Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA PJJ MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK ANGKATAN V: PJJ MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK ANGKATAN V iwantara iwan
Widyadewata Vol. 5 No. 1 (2022): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v5i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya : (1) Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta, (2) Pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar peserta, (3) Pengaruh lingkungan kelas terhadap hasil belajar peserta, (4) Pengaruh motivasi belajar, kemandirian belajar dan lingkungan kelas secara bersama-sama terhadap hasil belajar peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methode. Pengumpulan data dilakukan dengan 1) teknik dokumentasi dengan memanfaatkan nilai hasil belajar pada laporan pelaksanaan pelatihan, 2) teknik kuesioner dengan memanfaatkan angket untuk mendapatkan data motivasi belajar, kemandirian belajar dan lingkungan kelas dan 3) Metode wawancara dengan memanfaatkan pedoman wawancara untuk memperoleh kedalaman data motivasi belajar, kemandirian belajar dan lingkungan kelas. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda yang didahului dengan melakukan uji normalitas, multikolineritas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian dengan uji t menunjukkan : (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta dengan koefisien korelasi r_xy sebesar 0,934 dan mempunyai pengaruh sebesar 25,31% (t_hitung = 3,190), (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemandirian belajar terhadap hasil belajar peserta dengan koefisien korelasi r_xy sebesar 0,937 dan mempunyai pengaruh sebesar 20,89% (t_hitung 2,397), (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan lingkungan kelas terhadap hasil belajar peserta dengan koefisien korelasi r_xy sebesar 0,966 dan mempunyai pengaruh sebesar 49,84% (t_hitung 4,952) dan (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan motivasi belajar, kemandirian belajar dan lingkungan kelas terhadap hasil belajar yang ditunjukkan oleh Fhitung sebesar 266,088 dengan sig < 0,001 serta mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap hasil belajar sebesar 96%. Rekomendasi penelitian ini yaitu agar (1) peserta meningkatkan motivasi dan kemandirian belajarnya, (2) fasilitator memaksimalkan penyediaan bahan diklat terutamanya video tutorial untuk pelatihan berbasis TIK, (3) penyusunan program pelatihan berbasis kebutuhan ditingkatkan dan ada seleksi kemampuan awal peserta sebelum mengikuti pelatihan
Kompetensi Abad 21 Menuju Tahun Emas 2045 iwantara iwan
Widyadewata Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v6i2.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik menghadapi abad 21 dan tahun emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka atau literatur review menggunakan sumber data dari beberapa jurnal dan buku. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif untuk dapat memberi gambaran kompetensi yang dibutuhkan oleh siswa atau mahasiswa sebagai generasi Indonesia yang siap menuju tahun emas 2045. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang dibutuhkan adalah integrasi antara kompetensi dasar dan kompetensi holistik terintegrasi sebagaimana yang dirumuskan pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan di tahun 2020. Kompetensi dasar meliputi (1) kompetensi keberagamaan (religiosity competence); (2) kompetensi kewarganegaraan (citizenship competence), (3) literasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa (IPTEKSB), (4) kompetensi digital; (5) kompetensi belajar untuk belajar. Sedangkan kompetensi holistik terintegrasi terdiri atas: (1) kompetensi untuk hidup (biologis); (2) kompetensi untuk kehidupan (sosial, budaya, dan alam); dan (3) kompetensi untuk penghidupan (ekonomi).