Arief Yanto
Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur lansia melalui penerapan tindakan relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan Arief Yanto; Lyananda Sindy Febriyanti
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.682 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10246

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan yang tidak jelas disertai dengan perasaan, ketidakpastina, ketidakberdayaan, ketidaknyamanan dan Ketika diri merasa ketidakamanan. Kecemasan ini adalah masalah Kesehatan mental yang paling umum terjadi pada lansia. Kecemasan pada lansia adalah ditandai dengan gangguan tidur, penarikan diri dan perilaku mengisolasi, dan perilaku kompulsif lainya. Penanganan kecemasan salah satunya bisa diatasi dengan menggunakan Teknik non farmakologi yaitu dengan non farmakologi salah satunya yaitu dengan menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala kecemasan. Studi kasus ini menggunakan metode deskritif studi dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien kecemasan yang berjumlah 3 responden yang diperoleh dari pre test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kecemasan yang dirasakan diukur menggunakan HARS-A(Hamilton Rating Scale For Anxiety). Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan kecemasan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 2 minggu dengan 4x pertemuan dan lama waktu yang digunakan 15-20 menit terjadi penurunan skala kecemasan dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah kecemasan sedang dengan nilai rata-rata 26 dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif kecemasan dapat menurun menjadi kecemasan ringan dengan nilai rata-rata 15. Terapi relaksasi otot ptogresif menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada lansia.
Efektivitas Terapi Musik Klasik pada Pasien Halusinasi Pendengaran Afif Mutaqin; Desi Ariyana Rahayu; Arief Yanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.10392

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala dari gangguan persepsi sensori yang dapat dialami oleh penderita gangguan jiwa. Perubahan perilaku yang dapat muncul pada penderita halusinasi ialah mencurigai, takutan, perasaan yang tidak aman, gelisah, bingung, perilaku merusak diri sendiri, kurang diperhatikan orang, tidak mampu mengambil keputusan, dan tidak mampu membedakan keadaan nyata dan tidak nyata. Halusinasi pendengaran yang  berasal dari dalam diri individu atau dari luar individu sendiri, suara yang didengar dapat dikenalnya, jenis suara tunggal maupun multiple bisa dianggap dapat memerintah tentang perilaku individu itu sendiri. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara nonfarmakologi, terapi nonfarmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satunya terapi nonfarmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik klasik, terapi musik klasik ini dilakukan 7 hari secara berturut – turut. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif melalui proses asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran. Pendekatan pengukuran yang dipergunakan adalah pre dan post test design. Studi dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Subjek studi kasus dengan 3 orang yang di dapatkan melalui nonprobability sampling. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien. Pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran setelah dilakukan terapi musik klasik yang diterapkan oleh penulis. Penerapan musik klasik terbukti mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pasien.