih Ihsan Pratama; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.967 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2733

Abstract

AbstrakGlobalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia yang dapat dilihat oleh penjuru dunia mana pun tanpa harus melihatnya secara langsung. Globalisasi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapioleh  semua orang yang ada di penjuru dunia mana pun, termasuk Indonesia itu sendiri. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih maju dari sebelumnya akan memberikan dampak dari globalisasi yang positif mau pun negatif bagi kehidupan manusia di dunia. Pancasila terbentuk dari nilai-nilai luhur bangsa Indoensia yang menjadi dasar pedoman hidup masyarakat Indonesia sehari-hari dan menjadi keyakinan dalam mencapai tujuan dan cita-cita dari bangsa Indonesia. Pancasila yang dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat bangsa Indonesia yang artinya pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam kegiatan sehari-hari dalam berperilaku baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat Indonesia. Bela negara yaitu sikap, tekad, dan perilaku warga negara dalam menunjukkan kecintaannya kepada sebuah negara yang dihuninya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sikap bela negara ini yang akan membantu memperkuat keadaan Bangsa Indonesia untuk bertahan dalam arus kemajuan global yang sangat pesat sekaligus mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Saat ini dan seterusnya, Indonesia akan terus hidup dengan keberagaman, kemajuan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, dan kuatnya Indonesia di mata dunia. Hal ini menjadi suatu tindakan bagaimana masyrakat Indonesia menghadapi globalisasi ini agar tetap menjadi Indonesia yang seutuhnya. Hal ini juga yang akan dipererat dan dikuatkan dengan  nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia, pedoman hidup dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kata Kunci: Globalisasi, Nilai-Nilai Pancasila, Bela Negara AbstractGlobalization is the process of entering into the scope of the world that can be seen by any corner of the world without having to see it directly. This globalization can be an opportunity as well as a challenge that must be faced by everyone in any corner of the world, including Indonesia itself. The development of information and communication technology that is more advanced than before will have a positive or negative impact on human life in the world. Pancasila was formed from the noble values of the Indonesian nation which became the basis for the daily life of the Indonesian people and became a belief in achieving the goals and ideals of the Indonesian nation. Pancasila is used as a way of life for the Indonesian people, which means guidelines for the Indonesian people in their daily activities in behaving both as individuals and as members of Indonesian society. Defending the country is the attitude, determination, and behavior of citizens in showing their love for a country they inhabit from children to adults. This state defense attitude will help strengthen the condition of the Indonesian nation to survive in the very rapid current of global progress while covering all dimensions of human life. Today and in the future, Indonesia will continue to live with diversity, progress in realizing the ideals of independence, and the strength of Indonesia in the eyes of the world. This is an act of how the Indonesian people face this globalization in order to remain a complete Indonesia. This will also be strengthened and strengthened by the values of Pancasila as the way of life of the Indonesian people, guidelines for life in behaving in everyday life in the community, nation and stateKeywords: Globalization, Pancasila Values, Defending The Country
Upaya Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Pemahaman Wawasan Nusantara Di Era Gempuran Kebudayaan Asing Hafidh Muhammad Akbar; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.098 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2939

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan pertukuran arus informasi antar negara menjadi sangat cepat. Hal ini menyebabkan banyak pertukaran kebudayaan yang masuk dan keluar dalam suatu negara. Kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia dapat menyebabkan pengaruh positif maupun negatif. Adanya pengaruh negatif disebabkan oleh adanya sikap dari masyarakat yang tidak memilah atau menyaring terlebih dahulu kebudayaan-kebudayaan asing tersebut, sehingga secara perlahan dan tidak sadar akan menggerogoti dan melunturkan jati diri bangsa Indonesia. Hal ini perlu dihindari oleh generasi muda. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan konsep Wawasan Nusantara kepada setiap elemen masyarakat melalui pengembangan pendidikan karakter yang baik pada tiap-tiap tingkat pendidikan. Adanya Wawasan Nusantara dapat berperan sebagai pedoman untuk memperkuat dan memperteguh jati diri bangsa Negara Indonesia.Kata kunci: Kebudayaan-kebudayaan Asing, Jati Diri Bangsa Negara Indonesia, Wawasan Nusantara AbstractThe development of increasingly advanced technology causes the exchange of information flows between countries to be very fast. This causes a lot of cultural exchange in and out of a country. Foreign cultures that enter Indonesia can cause both positive and negative influences. The negative influence is caused by the attitude of the people who do not first sort or filter these foreign cultures, so that slowly and unconsciously they will undermine and fade the identity of the Indonesian nation. This should be avoided by the younger generation. One way is to incorporate the concept of Nusantara Insight into all elements of society through the development of good character education at all levels of education. The presence of the Nusantara Insight can serve as a guideline to strengthen and strengthen the identity of the Indonesian nation.Keywords: Foreign Culture, Indonesian National Identity, Nusantara Insight
Pengaruh Korean Wave Terhadap Ketahanan Nasionalisme Warga Negara Indonesia Rona Nada Nisrina; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.867 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3015

