Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM KELOMPOK USAHA BERSAMA FAKIR MISKIN (KUBE-FM) DI KECAMATAN DUHIADAA KABUPATEN POHUWATO Sakbir Sakbir
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.672 KB) | DOI: 10.31314/jppe.v3i2.918

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Poor Poor Joint Business Group program in Duhiadaa District, Pohuwato Regency. The results showed that; socialization has not been maximized because it is only done on limited forums. The target group of this program is right on target, this can be seen from the rigorous selection process in determining the distribution of aid. Stimulant assistance is considered inadequate. The suitability of the type of business and assistance is not appropriate, this is because to make a different business certainly requires a different amount of capital. Distribution of venture capital assistance is very good, namely by providing assistance in the form of goods in accordance with the type of business. Counseling business skills are minimal. Limited funds are the main factor in this problem. The assistance process did not run optimally due to lack of assistance and lack of budget to form more assistance teams
Prososial Behavior Aparatur Sipil Negara Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara Tri Mentari Putri Humagi; Salma Rivani Luawo; Sakbir Sakbir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.744

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menegetahui Prososial Behavior Pada ASN dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penedekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku prososial ASN, khususnya dalam aspek kerja sama, tolong-menolong, dan kejujuran, masih belum optimal dan menimbulkan dampak signifikan. Kurangnya kerja sama yang terstruktur menghambat efektivitas pelayanan publik dan melemahkan semangat gotong royong masyarakat. Minimnya tolong-menolong menciptakan kesan ASN kurang peduli terhadap kebutuhan mendesak, pada akhirnya menurunkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Sementara ketidaktransparanan dan perlakuan pilih kasih dalam kejujuran menghambat terciptanya pemerintahan yang transparan, dan memperburuk kualitas hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, diperlukan langkah perbaikan yang lebih terarah dan konsisten sesuai nilai-nilai budaya local
Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Gorontalo Retno Krisnawati; Rifka S Akibu; Sakbir Sakbir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengn jenis penelitian deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil di Badan Keuangan dan Aset Derah Kabupaten Gorontalo belum terlaksana dengan optimal, hal ini tampak dari kedisiplinan yang rendah di kalangan pegawai dapat menghambat produktivitas dan menurunkan kualitas pekerjaan. Selanjutnya adalah kurangnya keterbukaan di antara pegawai dapat menyebabkan informasi penting terhambat dan komunikasi yang tidak efektif. Selain itu bahwa para pegawai kurang saling menghargai sehingga tercipta suasana kerja yang penuh ketegangan dan konflik, dan maish kurangnya kerjasama antar pegawai yang menyebabkan tim sulit untuk bekerja secara efektif