Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toponymy of Gampong Names in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency Irmayana Irmayana; Mohd. Harun; Maya Safhida
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16913

Abstract

This study aims to describe the toponymy of village (gampong) names in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency based on their naming aspects. This research employs a descriptive qualitative method. The data of this study consist of informants’ narratives containing the origins of village naming in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency. The data sources are informants who are native residents and local traditional leaders. Data were collected through observation and interviews. The results show that the toponymy of village names in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency is based on three naming aspects: the embodiment aspect, the social aspect, and the cultural aspect. There are 37 villages referring to the embodiment aspect, 21 villages referring to the social aspect, and one village referring to the cultural aspect in their naming.
Nomophobia pada Generasi X, Y, Dan Z Maya Khairani Khairani; Irmayana Irmayana; Marty Mawarpury; Haiyun Nisa
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2565

Abstract

Telepon seluler atau ponsel merupakan hasil perkembangan teknologi yang dianggap lumrah penggunaannya saat ini. Tanpa disadari penggunaan telepon seluler secara berlebihan menyebabkan berbagai dampak buruk bagi penggunanya. Nomophobia muncul sebagai salah satu masalah perilaku kecanduan terhadap telepon seluler. Beberapa faktor yang memengaruhi nomophobia yaitu jenis kelamin, harga diri, kepribadian, dan usia. Berbagai lapisan usia atau generasi menggunakan telepon seluler dan mengalami nomophobia yang berbeda-beda baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nomophobia antara generasi X, Y dan Z di Aceh. Penelitian ini melibatkan 360 individu yang lahir antara tahun 1960-2007 yang menggunakan telepon seluler cerdas (smartphone) yang dipilih melalui teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui No Mobile Phone Phobia Questionnaire (NMP-Q) dengan koefisien reliabilitas 0,972. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis One Way ANOVA diperoleh nilai p=0,000(p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nomophobia antara generasi X, Y dan Z di Aceh. Perbedaan ini berimplikasi pada kemampuan manajemen diri, dan kecenderungan menjadi candu gawai jika tidak dikelola.