Ana Yustika
STIKES HAKLI Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Cacing Dan Telur Cacing Pada Sayuran Lalapan Di Pasar Tradisional Kota Semarang Ana Yustika; Aprin Wijayanti; Seno Ari Tjahjo P
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 19 No. 2, Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.485 KB) | DOI: 10.31964/jkl.v19i2.500

Abstract

Vegetables are an important type of food for humans. Lack of vegetable consumption can increase the risk of developing degenerative diseases such as obesity, coronary heart disease, kidney failure, diabetes, hypertension, and cancer. Fresh vegetables are vegetables that are usually served raw, so it is estimated that they are the source of Soil-Transmitted Helminth (STH) infection in humans. Some examples of fresh vegetables include cabbage, lettuce, basil, leeks, celery, and mustard greens. The purpose of this study was to determine the results of the identification of worm eggs and adult worms in fresh vegetables sold in traditional markets in Semarang City. This type of research is called descriptive qualitative research. The subjects of this study were all fresh vegetables sold in the traditional markets of Semarang City. The research sample was taken by random sampling from all areas of Semarang City, covering the areas of Central Semarang (Johar Market), North Semarang (Purwogondo Market), East Semarang (Langgar Indah Market), West Semarang (Karang Ayu Market), and Semarang South (Peterongan Market). The results showed that the vegetables sold in the Peterongan Market and Purwogondo Market were not found to be contaminated. Meanwhile, fresh vegetables sold at Langgar Market, Johar Market, and Karang Ayu Market were found to be contaminated. Contamination that occurs in fresh vegetables in the traditional market of Semarang City is caused by Oxyuris vermicularis worm eggs, hookworm eggs, Ascaris lumbricoides worm eggs, hookworm larvae, and adult hookworms.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA BERBAGAI MINUMAN KEKINIAN YANG DIJUAL PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SALATIGA Ana Yustika; Aprin Wahyu Wijayanti; Roro Kushartanti
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8954

Abstract

Bisnis minuman kekinian nampaknya menjadi solusi yang banyak diambil oleh masyarakat Kota Salatiga sebagai sumber pendapatan di masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, salah satu parameter wajib yang dipersyaratkan untuk air minum layak konsumsi adalah tidak adanya kontaminasi bakteri Coliform pada minuman tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi keberadaan bakteri Coliform pada berbagai minuman kekinian yang dijual di Kota Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah minuman kekinian dengan berbagai varian rasa, sedangkan batasan penelitian ini adalah minuman kekinian yang hanya dijual oleh Pedagang Kaki Lima saja. Pengambilan sampel penelitian dilaksakanan menggunakan teknik random sampling dengan total sampel sebanyak 60 minuman kekinian, yang diambil dari empat Kecamatan di Kota Salatiga, yang meliputi Kecamatan Sidorejo, Kecamatan Tingkir, Kecamatan Argomulyo, dan Kecamatan Sidomukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 96,67% sampel minuman kekinian yang diteliti di wilayah Kota Salatiga terkonfirmasi mengandung bakteri Coliform, yang meliputi bakteri E. coli, Enterobacter sp., dan Klebsiella sp. Hanya satu jenis minuman saja yang tidak terkontaminasi bakteri Coliform, yaitu minuman kekinian dengan varian rasa lemon tea. Adapun beberapa faktor yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kontaminasi pada minuman kekinian, antara lain : (1) letak tempat usaha; (2) ada tidaknya pencemaran (udara, air, tanah) yang terjadi di sekitar lokasi usaha; (3) higiene atau kebersihan perorangan; (4) higiene sanitasi dan peralatan yang digunakan; (5) kemasan yang digunakan; (6) bahan yang digunakan dalam pembuatan minuman; (7) cara penyimpanan bahan minuman; dan (8) varian rasa minuman kekinian.