Desi Ariyana Rahayu
Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari Ariana Salwa; Desi Ariyana Rahayu
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.048 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10365

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang mengharuskan jantung untuk bekerja lebih berat dalam memompa darah keseluruh tubuh disebut dengan penyakit hipertensi. Suatu metode yang diimplementasikan untuk mengobati hipertensi dengan menggabungkan terapi spiritual dan juga do’a agar bisa melakukan penyembuhan secara fisik maupun psikis disebut dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Riset yang dilakukan bertujuan melakukan analisis keefisienan metode SEFT terhadap tingkat penyembuhan hipertensi. Teknik yang diimplementasikan dalam riset ini yakni teknik descriptive melalui asuhan keperawatan. Sampel dalam riset menggunakan tiga responden pada pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah penderita hipertensi, dengan kriteria penderita hipertensi yang sedang tidak menjalani komplementer, penderita hipertensi primer, mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden dan dilakukan pada dewasa akhir umur 40-60 tahun. Berdasarkan riset yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu adanya perubahan yang signifikansi terhadap penurunan hipertensi dengan mengimplementasikan metode SEFT.
Efektivitas Terapi Musik Klasik pada Pasien Halusinasi Pendengaran Afif Mutaqin; Desi Ariyana Rahayu; Arief Yanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.10392

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala dari gangguan persepsi sensori yang dapat dialami oleh penderita gangguan jiwa. Perubahan perilaku yang dapat muncul pada penderita halusinasi ialah mencurigai, takutan, perasaan yang tidak aman, gelisah, bingung, perilaku merusak diri sendiri, kurang diperhatikan orang, tidak mampu mengambil keputusan, dan tidak mampu membedakan keadaan nyata dan tidak nyata. Halusinasi pendengaran yang  berasal dari dalam diri individu atau dari luar individu sendiri, suara yang didengar dapat dikenalnya, jenis suara tunggal maupun multiple bisa dianggap dapat memerintah tentang perilaku individu itu sendiri. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara nonfarmakologi, terapi nonfarmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satunya terapi nonfarmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik klasik, terapi musik klasik ini dilakukan 7 hari secara berturut – turut. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif melalui proses asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran. Pendekatan pengukuran yang dipergunakan adalah pre dan post test design. Studi dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Subjek studi kasus dengan 3 orang yang di dapatkan melalui nonprobability sampling. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien. Pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran setelah dilakukan terapi musik klasik yang diterapkan oleh penulis. Penerapan musik klasik terbukti mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pasien.