Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Peserta Didik Dalam Upaya Pembentukan Karakter dan Penanaman Nasionalisme Sintya Miftakhul Fadilla; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.953 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2504

Abstract

AbstrakTiap – tiap negara mempunyai peraturan yang berbeda-beda untuk menyelenggarakan Pendidikan Kewarganegaraan. Menjadi negara merdeka, Indonesia secara terpisah memberikan Pendidikan kewarganegaraan melalui mata pelajaran khusus yang disebut pendidikan ‘kewarganegaraan’, sedangkan negara lain, contonya Malaysia, menggabungkan bentuk pendidikan kewarganegaraan ke dalam mata pelajaran lain. Kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme (Tertuang dalam Pasal 37 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003). Penelitian ini dikerjakan melalui penelitian kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif, terdiri dari kutipan. Selanjutnya, Pendidikan Kewarganegaraan berlandaskan pendidikan nilaii guna terwujudnya warga negara yang terpuji, yang mempunyai kompetensi penuh berdasarkan pengetahuan keterampilan, dan sikap-sikap berdasarkan kepribadian atau karakter negara (nilai-nilai Pancasila atau Lima Prinsip Indonesia).Kata kunci: Kewarganegaraan, Pancasila, PendidikanKarakter, Jati Diri Bangsa. AbstractEach country has different regulations to organize Citizenship Education. Being an independent country, Indonesia separately provides citizenship education through special subjects called 'citizenship' education, while other countries, for example Malaysia, incorporate forms of citizenship education into other subjects. The Citizenship Education Policy in Indonesia aims to develop citizens who have the spirit of nationalism and patriotism (Contained in Article 37 of Law No. 20 of 2003). This research was carried out through qualitative research. Data were analyzed descriptively, consisting of citations. Furthermore, Citizenship Education is based on value education in order to realize commendable citizens, who have full competence based on knowledge, skills, and attitudes based on the personality or character of the state (the values of Pancasila or the Five Principles of Indonesia).Keywords: Citizenship, Pancasila, Character Education, National Identity.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Karakter Moral Pelajar di Era Modern Rayhan Zaki Gunawan; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.653 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2507

Abstract

AbstrakTujuan dari dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Pendidikan dalam membangun karakter moral pelajar di era modern. Sistem Pendidikan nilai yang efektif di sekolah diharapkan mampu menjadi pendorong para siswa mampu untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam isi materi pokok yang diajakan pendidik serta mampu dalam membangun karakter moral yang baik. metode penelitian studi literatur secara kualitatif yang diperoleh melalui proses literasi dari berbagai buku, artikel, serta jurnal yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Kesimpulan yang dapat diambil dari peran Pendidikan dalam membangun karakter moral pelajar di era modern. perlunya perencanaan yang terstruktur dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah. Perlu dilakukan suatu sistem terobosan baru dalam hal mengajar maupun dari isi materi karena hal itu akan menjadi salah satu dasar untuk mewujudkan tujuan dari Pendidikan kewarganegaraan sendiri. Ketika sistem yang dirancang tersebut efektif, maka pengimplementasian isi dari materi yang dibawakan pendidik akan diterima dengan baik oleh para siswa.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Moral, Era Modern AbstractThe purpose of this research is to find out how the role of education in building the moral character of students in the modern era. An effective value education system in schools is expected to be able to encourage students to be able to implement the values contained in the content of the subject matter invited by educators and be able to build good moral character. qualitative literature study research method obtained through the literacy process from various books, articles, and journals related to the material discussed. Conclusions that can be drawn from the role of education in building the moral character of students in the modern era. the need for structured planning of learning carried out in schools. It is necessary to make a new breakthrough system in terms of teaching as well as from the content of the material because it will be one of the bases for realizing the goals of civic education itself. When the system designed is effective, then the implementation of the content of the material presented by the educator will be well received by the studentsKeywords: Citizenship Education, High Moral Character, Modern Era
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengatasi Lunturnya Nilai Nasionalisme dan Cinta NKRI di Era Globalisasi Faradina Rizky Amalia; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.944 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2511

