Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI UMUM DI KELURAHAN PASIRJATI KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG Sari Pitriyanti; Joni Dawud; Sait Abdullah
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Media Administrasi Terapan
Publisher : Jurnal Media Administrasi Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.448 KB) | DOI: 10.31113/jmat.v3i1.40

Abstract

Kelurahan Pasirjati berdasarkan indeks kepuasan masyarakat dan Elektronik Kepuasan Masyarakat Pemerintah Kota Bandung. Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan administrasi umum tersebut di perlukan strategi berdasar atas analisis internal dan eksternal lingkungan sebagai acuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik. Oleh Fred R. David digunakan perumusan strategi yang tepat melalui pendekatan dengan tahapan menganalisis matriks IFE dan EFE, kuadran IFE dan EFE, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Dari hasil analisis rating dan bobot IFE-EFE, kuadran SWOT, matriks SWOT dan Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) yang sudah dilakukan, hasilnya strategi yang dilakukan adalah Strategi Agresif (SO) peningkatan kualitas pelayanan administrasi umum di Kelurahan Pasirjati yaitu perluasan akses distribusi pelayanan dan pelayanan mobile. 
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi Umum di Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung Kota Bandung Sari Pitriyanti; Joni Dawud; Sait Abdullah
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 3 No. 1 (2022): Vol. 3 No. 1 Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v3i1.40

Abstract

The purpose of this study was to determine the general administration services in Pasirjati Village based on the community satisfaction index and the Electronic Community Satisfaction of the Bandung City Government. In an effort to improve the quality of public administration services, a strategy based on internal and external environmental analysis is needed as a reference. This study uses a descriptive analytic qualitative approach. (Fred David:2015) used the right strategy formulation through an approach with the stages of analyzing the IFE and EFE matrices, the IFE and EFE quadrants, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). From the results of the IFE-EFE rating and weight analysis, SWOT quadrant, SWOT matrix and Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) that have been carried out, the results of the strategy carried out are Aggressive Strategies (SO) to improve the quality of public administration services in Pasirjati Village, namely expanding access to service distribution and mobile services.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENILAIAN KOMPETENSI PEMERIKSA DI BPK RI PERWAKILAN PROVINSI JAWA BARAT MUHAMMAD INDRA YANUAR ADITYA; Teni Listiani; Sait Abdullah
JRPA - Journal of Regional Public Administration Vol. 8 No. 2 (2023): JRPA - Journal of Regional Public Administration
Publisher : LPPM UNSAP & FISIP UNSAP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines about the implementation of auditor competence assessment policy at the Audit Board of the Republik of Indonesia (BPK) to assess the competence of auditors in conducting audit that produce high quality and provide recommendations for the managements and accountability of state finances in achieving national goals. The objectives of this research are to analyzing the implementation of auditor competence assessments policy at the Representative Office in West Java, analyzing the factors that support and hinder the implementation and provide an alternative implementation model for improving the success of the auditor competence assessment policy implementation. The research approach used is a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and secondary data and the data validity is tested through source triangulation. The results of the research show that there are factors that hinder the implementation, including the limited number of classes used for role training, the timing of role training that may not be suitable, and the lack of understanding between examiners and auditors in explaining audit experiences. These hindering factors can be addressed through the utilization of digital media like online classes and involving senior auditors as a mentor for the examination team to explain the alternative audit procedures.
Model Kinerja Pegawai Bina Mental Spiritual Bidang Kesra Dalam Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota Sukabumi Eris Endarwati; Sait Abdullah; Muhamad Nur Afandi; Abdul Rahman; Teni Listiani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kinerja pegawai Bina Mental Spiritual Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Sukabumi. Penyelenggaraan MTQ merupakan program strategis bidang keagamaan yang keberhasilannya sangat bergantung pada kinerja pegawai pengelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen terhadap informan yang dipilih secara purposive, melibatkan pegawai, pimpinan, serta pemangku kepentingan terkait pelaksanaan MTQ. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan penerapan triangulasi untuk menjamin kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh tujuh dimensi utama, yaitu kemampuan pegawai, kejelasan peran dan tanggung jawab, dukungan organisasi, sistem penghargaan, mekanisme evaluasi dan umpan balik, kesesuaian tugas dengan kompetensi, serta lingkungan kerja. Ketujuh dimensi tersebut dikelompokkan ke dalam faktor penggerak, faktor pengarah, dan faktor pendukung yang saling berinteraksi membentuk kinerja secara dinamis. Model kinerja yang dirumuskan bersifat holistik dan aplikatif, serta dapat digunakan sebagai alat diagnosis dan dasar perumusan strategi peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan manajemen kinerja sektor publik, khususnya dalam konteks pelayanan keagamaan dan penyelenggaraan MTQ di tingkat daerah.
Strategi Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Ketua RT RW Di Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Watnaria Dian Utami; Sait Abdullah; Muhamad Nur Afandi; Teni Listiani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10300

