Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dan terus meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Hipertensi sering terjadi pada lansia. Pelaksanaan pengobatan hipertensi diharapkan lansia mampu untuk mengontrol hipertensinya, namun banyak lansia yang tidak termotivasi untuk mengontrol tekanan darahnya akibat kurangnya dukungan sosial keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam pengontrolan hipertensi di posyandu lansia di Kelurahan Tipo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 30 orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (86,7%) memiliki dukungan sosial keluarga yang baik dengan motivasi lansia dalam pengontrolan hipertensi di posyandu lansia. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh terdapat hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam pengontrolan hipertensi di posyandu lansia di Kelurahan Tipo dengan nilai p sebesar 0,001 (p ? 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan sosial keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia dalam memotivasi lansia untuk mengontrol hipertensinya karena dukungan keluarga dapat meningkatkan dorongan kepada lansia dalam menjalankan kegiatan lansia sehari-hari sehingga sangat diharapkan keluarga mampu untuk selalu mendukung lansia agar selalu termotivasi dalam mengontrol hipertensinya.