Abstract

AbstrakPengaruh negatif dari globalisasi berdampak besar kepada nilai-nilai kewarganegaraan masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda. Oleh karena itu, terlahirnya permasalahan rasa nasionalisme dan cinta terhadap NKRI yang memudar. Maka dari itu, penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun pemahaman akan Pendidikan Kewarganegaraan serta pengimplementasiannya pada kehidupan sehari-hari sebagai solusi utama sarana pendidikan dalam mengatasi ataupun mengantisipasi dampak negatif globalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan yang bersumber dari artikel ilmiah, makalah ilmiah, jurnal penelitian, dan laporan yang relevan, lalu disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengatasi pengaruh negatif globalisasi sangatlah pula berpengaruh hingga mengantar para pelajar generasi muda memahami dan melestarikan nilai-nilai kewarganegaraan yang ada dan terwujudnya para peserta didik yang memiliki pendirian dan jiwa nasionalisme yang tinggi, taat dan bertanggung jawab pada aturan yang berlaku, berpikir kritis, serta berkepribadian kreatif dan inovatif.Kata kunci: Globalisasi, Nilai - nilai Kewarganegaraan, Pendidikan Kewarganegaraan. AbstractThe negative influence of globalization has a major impact on the civic values of the Indonesian people, especially the younger generation. Therefore, the problem of the sense of nationalism and love for the Republic of Indonesia is fading. Accordingly, this study discusses the importance of building an understanding of Citizenship Education and its implementation in everyday life as the main solution for educational facilities in overcoming or anticipating the negative impacts of globalization. This study uses a qualitative method. Collecting data using library research sourced from scientific articles, scientific papers, research journals, and relevant reports, then submitted descriptively. The results of this study indicate that the role of civic education in overcoming the negative effects of globalization is also very influential so as to lead the younger generation of students to understand and preserve existing civic values and the realization of students who have a high attitude and spirit of nationalism, are obedient and responsible for applicable rules, critical thinking, as well as creative and innovative personality.Keywords: Globalization, Civic Values, Citizenship Education.
Implikasi Media Sosial Terhadap Formulasi Kebijakan Publik Khasanah Nur Latifah; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.035 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2525

Abstract

AbstrakDengan adanya revolusi industri 4.0 ini, membawa kemajuan terhadap teknologi terkhususnya media sosial. Indonesia merupakan negara demokrasi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, dengan memanfaatkan media sosial masyarakat bisa memberikan partisipasi politiknya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan keefektifan media sosial terhadap formulasi kebijakan publik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian case study (studi kasus) dan bersifat deskriptif berdasarkan perolehan data dari masyarakat dengan sumber informasi jurnal. Hasil penelitian membuktikan bahwa media sosial dinilai efektif dalam penyampaian aspirasi, dengan media sosial ini dapat mempermudah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Tentunya, dengan kebebasan berpendapat yang ada, kita juga harus memperhatikan nilai dan norma yang berlaku.Kata kunci: Media Sosial, Aspirasi, Formulasi Kebijakan AbstractWith the industrial revolution 4.0, advances in technology, especially social media. , Indonesia is a democratic country that is oriented towards the welfare of the people. Therefore, by utilizing social media the community can provide political participation. The purpose of the study was to determine the influence and effectiveness of social media on the formulation of public policies. The method used in this research is a qualitative approach method with the type of case study and descriptive research based on data acquisition from the public with journal information sources. The results of the study prove that social media is considered effective in conveying aspirations, with social media it can facilitate communication between the government and the community. Of course, with the existing freedom of expression, we must also pay attention to the prevailing norms.Keywords: Social Media, Aspiration, Policy Formulation
Inkonsistensi Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia di Era Society 5.0 Qatrunnada Yasinta; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.554 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2527