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi kepemimpinan Ketua RT dan RW di Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi pengelolaan administrasi yang masih manual, keterbatasan penguasaan teknologi informasi, rendahnya efektivitas komunikasi sosial, serta belum optimalnya kemampuan perencanaan strategis dalam mendorong partisipasi masyarakat, termasuk kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dilengkapi analisis tematik berdasarkan teori kompetensi kepemimpinan Robert Katz (technical skill, human skill, conceptual skill) dan analisis Fishbone untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi ketua RT/RW relatif kuat pada aspek human skill, namun masih memerlukan penguatan pada aspek technical skill dan conceptual skill. Strategi peningkatan kompetensi disusun melalui pendekatan pengembangan SDM yang berkelanjutan, pelatihan terarah, pendampingan, serta digitalisasi administrasi. Penelitian merekomendasikan prioritas utama pada peningkatan kemampuan konseptual (perencanaan strategis), diikuti peningkatan keterampilan teknis berbasis teknologi, serta penguatan komunikasi partisipatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kepemimpinan lingkungan.
Strategi Peningkatan Kompetensi Tim Fasilitasi Monitoring Dan Evaluasi Melalui Metode Analisis SWOT/QSPM Setiyono Setiyono; Sait Abdullah; Ely Sufianti; Abdul Rahman
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10335

Abstract

Sumber daya manusia yang kompeten merupakan faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan daerah, termasuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Tim Fasilitasi, Monitoring, dan Evaluasi (FASMONEV) P2RW Kecamatan Gunungpuyuh memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas program. Namun, pelaksanaan tugas tim masih menghadapi berbagai kendala kompetensi, baik pada aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kompetensi Tim FASMONEV serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara induktif. Untuk perumusan strategi digunakan analisis SWOT yang diperkuat dengan matriks IFE, EFE, SPACE, TOWS, dan penentuan prioritas strategi menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Tim FASMONEV belum merata, terutama pada pemahaman teknis pembangunan, analisis RAB, serta kemampuan penyusunan rekomendasi berbasis data. Analisis strategis menempatkan tim pada Kuadran I (agresif), yang menunjukkan kondisi internal cukup kuat dan didukung peluang eksternal. Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas adalah penguatan kapasitas SDM berbasis praktik, diikuti penataan manajemen kerja dan kolaborasi, optimalisasi sistem dan prosedur kerja, serta adaptasi regulasi dan mitigasi risiko organisasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi P2RW.
Strategi Peningkatan Kompetensi Petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Studi Kasus Puskesos “CEKAS” (Cekatan Edukatif Kreatif Amanah Santun) Kelurahan Benteng Kota Sukabumi Tri Hastuti; Sait Abdullah; Muhamad Nur Affandi; Hendrikus T. Gedeona
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10373

Abstract

Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) merupakan layanan terintegrasi di tingkat kelurahan yang berperan strategis sebagai garda terdepan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial masyarakat. Namun, implementasi Puskesos masih menghadapi kendala, terutama pada aspek kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kompetensi petugas Puskesos “CEKAS” (Cekatan Edukatif Kreatif Amanah Santun) Kelurahan Benteng Kota Sukabumi serta merumuskan strategi peningkatan kompetensinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive meliputi Dinas Sosial, UPT SLRT, petugas Puskesos, dan unsur masyarakat pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan lima dimensi kompetensi Spencer & Spencer serta diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi petugas belum optimal, terutama pada dimensi pengetahuan dan keterampilan teknis, ditandai rendahnya pemahaman regulasi, keterbatasan penggunaan teknologi (SIKS-NG), ketergantungan pada individu kunci, serta rendahnya disiplin kehadiran. Meski demikian, petugas memiliki kekuatan berupa motivasi altruistik-spiritual, empati, dan kedekatan dengan masyarakat. Berdasarkan skor IFAS 3,50 dan EFAS 3,25, posisi strategi berada pada Kuadran I (agresif), sehingga strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui mentoring berbasis pengalaman, penguatan identitas profesional melalui sertifikasi dan kemitraan pelatihan, serta pembelajaran kolaboratif antar Puskesos pilot project. Strategi ini dinilai realistis, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan.