I Gusti Made Suka Arnawa
Institut Pariwisata Dan Bisnis Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HR Development in The Mas Ubud Bali Tourism Village in Facing The Era of Tourism 4.0 I Gusti Made Suka Arnawa; Nyoman Agus Trimandala; I Made Darsana
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 3 (2022): August: Social Science, Economics
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.093 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i3.632

Abstract

The change in tourism industry players and consumers moving towards digital is one of the phenomena that emerged in the tourism era 4.0. The Covid-19 pandemic has triggered an adjustment of business processes to this era. Reflecting on this, the tourist village of Mas Ubud Bali must adapt to tourism in the 4.0 era, adapting the capabilities of its human resources. From this review, the purpose of this study is to describe the development of human resources in the tourist village of Mas Ubud Bali in the face of the tourism era 4.0. This research is a descriptive qualitative research with data collection techniques through interviews. The results of the study conclude that the human resources of the tourist village of Mas Ubud Bali are ready to face the tourism era 4.0, because the human resources already have theoretical abilities, technical abilities, digital abilities, and personal abilities. However, of the four capabilities, there needs to be an increase in digital skills and personal abilities, because both are still not optimal. This research is expected to be a recommendation material for tourism village managers in compiling a relevant HR development model to be applied in the tourism 4.0 era.
Analisis City Branding Denpasar Sebagai Kota Wisata Budaya I Gusti Made Suka Arnawa; I Putu Arnawa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi city branding “The Heart of Bali” sebagai identitas Kota Denpasar sebagai kota wisata budaya serta mengevaluasi efektivitasnya dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya city branding dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata, sekaligus adanya kesenjangan antara identitas Denpasar sebagai kota wisata budaya dengan persepsi wisatawan yang masih cenderung mengenal Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen pemerintah, data statistik, serta berbagai publikasi yang relevan dengan city branding dan pariwisata budaya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan mengacu pada konsep City Brand Hexagon dari Anholt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi city branding “The Heart of Bali” dilakukan melalui pengembangan daya tarik wisata budaya, pelestarian budaya lokal, penyelenggaraan festival budaya, dan promosi destinasi berbasis budaya. Budaya lokal menjadi fondasi utama dalam pembentukan identitas Kota Denpasar yang direpresentasikan melalui berbagai aset budaya, tradisi masyarakat, dan aktivitas seni budaya yang masih berlangsung secara berkelanjutan. City branding tersebut telah berkontribusi dalam membangun citra Denpasar sebagai kota wisata budaya. Namun, efektivitasnya belum optimal karena positioning Denpasar sebagai destinasi wisata budaya masih belum sekuat destinasi unggulan lainnya di Bali. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi destinasi, promosi digital, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat citra dan daya saing Denpasar sebagai kota wisata budaya yang berkelanjutan.