Abstract

AbstrakPerkembangan globalisasi yang terjadi didunia ini mempengaruhi banyak sekali sektor dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan. Dari banyaknya perubahan yang terjadi i ada satu hal yang sangat mempengaruhi di semua sektor yaitu revolusi industry society 5.0 termasuk perubahan yang sangat amat pesat, sebelumnya indrusti ini sudah pernah berjalan di era sebelumnya yaitu Society 4.0. Industri ini pada awal mulanya adalah revolusi diam-diam yang dimulai Jepang karena menjajikan masyarakat untuk selalu berevolusi. Fokus dari society 5.0 ini mementingkan masyarakat dapat berinovasi di bidag teknologi informasi. Teknologi Informasi pada saat ini sangat mempengaruhi pada seluruh bidang dan sektor di kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan. Di era society4.0 hanya berfokus pada satu sektor, yaitu sektor industry tetapi seiring berjalannya waktu society 5.0 ini sudah berkembang sehingga sekarang fokusnya ada di beberapa bidang seperti di sektor ekonomi dan pendidikan. Tujuan dari revolusi ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menggunakan semua potensi yang telah diperoleh.Kata kunci: globalisasi, revolusi, society AbstractThe development of globalization that occurs in this world affects many sectors and changes that are very significant. From the many changes that have occurred to me, there is one thing that greatly affects all sectors, namely the society 5.0 industrial revolution, including very rapid changes, the industry has previously been running in the previous era,  Society 4.0. This industry was originally a silent revolution that started in Japan due to the promise of society to always evolve. The focus of society 5.0 is that people can see the field of information technology. Information technology at this time greatly affects all fields and sectors of people's lives, including the field of education. In the era of society4.0 it only focused on one sector, namely the industrial sector but over time society 5.0 developed so that now the focus is on several fields such as the economic and education sectors. The aim of this revolution is to improve the quality of people's lives by using all the potential that has been obtained.    Keywords: globalization, revolution, society
Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh dan Pengaruhnya Terhadap Nasionalisme Mahasiswa Sharfina Putri; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.772 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2528

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah teknologi dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan melihat efektifitas metode pembelajaran jarak jauh khususnya pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, terhadap tingkat kewarganegaraan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang mengutamakan studi kepustakaan yang berkaitan dengan masalah penelitian tentang efektivitas pembelajaran online pada tingkat nasionalisme siswa. Penelitian kepustakaan juga berarti suatu metode pengumpulan informasi dengan membaca buku, artikel, surat kabar dan laporan-laporan lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Studi literatur juga berguna untuk memperoleh informasi melalui berbagai referensi yang relevan. Jurnal ini akan melihat efektivitas pembelajaran moral serta implementasi nasionalisme siswa terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan cara ini, diharapkan pihak-pihak yang berkepentingan, baik pengawas pendidikan, peran pemerintah, maupun masyarakat umum untuk lebih memperhatikan Pendidikan Kewarganegaraan untuk memperkuat semangat nasionalisme siswa dalam menghadapi tantangan akibat pandemi Covid 19.Kata kunci: Covid 19, Nasionalisme, Pendidikan Kewarganegaraan, Pembelajaran Jarak Jauh AbstractThe COVID-19 pandemic has changed various aspects of human life, one of which is technology and education. This study aims to assess and see the effectiveness of distance learning methods, especially in Citizenship Education courses, on the level of student nationality. The method used in this research is library research which prioritizes literature studies related to research issues on the effectiveness of online learning on the level of student nationalism. Literature research also means a method of gathering information by reading books, articles, newspapers and other reports that are related to research problems. Literature study is also useful for obtaining information through various relevant references. This journal will look at the effectiveness of moral learning as well as implementing student nationalism towards Citizenship Education lessons. In this way, it is hoped that interested parties, both education supervisors, the role of the government, and the general public will pay deeper attention to Citizenship Education to strengthen the spirit of student nationalism in facing the challenges caused by the Covid 19 pandemic.Keywords: Covid 19, Nationalism, Citizenship Education, Distance Learning
Upaya Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Untuk Melawan Globalisasi Ivan Putra Minarso; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.842 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2539

Abstract

AbstrakKeberadaan pemikiran mengenai usaha mempertahankan persatuan serta kesatuan dan menguatkan jati diri bangsa Indonesia di era globalisasi sangatlah penting untuk didalami. Peranan mahasiswa ini telah banyak dinantikan karena mereka memiliki eksistensi serta pola pikir kritis yang masih bisa ditingkatkan. Kilas balik mengenai sejarah yang telah menyatakan beberapa fenomena bahwasanya mahasiswa berpeluang besar dalam memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia di era globalisasi. Prosedur penelitian yang digunakan dalam posting ini adalah prosedur penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas beberapa fakta menarik terkait upaya penguatan persatuan dan kesatuan dalam menghadapi globalisasi bagi pelajar di Indonesia. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dengan daya saing yang besar mereka ingin memahami aktivitas politik khususnya masalah-masalah sosial yang fundamental di dunia, sehingga penerapan kompetisi adalah memahami neoliberalisme. Dalam kasus persatuan dan kesatuan mahasiswa di Indonesia, masalah ini lebih dibawa ke arah lingkungan mengingat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan bagi perubahan peradaban di Indonesia.Kata Kunci: Persatuan, Mahasiswa, Globalisasi AbstractThe existence of ideas about efforts to maintain unity and integrity and strengthen the identity of the Indonesian nation in the era of globalization is very important to be explored. The role of these students has been eagerly awaited because they have an existence and a critical mindset that can still be improved. Flashbacks on history have shown several phenomena that students have a great opportunity in strengthening the unity and integrity of Indonesia in the era of globalization. The research procedure used in this post is a qualitative research procedure. The purpose of this study is to discuss some interesting facts related to efforts to strengthen unity and integrity in the face of globalization for students in Indonesia. The results of the research obtained are that with great competitiveness they want to understand political activity, especially fundamental social problems in the world, so that the application of competition is to understand neoliberalism. In the case of student unity and integrity in Indonesia, this problem is brought to the environment considering the position of students as agents of change for civilizational change in Indonesia.Keywords: Union, Students, Globalization
Pengaruh Berita Hoax Terhadap Kesatuan dan Persatuan Bangsa Muhammad Rama Diennova Sulistyo; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.41 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2540

Abstract

AbstrakHoax merupakan berita palsu yang belum tentu faktanya biasanya berisi tentang ujuran kebencian, memprovokasi, melibatkan tentang SARA atau apapun yang bisa menyebabkan konflik antar sesama masyarakat Indonesia. Pengaruh berita hoax terhadap bangsa Indonesia sangat lah berbahaya karena dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Karna masyarakat Indonesia masih terbiasa percaya terhadap berita yang belum jelas sumbernya berasal, masyarakat seringkali terbawa berita hoax juga karna tidak membaca keseluruhan isi di dalam berita, hal ini sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia karna masyarakat jadi mudah terprovokasi setelah melihat berita yang belum jelas sumbernya yang mengakibatkan kesalah pahaman antar pihak. Dari berbagai sumber ini bisa disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia masih rentan terhadap berita palsu dengan adanya dukungan tentang isu yang bercerita dari mulut ke mulut tentang isu yang tidak ada sumbernya. Berita hoax juga mampu memicu terjadinya konflik terhadap suku, ras, agama, dan politik di Indonesia. Ini harus segara di atasi oleh masyarakat itu sendiri agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax. Hoax menimbukan kekacauan di masyarakat dan dapat memperuntuh masyarakat di Indonesia solusi untuk mengatasi berita hoax dengan cara literasi media sosial dan daya pikir masyarakat untuk teliti dalam membaca berita di internet agar tidak mudah terprovokasi.Kata kunci: Berita Palsu, Kesatuan, Internet AbstractHoax is fake news that is not necessarily true, usually contains hate speech, provokes, involves SARA or anything that can cause conflict among Indonesian people. The influence of hoax news on the Indonesian nation is very dangerous because it can divide the unity and integrity of the Indonesian nation. Because Indonesian people are still used to believing in news whose source is not clear, people are often carried away by hoax news because they don't read the entire content in the news, this is very dangerous for the unity and integrity of the Indonesian nation because people are easily provoked after seeing news that is not clear. source which resulted in misunderstanding between the parties. From these various sources, it can be concluded that the Indonesian people are still vulnerable to fake news with support for issues that tell word of mouth about issues that have no source. Hoax news is also able to trigger conflicts against ethnicity, race, religion, and politics in Indonesia. This must be immediately addressed by the community itself so that it is not easily influenced by hoax news. Hoax pile up in society and can undermine people in Indonesia. The solution to dealing with hoax news is by means of social media literascy and people thinking power to be careful in reading news on the internet so that they are not easily provakedKeywords: Hoax, Unity, internet
Kontribusi Mahasiswa Dalam Menghadapi Westernisasi Sebagai Bentuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Gentur Sahadewa; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.23 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2541

