Dusun Seretan memiliki lahan hijau pertanian khususnya persawahan yang cukup luas, sehingga ketika musim panen raya tiba, jerami padi sebagai hasil ikutan panen tersedia cukup melimpah, namun sebagian besar masyarakat desa belum memiliki pengetahuan untuk memanfaatkan jerami padi sebagai pakan alternatif ketika ketersediaan hijauan sangat terbatas pada musim paceklik. Jerami merupakan limbah padi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Jerami padi memiliki kandungan nutrisi yang relatif rendah bila dibandingkan dengan pakan hijauan lainnya serta Jerami padi memiliki kandungan lignin dan silika yang tinggi dan berdampak jerami sulit dicerna. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dapat diperbaiki dengan teknologi pakan fermentasi, dengan harapan dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan tingkat kecernaan dari Jerami padi. Metode pelakasanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan dua tahap, yakni penyampaian materi melalui sosialisasi termasuk diskusi dan pelatihan singkat secara langsung. Hasil dari kegiatan ini, menunjukkan bahwa kesadaran dan pengetahuan para petani meningkat untuk mengolah Jerami padi menjadi Jerami fermentasi. Hasil pakan Jerami fermentasi setelah diimplementasikan kepada ternak sapi milik salah satu anggota kelompok tani dan menunjukkan bahwa ternak lebih menyukai pakan jerami fermentasi bila dibandingkan dengan pakan jerami tanpa fermentasi. Sehingga dengan adanya pemanfaatan teknlogi pakan Jerami fermentasi, persyaratan nutrisi pakan ternak dapat terpenuhi dan akan berdampak pada pertumbuhan produksi ternak.