Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Standing Of Branch Offices Of A Limited Company Nadila Manda Sari; Annisa Nurul Husna; Salsabila Yasmin; Rafinsyah Adhimulya Himawan; Mirza Fuqaha Sayyidin Ganing
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 3 (2022): August: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.801 KB) | DOI: 10.35335/legal.v11i3.400

Abstract

In creating a Limited Liability Company in Indonesia, the founder of the company seek to use economic principles as much as possible, one of which is opening a location close to raw materials, labor, or consumer markets in order to broaden the scope of their operations. As a result, the head office created branch offices in several areas. This study seeks to determine the legal standing of a limited company's branch offices. The branch office is directly accountable to the head office, hence the head office is responsible for all actions and legal consequences that result. In that instance, the legal standing of the branch office will follow that of the main office, and the branch office will not be able to stand on its own legally.
A Paralisis Periodik Hipokalemia Dengan Renal Tubular Asidosis Tipe Distal: Laporan Kasus Annisa Nurul Husna; Anisa Novia Mahestari; Gita Puspitasari; Nida'an Khafiya
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.4886

Abstract

Pendahuluan: Paralisis periodik hipokalemia merupakan episode kelemahan otot berat yang jarang terjadi dengan prevalensi 1:100.000. Renal tubular asidosis terjadi saat ginjal tidak mampu menjaga homeostasis normal asam-basa karena defek tubular dalam ekskresi asam atau reabsorbsi ion bikarbonat. Kasus: Seorang laki-laki berusia 18 tahun mengeluhkan kelemahan anggota gerak dan leher sejak bangun tidur di pagi hari. Keluhan diawali muntah lebih dari 5 kali sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dan sesak sesekali sejak 1 minggu terakhir. Pemeriksaan kekuatan motorik ekstremitas atas 4444/4444 dan ekstremitas bawah 4444/3333. Pemeriksaan elektrolit menunjukkan kalium serum 1,7 mmol/L dan klorida 110 mmol/L. Analisis gas darah menunjukkan pH 7,3, pCO2 24,4 mmHg, dan HCO3- 13 mmol/L. Analisis urin menunjukkan pH urin 8,0, kalium urin 231 mmol/24 jam, klorida urin 260 mmol/24 jam, dan kreatinin urin sebesar 15,4 mmol/24 jam. Rasio kalium banding kreatinin urin adalah 15. Pasien didiagnosis sebagai paralisis periodik hipokalemia dengan renal tubular asidosis tipe distal. Pasien mendapatkan terapi KCl intravena dan KCl per oral selama 2 hari dan didapatkan perbaikan. Simpulan: Paralisis periodik hipokalemia merupakan penyakit kelemahan tubuh yang dapat disebabkan renal tubular asidosis. Diagnosis renal tubular asidosis tipe distal ditegakkan berdasarkan adanya asidosis metabolik hiperkloremia, hipokalemia berat, anion gap urin positif, dan fungsi ginjal normal. Koreksi kalium diberikan untuk memperbaiki keadaan pasien. Prognosis umumnya baik setelah koreksi kalium.