Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SKOR RISIKO DIABETES MELLITUS BERKORELASI DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA: SKRINING DIABETES MELLITUS TIPE-2 PADA MASYARAKAT Yenny Yenny; Elly Herwana; Raditya Wratsangka
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.753 KB) | DOI: 10.25105/akal.v3i2.13879

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes mellitus tipe-2 (DM-2) terus meningkat di masyarakat. Informasi yang berkaitan dengan risiko DM-2 dan deteksi dini diperlukan guna menurunkan morbiditas dan mortalitas. Tujuan: menentukan prevalensi prediabetes, DM-2 dan korelasi antara skor risiko DM-2 dengan kadar gula darah puasa dan sewaktu pada masyarakat. Metode: Survei dilakukan pada 200 partisipan bertempat tinggal disekitar sekolah Regina Pacis di wilayah Palmerah-Jakarta Barat pada tanggal 26 Maret 2022. Skor risiko DM-2 ditentukan menggunakan kuesioner. Kategori prediabetes dan DM ditentukan berdasarkan kadar gula darah puasa dan sewaktu. Korelasi Spearman digunakan untuk menentukan korelasi skor risiko diabetes mellitus dengan gula darah puasa dan sewaktu. Batas kemaknaan yang digunakan p<0,05. Hasil: Rerata partisipan berusia 51,4 ± 11,6 tahun, mayoritas berusia >40 tahun yaitu 171 (85,5%) orang, perempuan yaitu 120 (60%) orang, risiko DM-2 tinggi sebesar 105 (52%) orang. Diagnosis berdasarkan gula darah puasa: prediabetes yaitu 43 (44,8%) orang, DM-2 sebesar 17 (17,7%) orang.Diagnosis berdasarkan gula darah sewaktu: prediabetes 26 (25%) orang, DM-2 sebesar 12 (11,5%) orang.Total peserta yang terdeteksi perdiabetes berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan sewaktu yaitu 69 (34,5%) orang, DM-2 yaitu 29 (14,5%) orang. Ada korelasi bermakna antara skor risiko DM-2 dengan kadar gula darah puasa (r=0,21; p<0,042). Kesimpulan: Prevalensi prediabetes (34,5%), DM-2 (14,5%). Ada korelasi bermakna antara skor risiko DM-2 dengan kadar gula darah puasa. Tindakan protektif preventif melalui edukasi dan deteksi dini perlu dilakukan secara kontiniu guna menurunkan morbiditas dan mortalitas DM-2.