Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN KETAHANAN MARITIM DAN KEAMANAN MARITIM DALAM MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL INDONESIA Marjanuddin Ali Sidik; Bayu Asih Yulianto; Herlina Juni Risma Saragih; Pujo Widodo; Panji Suwarno
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3338-3353

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki cakupan 2/3 wilayah yang terdiri dari perairan. Kondisi ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki limpahan sumberdaya alam yang tinggi, dengan fakta bahwa Indonesia berhadapan dengan berbagai Tantangan, Ancaman, Hambatan hingga Gangguan (TAHG) yang berpotensi mengancam keutuhan negara. Konsep keamanan nasional saat ini menitikberatkan aspek yang mengutamakan keamanan insani untuk melindungi warga negaranya dari berbagai bentuk ancaman serta memberikan kebebasan untuk mempertahankan kesejahteraan hidupnya. Dalam kebijakan keamanan nasional Indonesia terlihat bahwa keamanan maritim berhubungan dengan kondisi lingkungan maritim yang terhindar dan bebas dari berbagai jenis ancaman terhadap wilayah kedaulatan Indonesia. Ketahanan dalam konsep keamanan maritim secara singkat berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya laut secara optimal demi peningkatan kesejahteraan mereka. Penulisan ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan melakukan kajian literatur dari berbagai sumber pustaka. Pengelolaan domain kemaritiman oleh Indonesia berkaitan erat dengan posisi strategis sebagai pivot dalam kedudukan yang krusial pada jalur perdagangan maupun transportasi laut maka hal ini menjadikan Indonesia memiliki bentuk tantangan tersendiri dalam pengelolaan keamanan nasional (kamnas) yang mencakup konsep keamanan maritim dengan dimensi ketahanan maritim.
IMBPiracy's Twitter Sentiment Analysis for Indonesia with Nvivo 12 Plus Chalid Darmawan; Rudiyanto Rudiyanto; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 1 (2023): IJHESS AUGUST 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i1.393

Abstract

The rapid advancement of technology is matched by the rapid dissemination of information via social media, including information related to piracy. On the other hand, in maritime sociology conflicts, the presence of social media can polarize the international community, damage peace movements, promote violent agendas, and spread false and inaccurate information. Twitter is one of the social media platforms whose data is still open for processing. Writing this article aims to find out positive and negative sentiments about piracy news in Indonesia from Twitter IMBPiracy using the Nvivo 12 plus application. The method used is descriptive qualitative to describe the results of IMBPiracy's Twitter sentiment analysis with the Nvivo 12 Plus application. The data was taken from IMBPiracy's official Twitter from 2010 to 2022 using the Ncapture application. From the data collected, it is then analyzed to find out the country of origin and the number of negative and positive tweets. In this study, the results were found, namely IMBPiracy's tweets were dominated by France, which contributed 47 tweets. Meanwhile, an analysis of IMBPiracy's tweets about piracy in Indonesia shows mostly negative sentiment. Of course, these negative tweets can hurt the identity of the Indonesian nation as a formidable maritime nation.
Separatism In The Perspective Of International Law And National Security: A Case Study Of The Armed Criminal Group (Kkb) In Papua Chehafni Damanik; Panji Suwarno; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 1 (2023): IJHESS AUGUST 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i1.598

Abstract

The separatist movement in Papua, known as the Armed Criminal Group (KKB), has been a phenomenon in recent years. The KKB is a group of armed individuals advocating for the independence of West Papua from Indonesia. They engage in a series of activities including attacks on security forces, extortion, facility burnings, and human rights violations. Addressing the separatist movement of the KKB in Papua involves efforts to resolve the conflict peacefully, promote dialogue, strengthen regional autonomy, and address the root causes of the conflict. Long-term solutions require collaboration between the Indonesian government, Papuan community leaders, and separatist groups willing to adopt peaceful political approaches and respect international law. This paper will investigate the issue of separatism in the context of international law, focusing on the case study of the armed criminal group in Papua. The research aims to analyze the international legal responses to separatist movements that employ violence and illegal methods to achieve their goals, involving the analysis of international law concerning state sovereignty, human rights, and enforcement of international law. The data used in this study includes international legal instruments in decision-making.