Sausan M. Sholeh
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Etika Komunikasi Islam dalam Film Movie Animasi "The Journey" Reza Nur Rifa'i; Chairiawaty; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.647 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4350

Abstract

Abstract. In today's development, there are many technologies so that communicating with others is very easy, especially when we can use da'wah activities so that activities run perfectly. Da'wah activities are also found through technology and works of art in the form of audio, visual, audio visual, social media, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, and others. Therefore we can develop da'wah activities through the media provided. One of the media that researchers want to study is an animated film from Saudi Arabia in collaboration with Japan. This study aims to determine the background of making The Journey animation and what narrative is delivered based on Islamic communication ethics. In this study, the type of qualitative research is used, namely research that does not use statistical data and only describes the results of the study. Based on the research results, the animated film The Journey contains the history of the previous prophets, even written in the Qur'an. Islamic communication ethics is divided into six namely qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma'rufan, qoulan layyinan. Which of each section is found in the sources of the Qur'an and hadist.The Journey animation has a target audience from all walks of life, both toddlers and seniors and also in this film carries the theme of da'wah with narration that is carried out, namely aqidah, Sharia, morality, and muamalah. Abstrak. Pada perkembangan zaman saat ini sudah banyak teknologi sehingga dalam berkomunikasi kepada sesame lain sangat mudah dilakukan, terlebih ketika kegiatan dakwah dapat kita gunakan agar kegiatan berjalan dengan sempurna. Kegiatan dakwah juga ditemukan melalui teknologi dan karya seni baik berupa audio, visual, audio visual, media sosial, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, dan lain-lain. Oleh karenanya kita bisa mengembangkan kegiatan dakwah melalui media yang disediakan. Salah satu media yang peneliti ingin pelajari adalah sebuah film animasi Arab Saudi yang berkolaborasi dengan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan animasi The Journey dan narasi apa yang dibawakan berdasarkan etika komunikasi Islam. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan data-data statistik dan hanya mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian fim animasi The Journey ini mengandung sejarah dari para Nabi terdahulu bahkan tertulisa dalam surat Al-Qur’an. Etika komunikasi Islam dibagi menjadi enam yakni qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma’rufan, qoulan layyinan. Yang mana dari masing-masing bagian terdapat pada sumber Al-Qur’an dan hadits. Animasi The Journey memiliki sasaran penonton dari semua kalangan baik balita maupun manula dan juga dalam film ini mengsusung tema dakwah dengan narasi yang dibawa yaitu aqidah, Syariah, akhlak, dan muamalah.
Efisiensi Dakwah Dr. Zaidul Akbar dalam Media YouTube Terhadap Peningkatan Kesadaran Masyarakat Mengenai Thibbun Nabawi Syauqi Dhiya'ul Haq; Rodliyah Khuza'i; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14191

Abstract

Abstract. The growing interest of the public in alternative, natural, and sunnah-based treatments has positively impacted the quality of life and well-being of the community. This study aims to find empirical evidence of the benefits of Thibbun Nabawi treatments through YouTube in raising public awareness, as well as its contribution to health understanding and the development of more profound dakwah. This research employs a qualitative approach with a descriptive method, collecting data through interviews and observations, and using Frederick W. Taylor's management theory. The results show that Dr. Zaidul Akbar's dakwah on YouTube effectively increases public awareness of Islamic healing methods. This is evidenced by the high level of interaction and positive feedback from his followers. The use of digital media like YouTube can be an effective tool for dakwah and Islamic health education. Abstrak. Semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap alternatif pengobatan dan perawatan yang alami dan berbasis sunnah telah berdampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menemukan bukti empiris mengenai manfaat pengobatan Thibbun Nabawi melalui media YouTube terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, serta kontribusinya dalam pemahaman kesehatan dan pengembangan dakwah yang lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, dengan teori yang digunakan adalah manajemen Frederick W. Taylor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Dr. Zaidul Akbar di media YouTube efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang metode pengobatan Islami. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat interaksi dan umpan balik positif dari pengikutnya. Penggunaan media digital seperti YouTube dapat menjadi alat yang efektif dalam dakwah dan edukasi kesehatan Islami.
Manajemen Dakwah Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dalam Program Bimbingan Tahsin Al-Quran bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Tambakmekar Jihan Lutfiah Hendriani; Rodliyah Khuza’i; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14229

