Ida Ayu Laksmita Sari
Prodi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mendulang Mutiara Kata: Identifikasi dan Intertektualitas Ekspresi Kearifan Lokal Dalam Sastra Bali Modern I Nyoman Darma Putra; Ida Ayu Laksmita Sari
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 2 (2019): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i2.706

Abstract

Banyak ungkapan terkenal di masyarakat yang asal-usulnya kurang diketahui oleh publik, padahal ungkapan itu berasal dari karya seni seperti lagu atau karya sastra. Ungkapan-ungkapan seperti “jaen hidup di Bali” (enak hidup di Bali), “sakadi ngurug pasih” (ibarat menimbun samudera), “gede ombak gede angin” (ombak besar angin kencang), dan “tresnane ajur lebur satonden kembang” (kasih layu sebelum berkembang) adalah ekspresi kearifan lokal Bali yang bisa dirunut jejaknya lewat karya sastra. Artikel ini bertujuan untuk mendulang, menggali, mengumpulkan, dan menganalisis kata-kata mutiara yang terkandung dalam sastra Bali modern. Data yang terkumpul dianalisis dengan intertekstualitas untuk melihat hubungan antara ungkapan dalam sastra dan dalam sumber lainnya serta perbedaan makna kontekstualnya. Hasil analisis menunjukkan ada tujuh jenis kata-kata mutiara yang banyak muncul dalam karya sastra Bali modern, yaitu sesonggan (pepatah), sesawangan (perumpamaan), seloka (bidal), wawangsalan, sesimbing, peparikan, dan bladbadan. Dari ketujuh bentuk itu, sesonggan (pepatah) yang paling banyak muncul karena paling efektif untuk menyampaikan ungkapan secara tidak langsung.