Awang Eka Novia Rizali
FSRD USAKTI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DUNIA MAYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ALTERNATIF: STUDI KASUS FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VIRTUAL Awang Eka Novia Rizali; Dody Setianto; Elda Franzia; Susy Irma A
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.52 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1112

Abstract

AbstractThe development and innovation of new information technology are making the Facebook as a phenomenon in virtual world which offer easier ways to access human needs to interact and to socialize with each other.Facebook becomes a virtual communication media, which means unreal or almost become real, where connection among user thrgough features in Facebook becomes almost real condition that provide the ulfillment of needs and attrack the user.The presence and popularity of Facebook as social networking sites in urban community become the acknowledgement of communication transformation system in society. Facebook confirms urban society position as anonym society public space. Facebook becomes a communication culture phenomenon in urban society. A phenomenon invites many pros and contra from its positive and negative impacts,The using of Facebook can effect the accumulation of social capitalusing, and the improvement of technology and gadget innovation become tool and real approve of new pattern in human social relation. AbstrakPerkembangan, penciptaan , dan penemuan teknologi informasi baru, melahirkan fenomena Facebook sebagai salah satu situs di dunia maya yang menawarkan segala kemudahan untuk menjembatani kebutuhan manusia agar dapat tetap berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Facebook menjadi media komuniaksi virtual yang bermakna tidak nyata atau hampir menyerupai , sehingga hubungan yang terjalin antar pengguna melalui fitur-fitur tersebut merupakan kondisi yang mendukung pemenuhan kebutuhan dan menimbulakna keterikatan dan candu bagi penggunanya.Kehadiran dan kepopuelran Facebook sebagai situs jejaring sosial dan sistem komunikasi dalam masyarakat. Facebook menegaskan posisi masyarakat urban sebagai masyarakat anonim, di mana seseorang dikenali dan diakui keberadaannya melalui akun di dunia maya, dalm bentuk ruang publik free society. FAcebook telah menjadi fenomenabudaya komunikasi di masyarakat perkotaan. Sebuah fenomena yang menimbulkan pro dan kontra, dan dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Penggunaan Facebook dapat emmpengaruhi akumulasi penggunaan kapital sosial, sehingga perkemabnagan teknologi dan inovasi gadget menjadi alat dan bukti nyata dalam membentuk pola-pola baru dalam hubungan sosial manusia
PERAN ANTROPOMETRI PADA FUNGSI DAN BENTUK KIOS ROKOK SEBAGAI TEMPAT BERJUALAN, PENYIMPANAN DAN BERTEDUH Diah Asmarandani; Awang Eka Novia Rizali
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.317 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1474

Abstract

Abstract Nowadays, most public areas function as social interaction such as comercial areas. Therefore, a lot of areas are used for business activities. Public areas such as green areas, parks, bus shelters are filled with people selling their product. Vendors selling herbal drink, household utensils, clothing, magazines, phone-cards, cigarettes and many more manipulate those areas to make money. This fact shows the role of cigarette stands in big cities, which is viewed from functional and ergonomical aspect. Abstrak Saat ini banyak ruang publik dan jalanan menjadi kawasan untuk berinteraksi sosial, diantaranya menjadi kawasan komersial; banyak wilayah yang dimanfaatkan untuk berjualan. Wilayah ruang publik seperti kawasan jalur hijau, taman, halte bis dan wilayah parkir serta ruang jalan dapat menjadi koridor kaki lima, Pedagang Kaki Lima (PKL) seperti warung jamu, pedagang alat rumah tangga sampai pakaian, kios majalah, kios selular, kios rokok dan banyak lagi lainnya memanfaatkan wilayah ini untuk melakukan transaksi berjualan. Tulisan ini mengangkat peranan kios rokok di kota¬kota besar, ditinjau dari aspek fungsi, bentuk dan ergonominya
ESTETIKA PADA FRAME SEPEDA BALAP MERLIN TIPE CYRENE Awang Eka Novia Rizali
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.461 KB) | DOI: 10.25105/dim.v11i1.1897

Abstract

AbstractThe Aesthetic of Type Cyrene Merlin Road Race Frame. Type Cyrene Merlin road race frame is one of the innovative designs of Tom Kellogg and produced by Merlin Metal Work, known as one of the best bike production in Tennessee, USA. Produce uniquely with laser engraved motif on the frame pipe, this bike won The Best Titanium Bike in North American Handmade BicycleShow. This paper explained about the aesthetic analysis of the product design with the formalistic aspect, the technical aspect, and the ergonomic aspect which affect the function of the product. The formalistic analysis instruments consistof intra-aesthetic factors. From the analysis concluded that the aesthetic value of the product is not a single value but blended with technology. The Type Cyrene Merlin road race frame is becoming the high value product that produced withhigh accuracy and craftsmanship when still focused on functional aspect and the user comfort.AbstrakEstetika pada Frame Sepeda Balap Merlin Tipe Cyrene. Frame sepeda balap Merlin tipe Cyrene merupakan salah satu karya inovatif dari Tom Kellogg yang diproduksi oleh Merlin Metal Work, salah satu produsen sepeda terbaik di dunia yang berlokasi di Tennessee, Amerika Serikat.Diproduksi secara khusus dengan motif hiasan grafir laser dipermukaan pipa frame, frame sepeda ini memenangkan The Best Titanium Bike di North American Handmade Bicycle Show. Makalah ini memaparkan analisis estetika pada desain produk dengan analisis aspek formalistik dan instrumen analisis yang meliputi faktor-faktor intraestetik, dilanjutkan dengan analisis aspek teknis dan ergonomis yang mempengaruhi fungsi produk. Dari analisis tersebut disimpulkan bahwa nilai estetis suatu produk pada akhirnya tidak lagi menjadi satu nilai murni tetapi berbaur dengan teknologi. Frame sepeda balap Merlin tipe Cyrene menjadi produk bernilai tinggi yang diproduksi denganketelitian dan craftsmanship serta tetap memperhatikan aspekfungsional dan kenyamanan pada penggunaanya.