Abstract

Abstract. Indonesian Muslims who are illiterate in the Quran are still quite high, including among housewives in Tambakmekar Village, Subang Regency. This phenomenon is due to the lack of quality education and management in Quran tahsin coaching. Therefore, As-Syifa Al-Khoeriyyah Foundation initiated the Quran tahsin guidance program with the aim of accelerating the ability to read the Quran for people who cannot and want to improve their reading. This study aims to analyze the da'wah management applied by the As-Syifa Al-Khoeriyyah Foundation in the tahsin Al-Quran guidance program. This research is skinative with descriptive methods, and uses the theory of da'wah management by M. Munir to describe the application of da'wah management functions in the tahson Al-Quran guidance program. The results showed that the tahsin Al-Quran guidance program has implemented four functions of da'wah management, namely: 1) Dawah planning, 2) Organizing da'wah, 3) Mobilizing da'wah, 4) Control of da'wah. Abstrak. Masyarakat muslim Indonesia yang mengalami buta huruf Al- Quran masih cukup tinggi, termasuk di kalangan ibu rumah tangga di Desa Tambakmekar, Kabupaten Subang. Fenomena ini disebabkan kurangnya Pendidikan dan manajemen yang berkualitas dalam pembinaan tahsin Al-Quran. Oleh karena itu, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah menginisiaisi program bimbingan tahsin Al-Quran dengan tujuan mempercepat kemampuan membaca Al-Quran bagi masyarakat yang belum bisa dan ingin memperbaiki bacaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis manajemen dakwah yang diterapkan oleh Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyahdalam program bimbingan tahsin Al-Quran. Penelitian ini bersifat kulitatif dengan metode deskriptif, serta menggunakan teori manajemen dakwah oleh M. Munir untuk menggambarkan penerapan fungsi manajemen dakwah dalam program bimbingan tahson Al-Quran. Hasil penelitian menunjukan bahwa program bimbingan tahsin Al-Quran telah menerapkan empat fungsi manajemen dakwah yaitu: 1) Perencanaan dakwah, 2) Pengorganisasian dakwah, 3) Penggerakan dakwah, 4) Pengendalian dakwah.
Metode Dakwah Digital dalam Konten Motivasi Hidup di Akun Instagram @alfatahar_ Izza Meisya Shamilya Lukman; Rodliyah Khuza’i; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14923

Abstract

Abstract. The dynamics experienced by adolescents aged 18-25 years include weakening faith or loss of life motivation. The power of social media has a positive impact on those who use it well to provide solutions to the problems faced by adolescents. This is exemplified by @alfatahar_ on his Instagram account. This research was conducted to find out the digital da'wah method in the life motivation content on the Instagram account @alfatahar_ and the background of its creation. The data collection technique used was an interview with one informant. This research discusses the digital da'wah method with a qualitative approach using Victor H. Vroom's theory of motivation called the Expectancy Theory, which explains that motivation is the result of what someone wants to achieve and the individual's estimation that their actions will lead to the desired outcome. The research results show that 1) the da'wah content created by @alfatahar_ revolves around self-development and self-reminders, viral topics on social media, and issues in adolescent life, packaged in the form of videos (reels), 2) using a digital da'wah method that aligns with its target audience, namely adolescents aged 18-25 years, 3) the background of @alfatahar_ creating life motivation content is based on personal experience. Abstrak. Dinamika yang dialami remaja usia 18 – 25 tahun, di antaranya mengalami lemahnya iman atau kehilangan motivasi hidup. Kekuatan media sosial membawa dampak positif bagi yang memanfaatkannya dengan baik untuk menghadirkan solusi terhadap masalah yang dihadapi remaja. Seperti yang dilakukan @alfatahar_ dalam akun Instagramnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode dakwah digital dalam konten motivasi hidup di akun Instagram @alfatahar_ beserta latar belakang pembuatannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada satu informan. Penelitian ini membahas tentang metode dakwah digital dengan metode kualitatif menggunakan teori Victor H. Vroom tentang motivasi yang disebut dengan Teori Harapan, menjelaskan bahwa motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) konten dakwah yang dibuat oleh @alfatahar_ seputar pengembangan diri dan pengingat diri, hal yang sedang viral di media sosial, serta permasalahan pada kehidupan remaja yang dikemas dalam bentuk video (reels), 2) menggunakan metode dakwah digital yang menyesuaikan dengan target sasarannya, yaitu remaja usia 18 – 25 tahun, 3) latar belakang @alfatahar_ membuat konten motivasi hidup adalah berdasarkan pengalaman pribadinya.