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, dan ras dapat memberikan keuntungan dan potensi perpecahan. Perlu adanya semangat persatuan dan kesatuan untuk mempertahankan keberagaman tersebut. Seiring perkembangan zaman, upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan tidak luput dari berbagai tantangan. Kemajuan teknologi membawa masyarakat ke sebuah proses yang dinamakan globalisasi. Salah satu bentuk fenomena globalisasi adalah adanya westernisasi pada kehidupan masyarakat. Adanya westernisasi ini berpengaruh negatif terhadap budaya, baik itu bahasa maupun sikap gotong royong yang selama ini mencerminkan persatuan dan kesatuan. Selain itu, merebaknya paham kapitalisme juga ikut andil dalam mempengaruhi persatuan dan kesatuan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa patut berkontribusi dalam menangani masalah westernisasi ini. Jurnal ini membahas apa saja dampak westernisasi pada masyarakat dan bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi untuk menanggulangi permasalahan akibat westernisasi.Kata kunci: Westernisasi, Persatuan, Kesatuan, Mahasiswa AbstractIndonesia as a country consisting of various ethnic groups, cultures, religions and races can provide advantages and potential for division. There needs to be a spirit of unity and unity to maintain this diversity. Along with the times, efforts to maintain unity and integrity are not without challenges. Advances in technology bring society to a process called globalization. One form of the phenomenon of globalization is the westernization of people's lives. The existence of this westernization has a negative effect on culture, both language and mutual cooperation, which so far reflect unity and integrity. In addition, the spread of capitalism also contributed to influencing unity and integrity. Students as the nation's next generation should contribute in dealing with this westernization problem. This journal discusses what are the impacts of westernization on society and how students can contribute to overcoming problems caused by westernization.Keywords: Westernization, Unity, Integrity, Students
Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Sebagai Upaya Mewujudkan Pemerintahan Yang Transparan dan Akuntabel Hanina Nafisa Azka; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.231 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2575

Abstract

AbstrakKebebasan dan keterbukaan adalah dua hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak setiap warga negara untuk mengakses informasi publik. Sebagai negara yang berasas demokrasi, setiap kebijakan publik harus dapat dipertanggungjawabkan kembali kepada rakyat.  Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah memiliki acuan atas memenuhi hak atas kebebasan mengakses informasi bagi setiap warganya demi mewujudkan negara demokrasi. Adanya kebebasan untuk melihat, memperoleh, dan mengakses informasi tentu menciptakan sistem pemerintahan yang bersih, transparan, serta meningkatkan keikutsertaan dan kepercayaan khalayak umum dalam setiap perumusan kebijakan dan langkah-langkah yang berkaitan dengan kepentingan khalayak umum. Negara yang menerapkan keterbukaan informasi publik dapat dikatakan sebagai negara yang transparan dan akuntabel. Selain itu, sistem pemerintahan yang bersifat terbuka dapat meminimalisasi adanya praktik-praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaran negaraTulisan ini mencoba mengutarakan hubungan antara adaya keterbukaan informasi publik dalam sistem pemerintahan sebagai upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good government). Kata kunci: Kebebasan, Keterbukaan, Hak, Transparansi. AbstractFreedom and openness are two things related to the fulfillment of the right of every citizen to access public information. As a country based on democracy, every public policy must be accountable to the people. With the enactment of Law Number 14 of 2008 concerning Openness of Public Information, it becomes a reference for the government to fulfill the right to freedom of access to information for every citizen in order to create a democratic state. The freedom to view, obtain, and access information will create a clean, transparent government system, and increase public participation and trust in the formulation of public policies related to the interests of the general public. Countries that implement public information disclosure can be said to be transparent and accountable countries. In addition, an open government system can minimize the practice of collusion, corruption, and nepotism (KKN) in the administration of the state. This paper tries to describe the relationship between the openness of public information in the government system as an effort to realize good government.Keywords: Freedom, Openness, Hak, Transparency.