muhammad faishal hibban
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANFAAT TUMBUHAN DALAM AL QUR’AN BAGI KESEHATAN (PENDEKATAN TAFSIR ILMI) Mahmud Rifaannudin; Muhammad Faishal Hibban
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2022): Available online since 25 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57163/almuhafidz.v2i1.32

Abstract

Al Quran bukanlah sebuah kitab ilmiah akan tetapi di dalam nya memberikan Ilmu pengetahuan, Fadl Rahman di dalam buku nya mengukapkan bahwa alam semesta dan semua proses kauniyahnya adalah tanda tanda (ayat) atau bukti terpenting dari penciptaan Allah, Semua yang tercipta di dunia ini mempunyai manfaat bagi manusia begitu pula dengan Tumbuh tumbuhan Karena tumbuhan dianggap sebagai sumber sebagian besar makanan yang dimakan manusia untuk kesehatan sedangkan pada zaman ini masalah kesehatan menjadi semakin menakutkan. Dalam berbagai literatur dan fakta menunjukan bahwa tinginya tingkat kerentanan manusia terhadap penyakit Untuk mengurai permasalahan di atas penulis menggunakan metode deskriptif dan Analisis dan pengumpulan data dari perpustakaan dengan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini: Mentimun untuk Kesehatn kulit. Bawang putih untuk mencegah flu dan penyakit jantung. Bawang merah untuk mengurangi kadar gula. Kacang kacangan untuk menjaga kesehatan pencernaan. Jahe untuk menyembuhkan sembelit dan menghangatkan tubuh. Bidara untuk mengurangi cidera hati dan penvernaan. Zaitun untuk mencegah penyakit jantung. Anggur untuk memperlancar peredaran darah Delima untuk kesehatan empedu. Dan tin untuk mengobati sakit perut.
Mahabah According to KH Hasyim Asy'ari and Its Actualization on Religious Tolerance Ryan Arief Rahman Arief Rahman; Muhammad Faishal Hibban; Burhan Lukman Syah; Bayu Sunarya
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol 18 No 1 (2023): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v18i1.2518

Abstract

This study examines the concept of mahabah in the context of Indonesian cultural and religious diversity and its potential for promoting religious tolerance. The Indonesian nation is diverse, with multiple cultures and religions, which can be a great strength or source of conflict. The worst impact of conflicts between cultures and religions is the loss of tolerance between them. To promote interfaith tolerance in Indonesia, it is important to imply the concept of mahabah in socializing, which is interpreted as love/affection in every religion. Kiai Haji Hasyim Asy'ari is an Indonesian Muslim figure who has influenced the unity of the Indonesian nation, and this study explores his concept of mahabah and its actualization on religious tolerance. The library research method collects data by studying various literature, such as books, archives, and written works related to KH Hasyim Asy'ari. According to KH Hasyim Asy'ari, mahabah, in the context of Sufism, is the faith of a servant in his god by following the Quran and Sunnah. In the social context, the servant of God will give rise to tolerance, even between religious people. By exploring the concept of mahabah in the context of Indonesian cultural and religious diversity, this study seeks to promote religious tolerance and social harmony in Indonesia.