Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu, Dukungan Keluarga dan Peran Tenaga Kesehatan Terhadap Pemberian ASI Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di RSUD Labuang Baji Makassar Ikrawanty Ayu Wulandari; Basuki Rahmat MS
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.163 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v1i1.33

Abstract

Berdasarkan Data Sulawesi Selatan hanya 30,1%. Sebagian besar proses menyusui dilakukan pada kisaran waktu 1- 6 jam setelah bayi lahir, namun masih ada 11,1 % yang dilakukan setelah 48 jam, Jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif di Sulawesi Selatan tahun 2008 yaitu 57,48% dan tahun 2007 yaitu 57,05%. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan di RSUD Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melalukan pendekatan croos sectional study untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan jumlah populasi 699 orang dan jumlah sampel 87 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh untuk varaibel pengetahuan ibu nilai P = 0,408 > α = 0,05. diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI kolostrum di RSUD Labuang Baji Makassar untuk variable dukungan keluarga nilai P = 0,036 < α = 0,05.ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI kolostrum di RSUD Labuang Baji Makassar. Untuk variabel P = 0,477 > α = 0,05. tidak ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan pemberian ASI kolostrum di RSUD Labuang Baji Makassar. Kesimpulan dari tiga variabel yaitu pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan yang berhubungan dengan pemberian ASI kolostrum pada bayi baru lahir di RSUD Labuang Baji Makassar hanya variabel dukungan keluarga sehingga perlu meningkatkan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI kolostrum pada ibu dengan cara meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap pentingnya pemberian kolestrum pada bayi baru lahir
Faktor-Faktor yang Berhubungan Terjadinya Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa Tahun 2017 Idha Farahdiba; Basuki Rahmat MS
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.484 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v1i2.138

Abstract

Angka kematian maternal bayi baru lahir di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 74.000 orang adalah bayi berat lahir rendah (29%), asfiksia (27%), trauma lahir, tetanus neonatorum, infeksi lain dan kelainan kongenital (34%). Asfiksia adalah kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan teratur sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut, yang mempengaruhi seluruh metabolisme tubuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur ibu, paritas, dan persalinan lama dengan Asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Gowa. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross sectional sampelnya adalah bayi yang baru lahir pada bulan Januari – Juni 2017 dengan jumlah 36. Penelitian ini menggunakan data checklist secara acak yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Gowa, dengan menggunakan uji statistik Chi–square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur ibu p= 0,000 < dari α = 0,05, paritasp.value p= 0,002 < dari sig = 0,05, persalinan lama p= 0,000 < dari sig = 0,05. Kesimpulan dari penelitian hubungan yang bermakna antara umur ibu, paritas, dan persalinan lama dengan asfiksia. Disarankan kepada tenaga kesehatan setempat untuk mempromosikan dan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan