Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Fenomenologi terkait Psychological Well-Being pada Pelaku Usaha Batik di Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan Mochammad Eric Suryakencana Wibowo
INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Vol. 5 No. 4 (2022): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia - Edisi September 2022
Publisher : Forum Inovasi Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.359 KB) | DOI: 10.31842/jurnalinobis.v5i4.246

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kesejahteraan psikologis dari para pelaku usaha batik di Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan. Terdapat enam dimensi utama dari psychological well-being yang digunakan untuk mengungkap dan menjawab pertanyaan atas fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan wawancara mendalam digunakan sebagai teknik pengumpulan data primer untuk selanjutnya diolah dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) guna mengarahkan pada hasil kesimpulan yang tepat. Sebanyak delapan orang yang merupakan pelaku usaha batik di Kampoeng Batik Kauman telah menjadi partisipan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keenam dimensi utama sangat berperan dan mendominasi atas pembentukkan kesejahteraan psikologis dalam diri dan kehidupan dari masing-masing partisipan. Meski secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa kesejahteraan psikologis dari para pelaku usaha ini masuk ke dalam kategori eudaimonic tangguh, namun salah satu dimensi justru memunculkan temuan fakta terbaru yakni para partisipan tidak memenuhi dimensi ini.
IMPROVING DIGITAL LITERACY FOR AISYIYAH ENTREPRENEURS TO WIN BUSINESS COMPETITION IN THE PANDEMIC PERIOD (SURAKARTA RESIDENCY STUDY) Dwi Eko Waluyo; Pradana Jati Kusuma; Mochammad Eric S. W.
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1532

Abstract

Digital literacy training for women entrepreneurs Aisyiyah at the Surakarta Residency provides a series of activities in winning business competition during the pandemic. The purpose of this training to increase digital literacy, to provide knowledge and skills about basic concepts in product planning and marketing, including pricing, product life cycle, utilization of marketing channels and integrated marketing efficiency. The methods used in this training include in-depth interviews, discussions, practicals, and interactive counseling. This training provides by creating an online store and understanding the concept and understanding of building a competitive business and marketing. It is hoped that The Aisyiyah Entrepreneurial School can add insight, ideas, and business opportunities effectively and overcome the obstacles and faced in running a business during the Covid-19 pandemic and also can develop their business so that they can increase their income and welfare and be able to become a sustainable business in the future.
Peningkatan Kompetensi Diri untuk Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Di Era Society 5.0 bagi Pelajar Nahdlatul Ulama Di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Mochammad Eric Suryakencana Wibowo; Miftachul Mujib; Pradana Jati Kusuma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1030

