Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Kecemasan Akademik Siswa Di Mts Negeri 3 Bantul Rino Candra Kusuma Putra; Perianto, Eko
Edunesia Journal Vol 2 No 01 (2025): Educational of Indonesian Journal (Edunesia Journal)
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v2i01.8118

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kecemasan akademik siswa di MTs Negeri 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII, guru bimbingan dan konseling, dan wali kelas sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling berperan dalam memberikan layanan bimbingan kelompok untuk membantu siswa menghadapi kecemasan akademik. Guru BK memberikan dukungan emosional, membantu siswa memahami sumber kecemasan mereka, serta mengajarkan strategi coping yang efektif. Selain itu, kolaborasi dengan wali kelas bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Peran aktif guru bimbingan dan konseling terbukti penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa, membantu mereka mengatasi tekanan akademik, dan mendorong keberhasilan akademik. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi sekolah lain dalam pengembangan program BK yang efektif. Kata kunci: Guru Bimbingan dan Konseling, Kecemasan Akademik, Bimbingan Kelompok  
DAMPAK PERILAKU VERBAL BULLYING PADA KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA YOGYAKARTA Trimiasih; Perianto, Eko
Edunesia Journal Vol 2 No 02 (2025): Educational of Indonesian Journal (Edunesia Journal)
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v2i02.9178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perilaku Verbal  bullying terhadap kepercayaan diri siswa di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku Verbal  bullying yang terjadi di lingkungan sekolah serta menjelaskan bagaimana dampak perilaku tersebut terhadap aspek psikologis dan sosial siswa, khususnya pada kepercayaan diri mereka. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima siswa korban verbal bullying, guru bimbingan dan konseling, serta teman sebaya. Uji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin kredibilitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Verbal  bullying memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil pengumpulan data lapangan, ditemukan dua fokus utama sesuai rumusan masalah penelitian, yaitu: (1) bentuk perilaku Verbal  bullying yang terjadi di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dan (2) dampak perilaku Verbal  bullying terhadap kepercayaan diri siswa. Bentuk Verbal  bullying yang paling sering muncul meliputi ejekan terhadap penampilan fisik, warna kulit, status sosial, gaya berpakaian, dan kemampuan akademik. Dampak yang ditimbulkan berupa perasaan rendah diri, takut berbicara di depan umum, menarik diri dari lingkungan sosial, serta hilangnya motivasi belajar. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan guru BK dan teman sebaya dapat membantu siswa korban memulihkan kembali rasa percaya dirinya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif melalui layanan konseling individual, bimbingan kelompok, serta pendidikan karakter untuk mencegah dan menangani kasus verbal bullying. Kata Kunci: verbal bullying, kepercayaan diri, siswa SMP, bimbingan dan konseling
School Counselors Strategies in Promoting Psychological Well-Being and Addressing Bullying Related Trauma Perianto, Eko; Anggraini, Anis; Saputri, Cinta Marsela Valensia Iban
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i3.2026.5

Abstract

This study aims to describe how school counselors help students achieve psychological well-being and how to overcome trauma caused by bullying at school. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The subjects or informants in this study were school counselors, students, students who were bullies, and students who were victims of bullying. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity used triangulation of sources, techniques, and time. The results of the study indicate that student psychological well-being at school is achieved through several activities carried out by school counselors. Services include individual counseling, group counseling, classical guidance, thematic counseling programs, career guidance, and crisis intervention. School counselors also play a strategic role in fostering student psychological well-being through structured, responsive, and collaborative services. School counselors address the impact of trauma caused by bullying at school through several strategies, including prevention and mitigation. Prevention strategies include counseling services on the dangers of bullying, education on communication ethics, wise use of social media, and routine patrols in the school environment. Mitigation strategies include individual counseling for both perpetrators and victims to prevent trauma and mediation to resolve conflicts. Both prevention and intervention strategies are effective in restoring victims' emotional well-being, increasing motivation to learn, and raising awareness among perpetrators to prevent repeat bullying.