Abstract. Communicating is essential for humans to make ends meet. Which means that humans cannot live on their own without communicating. This is applied by Ustadz or Murrabi in the motivation of the memorized Al-Qur’an to santri in the Qur’an society. On that basis researchers focused on, how the interpersonal communication model in motivating the memorization of the Al-Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang.This researcher aimed at knowing the interpersonal communication between Ustadz and Santri in motivating memorization of Qur’an, knowing the process of interpersonal communication between Ustadz and Santri, and find out how the supporting factors and the interpersonal communication barrier between Ustadz and Santri motivated memorization of the Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang. The researchers employed descriptive qualitative research methods, in the process of data collection obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results of this study are (1) interpersonal communication between ustadz and santri both are face to face and lead to reciprocity (2) the interpersonal communication process ustadz and santri refer to Shannon and Weaver’s communication models, a one – way (3) factor that supports interpersonal communication, this is an effective communication and a highly supportive environment, As for these inhibitors there are problems inside the santri and outside factors.Keyword : Interpersonal Communication, Motivating.Abstrak. Komunikasi sangat penting untuk dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Yang artinya, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa berkomunikasi. Hal ini diterapkan oleh Ustadz atau murrabi dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an kepada Santri di Lembaga Baitul Qur’an. Atas dasar itu peneliti berfokus pada, bagaimana model komunikasi interpersonal dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di Lembaga Baitul Qur’an YUPPI Soreang. Abstrak. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI Soreang, mengetahui proses komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri, dan mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dalam proses pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah (1) komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri diantaranya bersifat tatap muka dan menghasilkan timbal balik. (2) proses komunikasi interpersonal ustadz dan santri merujuk pada model komunikasi Shannon dan Weaver dengan hasil komunikasi satu arah (3) faktor yang menjadi pendukung dalam komunikasi interpersonal ini adalah adanya komunikasi yang efektif dan faktor lingkungan yang sangat mendukung, adapun faktor penghambat ini adanya masalah dari dalam diri santri dan faktor dari luar.