Latar Belakang: Petani padi memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kerja, terutama keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) dan kelelahan kerja. Aktivitas pertanian yang dilakukan secara berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang dapat memicu kedua masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada petani padi di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi aktif di Kelurahan Kayawu yang berjumlah 145 orang. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 60 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur MSDs dan Fatigue Severity Scale (FSS) untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada rentang usia 41-51 tahun (54,1%) dan berjenis kelamin perempuan (56,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani padi mengalami keluhan MSDs dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 51 responden (85%). Sisanya mengalami keluhan berat (10%) dan keluhan ringan (5%). Untuk variabel kelelahan kerja, mayoritas responden mengalami kelelahan kerja sedang, yaitu 37 responden (61,7%), sementara 23 responden (38,3%) mengalami kelelahan kerja berat. Kesimpulan: Keluhan muskuloskeletal disorder dan kelelahan kerja merupakan permasalahan kesehatan yang umum terjadi pada petani padi di Kelurahan Kayawu. Keduanya didominasi oleh tingkat keluhan sedang. Faktor usia dan jenis kelamin diduga turut mempengaruhi kejadian ini, di mana petani yang lebih tua dan berjenis kelamin perempuan menunjukkan kecenderungan lebih tinggi mengalami keluhan.