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai ketahanan nasionalisme dalam kondisi saat ini dimana banyak nya orang yang mulai menyukai budaya lain dari pada budaya luar sehingga membuat budaya asli Indonesia terkadang terlupakan. Banyak juga dampak yang didapatkan dari kondisi pengaruh budaya luar khususnya budaya Korea, dan dampak yang didapatkannya pun banyak yang bersifat tidak baik, dan ada kemungkinan akan berdampak besar kedepannya jika tidak ditanggapi. Budaya luar yang dibahas dalam artikel ini adalah budaya Korea, dimana saat ini budaya Korea sangat menyita perhatian banyak orang terutama warga Indonesia, banyak saat ini budaya-budaya Korea yang sudah mulai masuk ke Indonesia, baik itu dari segi makanan, pakaian, hingga lagu dan tarian. Seharusnya sebagai warga Indonesia terutama sebagai penerus Indonesia di masa depan, seharusnya kita berfikiran untuk lebih mengenalkan budaya kita ke luar hingga nama Indonesia lebih dikenal, memang musik tradisional Indonesia memang tidak selalu disukai banyak orang namun cara untuk mengenalkan budaya Indonesia tidak harus secara terus terang, banyak sekali cara melalui sosial media yang dapat mengenalkan budaya Indonesia, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa anak-anak bangsa. Dengan melebarkan sayap Indonesia secara internasional ini dapat membuat warga Indonesia bangga dan lebih menanamkan dan memahami rasa nasionalisme tersebut.Kata Kunci: Nasionalisme, Korean Wave, Budaya AbstractThis article talks about the sense of nationalism in today’s condition where there are lots of people specifically Indonesian that prefers the cultures of other countries rather than its own. There are tons of impacts that comes from the effect of the K-wave culture, and most of them are bad, and there is a big possibility where this condition will affect badly for the future generation and the country. Today one of the most famous cultures that effect the whole world is the Korean culture, whether it’s the food, fashion, lifestyle, dance, music and more.  As an Indonesian citizen and the future of Indonesia we should’ve thought of a way to introduce Indonesia to the world via culture. The traditional music that the Indonesian have might not be everyone’s cup of tea, but there are many ways to introduce the culture of Indonesia specially via social media. The reason why we must introduce the culture of Indonesia is because to make the people of Indonesia proud to be an Indonesia and have that sense of nationalism for Indonesia.Keywords: Nationalism, Korean Wave, Culture
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Di Era Pandemi Covid-19 Nurul Hidayah Tri Ambarningrum; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.793 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3068

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar negara Indonesia. Sila Pancasila terdiri dari lima unsur sesuai dengan lima sila Pancasila, yaitu kemaslahatan ketuhanan, kemaslahatan kemanusiaan, kemaslahatan persatuan, kemaslahatan umat, dan kemaslahatan keadilan. Warga negara Indonesia wajib menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah wabah Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akseptabilitas protokol Pancasila selama masa penyakit Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian tinjauan pustaka. Hasil penelitian adalah penggunaan sila Pancasila dapat mengurangi pelanggaran terhadap peraturan yang diamanatkan pemerintah. Rerumputan Pancasila yang indah memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai Pancasila di antara warga negara Indonesia selama epidemi Covid-19. Mempromosikan kesadaran warga akan kebijakan pemerintah dengan memasukkan perawatan kesehatan reguler ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.Kata kunci : Pancasila, pandemi, covid 19 AbstractPancasila is the foundation of the Indonesian state. The Pancasila precepts consist of five elements in accordance with the five Pancasila precepts, namely the benefit of divinity, the benefit of humanity, the benefit of unity, the benefit of the people, and the benefit of justice. Indonesian citizens are obliged to maintain the values of Pancasila in the midst of the Covid-19 outbreak. The purpose of this study was to evaluate the acceptability of the Pancasila protocol during the Covid-19 illness. This research uses literature review research. The result of the research is that the use of Pancasila precepts can reduce violations of government-mandated regulations. The beautiful Pancasila grass gives you a better understanding of Pancasila values among Indonesian citizens during the Covid-19 epidemic. Promote citizen awareness of government policies by incorporating regular health care into their daily lives. Keywords: Pancasila, pandemic, covid 19
Pengimplementasian Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Teuku Muharam Rizqullah; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.732 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3072

Abstract

AbstrakPancasila merupakan dasar negara dan ideologi nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengimplementasian dalam Pancasila belum bisa terlaksana dengan baik di karenakan masyarakat Indonesia yang belum memahami makna dari nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Hal ini dapat menyebabkan banyak permasalahan yang bisa merugikan diri sendiri dan merugikan bangsa dan negara.. Bangsa Indonesia memerlukan solusi yang tepat untuk menangani berbagai permasalahan yang ada. Penelitian tentang implementasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara adalah menggali pengetahuan dan pemahaman mengenai Pancasila. Pemahaman itu mengandung nilai-nilai untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tepat yang bisa dilakukan pemerintah dalam mendukung masyarakat Indonesia adalah dengan mengajarkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam materi pada persekolahan dan masyarakat itu sendiri.Kata Kunci : Implementasi, Ideologi, Pancasila AbstractPancasila is the basis of the state and national ideology in the life of the nation and state. The implementation of Pancasila has not been carried out properly because the Indonesian people do not understand the meaning of the values contained in Pancasila itself. This can cause many problems that can harm themselves and harm the nation and state. The Indonesian people need the right solution to deal with the various problems that exist. Research on the implementation of Pancasila ideology in the life of the nation and state is to explore knowledge and understanding of Pancasila. That understanding contains values to be understood and practiced in everyday life. The right step that the government can take in supporting the Indonesian people is to teach and implement the values of Pancasila in the material in schools and the community itself.Keywords: Implementation, Ideology, Pancasila
LEGAL IMPLICATIONS OF THE REGULATION OF THE MINISTER OF HEALTH'S AUTHORITY IN MINISTER OF HEALTH REGULATION NUMBER 3 OF 2025 THAT EXCEEDS THE PRINCIPLE OF ULTRA VIRES Nina Ayu Wandira; Fatma Ulfatun Najicha
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v6i2.4953

Abstract

This study examines the legal implications of Minister of Health Regulation Number 3 of 2025 in relation to the principles of legal certainty and the hierarchy of laws and regulations in Indonesia. The analysis focuses on provisions regulating professional disciplinary violations, particularly Article 4 paragraph (2), which grants the Minister of Health broad discretion to determine or add categories of disciplinary violations without clear limitations or explicit delegation from higher legal instruments, namely Law Number 17 of 2023 on Health and Government Regulation Number 28 of 2024. Such regulatory construction indicates an exercise of authority that exceeds delegated technical–operational functions and introduces new substantive norms, thereby constituting an ultra vires act within the framework of authority theory and normative hierarchy. Drawing on Hans Kelsen’s theory of the hierarchy of norms, the study argues that the validity of ministerial regulations depends on their conformity with higher norms. Moreover, from Gustav Radbruch’s perspective on legal certainty, norms that confer unlimited authority create ambiguity and unpredictability for medical professionals as subjects of law, undermining the law’s function as a clear and reliable guideline. The study concludes that regulatory provisions exceeding delegated authority pose serious risks to legal certainty and the coherence of the legal system, and therefore require revision to restore normative consistency and protect professional discipline within a rule-of-law framework.