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini berdampak pada hilangnya jutaan pekerjaan lama dan munculnya pekerjaan-pekerjaan baru. Kondisi ini menyebabkan banyak calon tenaga kerja tidak memiliki kesiapan dalam persaingan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru tersebut. Ditambah lagi dengan munculnya konsep Society 5.0 yang menuntut calon tenaga kerja menguasai kecakapan creativity, critical thinking, communication dan collaboration. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah organisasi pelajar IPNU IPPNU di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Rendahnya kesiapan para pelajar yang tergabung dalam IPNU IPPNU dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan, ditambah dengan kurangnya pemahaman manajemen organisasi para pengurusnya, menjadi alasan Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan workshop bagi anggota organisasi mitra. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai persiapan yang harus dilakukan bagi anggota mitra dalam menghadapi persasingan kerja di Era Society 5.0 serta memberikan pemahaman tentang manajemen organisasi yang efektif. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode workshop yang berisi penyampaian materi yang terbagi dalam 2 sesi, yaitu materi Manajemen Organisasi (Sesi 1) dan Personal Branding  untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja di Era Society 5.0 (Sesi 2). Pemberian program ini secara umum dapat memberikan manfaat bagi organisasi mitra dengan membantu mengurangi permasalahan yang dihadapi yaitu dengan bertambahnya pemahaman para pengurus organisasi mengenai manajemen organisasi yang baik serta semakin menguatnya kesiapan para peserta dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era Society 5.0. Improving Self Competence for Readiness to Enter the World of Work in the Era of Society 5.0 for Nahdlatul Ulama Students The Industrial Revolution 4.0 affects the loss of millions of old jobs and the emergence of new jobs. This condition causes many prospective workers to be unprepared for the competition for these new jobs. It's coupled with the emergence of Society 5.0 that requires probable workers who are experts in creativity, critical thinking, communication and collaboration. Partner in this community service activity is the student organization, IPNU IPPNU, based in Sawangan District, Magelang Regency. The reason for the Community Service Team to provide workshops for members of the partner is that students who are members of IPNU IPPNU have low readiness to face job competition in the future, coupled with low understanding of the managerial knowledge of the organization. The purpose of this activity are to provide an understanding of managerial knowledge of the organization effectively. It also shared insight into the preparations made to enter the world of work in the Society 5.0 era. The implementation of Community Service was carried out using the workshop method that contains materials, divided into two sessions, i.e Modern Organizational Management (Session 1) and Personal Branding to increase readiness to enter the world of work in Era Society 5.0 (Session 2). This program provide benefits to partner organizations to reduce the problems faced, i.e. by increasing the understanding of managerial knowledge regarding good organizational management and strengthening the readiness of participants in preparing to enter the world of work in the era of Society 5.0
Pelatihan Pembuatan Souvenir Kreatif Sebagai Upaya Pengembangan Diri dan Pengelolaan Keuangan Anak Asuh di Yayasan Al-Kahfi Michael Ari Sulistia Putra; Destyana Putri Arsanti; Vicky Oktavia; Almira Santi Samasta; Mochammad Eric Suryakencana Wibowo
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.10055

Abstract

The community service program carried out through a creative souvenir-making workshop at the Al-Kahfi Foundation was designed as an initiative to strengthen the self-development potential and financial management skills of foster children. The program focused on providing participants with practical experience in creating creative souvenir products that possess economic value, while simultaneously introducing fundamental concepts of financial literacy. These concepts included cost planning, pricing strategies, simple profit calculations, and basic financial record-keeping to help participants understand the flow of income and expenses. The implementation of the program involved several stages, such as theoretical instruction on creativity and entrepreneurship, demonstrations of souvenir production techniques, hands-on practice sessions, group-based mentoring, and evaluations of both the finished products and participants’ financial notes. The results showed notable improvements in the foster children’s creativity, independence, and self-confidence, as well as better awareness and skills in managing finances in a more organized and responsible way. Overall, this community service program was effective in integrating creative skill development with basic financial literacy, serving as an empowerment effort to prepare foster children for a more independent, productive, and sustainable future.
Peningkatan Kreativitas dan Literasi Keuangan melalui Experiental Learning pada Anggota Dasawisma Seruni 2 Ainur Rachma Fitriya; Nur Khasanah; Vicky Oktavia; Almira Santi Samasta; Mochammad Eric Suryakencana Wibowo
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.10071

Abstract

Abstract. This community service activity aims to improve the creativity, self-development, and financial literacy of Dasawisma Seruni 2 Cempolorejo members through training in making snack bouquets and education on family financial management. The problems faced include low self-confidence, limited creative skills, and suboptimal ability to manage household finances, including determining selling prices and calculating business capital. The activity was carried out using a participatory approach with an experiential learning method that emphasizes learning based on direct experience. A total of 15 participants participated in a series of activities that included self-development materials, basic family financial management, and direct practice in making snack bouquets. Data were collected through observation, discussion, and evaluation of participants' work, then analyzed descriptively qualitatively. The results of the activity showed an increase in participants' creativity and technical skills, understanding of cost planning, and increased motivation to develop home businesses. This activity contributed to strengthening family economic capacity and opening opportunities for sustainable creative skills-based micro-enterprises at the local women's community level of Dasawisma Seruni 2 Cempolorejo.