Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi city branding “The Heart of Bali” sebagai identitas Kota Denpasar sebagai kota wisata budaya serta mengevaluasi efektivitasnya dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya city branding dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata, sekaligus adanya kesenjangan antara identitas Denpasar sebagai kota wisata budaya dengan persepsi wisatawan yang masih cenderung mengenal Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen pemerintah, data statistik, serta berbagai publikasi yang relevan dengan city branding dan pariwisata budaya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan mengacu pada konsep City Brand Hexagon dari Anholt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi city branding “The Heart of Bali” dilakukan melalui pengembangan daya tarik wisata budaya, pelestarian budaya lokal, penyelenggaraan festival budaya, dan promosi destinasi berbasis budaya. Budaya lokal menjadi fondasi utama dalam pembentukan identitas Kota Denpasar yang direpresentasikan melalui berbagai aset budaya, tradisi masyarakat, dan aktivitas seni budaya yang masih berlangsung secara berkelanjutan. City branding tersebut telah berkontribusi dalam membangun citra Denpasar sebagai kota wisata budaya. Namun, efektivitasnya belum optimal karena positioning Denpasar sebagai destinasi wisata budaya masih belum sekuat destinasi unggulan lainnya di Bali. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi destinasi, promosi digital, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat citra dan daya saing Denpasar sebagai kota wisata budaya yang berkelanjutan.