Salma Rivani Luawo
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Egalitarian Pemerintah Desa dalam Perbaikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rahmatiah Rahmatiah; Dondick W. Wiroto; Zulaecha Ngiu; Salfa Boki; Salma Rivani Luawo
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i4.1032

Abstract

The purpose of this study is to describe the egalitarian cultural problems of the concept of BUMDes power in North Gorontalo Regency. The methods used qualitative research methods. Based on the results of the study it was found that; (1) The mindset of the community is still minimal in making product innovations from their natural and cultural wealth; (2) The entrepreneurship program supported by the Village Fund has not been able to encourage increased changes in the economic growth of the village, and (3) There has been no cooperation with external parties in building a market network to sell innovative products. So it can be concluded that, the concept of egalitarian culture towards changes in the bureaucracy of BUMDes can be carried out if it gets support from business actor agents.
Prososial Behavior Aparatur Sipil Negara Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara Tri Mentari Putri Humagi; Salma Rivani Luawo; Sakbir Sakbir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.744

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menegetahui Prososial Behavior Pada ASN dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penedekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku prososial ASN, khususnya dalam aspek kerja sama, tolong-menolong, dan kejujuran, masih belum optimal dan menimbulkan dampak signifikan. Kurangnya kerja sama yang terstruktur menghambat efektivitas pelayanan publik dan melemahkan semangat gotong royong masyarakat. Minimnya tolong-menolong menciptakan kesan ASN kurang peduli terhadap kebutuhan mendesak, pada akhirnya menurunkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Sementara ketidaktransparanan dan perlakuan pilih kasih dalam kejujuran menghambat terciptanya pemerintahan yang transparan, dan memperburuk kualitas hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, diperlukan langkah perbaikan yang lebih terarah dan konsisten sesuai nilai-nilai budaya local
Mobilisasi Modal Budaya dan Implikasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Era Teknologi 5.0 Salma Rivani Luawo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mobilisasi modal budaya lokal yang mendorong pertumbuhan ekonomi di era teknologi 5.0. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, produk budaya yang semula terbatas pada simbol identitas lokal, kini dapat menjadi barang komoditi melalui platform digital. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang berfokus pada bisnis "Dahlia Go," sebuah usaha kecil yang mengangkat kue kering “Karawo”, sebagai bisnis yang menggerakan ekonomi local. Kue Karawo adalah kue ciri khas daerah Gorontalo, sebagai warisan yang dilestarikan turun temurun. Dengan memanfaatkan media sosial, memperkenalkan Kue Karawo ke masyarakat luas, dan memberi dampak positif dalam pada pelaku usaha itu sendiri dan para pekerja “Dahlia Go”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya adalah asset yang mendatangkan nilai ekonomi dengan cara memanfaatkaan teknologi digital. Melalui platform digital milik “Dahlia Go”, misalnya Facebook, Instagram, Tik tok dan Whatsapp, telah membantu memperluas pasar produk budaya lokal ini baik secara nasional maupun internasional. Digitalisasi telah mengubah cara pemasaran dan meningkatkan daya saing produk, memberikan peluang usaha yang lebih luas, dan tentunya menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat local dan berkelanjutan.