Wildan Yahya
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Komunikasi Interpersonal dalam Memotivasi Hafalan Al-Qur'an: (Studi Komunikasi Antara Ustadz Dan Santri Madrasah Tsanawiyah Di Lembaga Baitul Qur'an Yayasan Upaya Pembinaan Pendidikan Islam (YUPPI) Soreang) Rahmawati Hijriyah Reza; Wildan Yahya
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.102 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4452

Abstract

Abstract. Communicating is essential for humans to make ends meet. Which means that humans cannot live on their own without communicating. This is applied by Ustadz or Murrabi in the motivation of the memorized Al-Qur’an to santri in the Qur’an society. On that basis researchers focused on, how the interpersonal communication model in motivating the memorization of the Al-Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang.This researcher aimed at knowing the interpersonal communication between Ustadz and Santri in motivating memorization of Qur’an, knowing the process of interpersonal communication between Ustadz and Santri, and find out how the supporting factors and the interpersonal communication barrier between Ustadz and Santri motivated memorization of the Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang. The researchers employed descriptive qualitative research methods, in the process of data collection obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results of this study are (1) interpersonal communication between ustadz and santri both are face to face and lead to reciprocity (2) the interpersonal communication process ustadz and santri refer to Shannon and Weaver’s communication models, a one – way (3) factor that supports interpersonal communication, this is an effective communication and a highly supportive environment, As for these inhibitors there are problems inside the santri and outside factors.Keyword : Interpersonal Communication, Motivating.Abstrak. Komunikasi sangat penting untuk dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Yang artinya, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa berkomunikasi. Hal ini diterapkan oleh Ustadz atau murrabi dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an kepada Santri di Lembaga Baitul Qur’an. Atas dasar itu peneliti berfokus pada, bagaimana model komunikasi interpersonal dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di Lembaga Baitul Qur’an YUPPI Soreang. Abstrak. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI Soreang, mengetahui proses komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri, dan mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dalam proses pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah (1) komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri diantaranya bersifat tatap muka dan menghasilkan timbal balik. (2) proses komunikasi interpersonal ustadz dan santri merujuk pada model komunikasi Shannon dan Weaver dengan hasil komunikasi satu arah (3) faktor yang menjadi pendukung dalam komunikasi interpersonal ini adalah adanya komunikasi yang efektif dan faktor lingkungan yang sangat mendukung, adapun faktor penghambat ini adanya masalah dari dalam diri santri dan faktor dari luar.
Trend Jilbab Mahasiswi Fakultas Dakwah Unisba dalam Berbusana Muslimah Syar'i Aulia Dinda Prayanti; Parihat Kamil; Wildan Yahya
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11509

Abstract

Abstract. In contemporary times, the development of hijab models has been flourishing among Muslim women, including the female students of the Faculty of Da'wah at UNISBA. This phenomenon illustrates the diversity in choosing hijab designs in accordance with fashion trends and personal identity expressions. Meanwhile, the campus, as an Islamic educational environment, places special emphasis on the principles of Muslim women's attire, creating the need to understand how female students respond to hijab trends and to what extent their understanding of the principles of Islamic dress code is reflected in their fashion styles. This research aims to explore and describe hijab trends, syar'i hijab models, and the implementation of the principles of Muslim women's attire among female students. This qualitative research employs a descriptive study method, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that the hijab trends among female students at the Faculty of Da'wah, UNISBA, are diverse, encompassing fashionable, ordinary, and syar'i styles. The adapted syar'i hijab models reflect awareness of Islamic values, emphasizing the covering of aurah, simplicity, and appropriate material selection. The implementation of the principles of Muslim women's attire varies, influenced by factors such as educational background, environment, and the level of religious faith among the students. Abstrak. Dewasa ini perkembangan model jilbab semakin berkembang di kalangan para muslimah, termasuk mahasiswi Fakultas Dakwah UNISBA. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan desain jilbab sesuai dengan trend fashion dan ekspresi identitas. Sementara itu kampus sebagai lingkungan pendidikan Islam menempatkan perhatian khusus pada kaidah berbusana muslimah, sehingga menciptakan kebutuhan untuk memahami bagaimana mahasiswi menanggapi tren jilbab dan sejauh mana pemahaman terhadap kaidah berbusana muslimah syar'i tercermin dalam gaya berbusana mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan trend jilbab, model jilbab syar'i, serta implementasi kaidah berbusana Muslimah syar'i di kalangan mahasiswi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian ini adalah studi deskriptif. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend jilbab mahasiswi Fakultas Dakwah UNISBA sangat beragam, mencakup gaya modis, biasa, dan syar’i. Model jilbab syar'i yang diadaptasi mencerminkan kesadaran akan nilai-nilai Islam, dengan memperhatikan penutupan aurat, kesederhanaan, dan pemilihan material yang sesuai. Implementasi kaidah berbusana Muslimah syar'i beragam, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti latar belakang pendidikan, lingkungan, dan tingkat keimanan mahasiswi.
Analisis Konten Tentang Toleransi Beragama dalam Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di Channel Youtube Jeda Nulis Jauhari, Muhamad Luthfi; Wildan Yahya; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11518

Abstract

Abstract. Islam is known as a peaceful, compassionate, tolerant, and benevolent religion. However, recent phenomena such as acts of intolerance, radicalism, and terrorism have tarnished the image of Islam. This research aims to analyze the views of Muslims on religious tolerance in the preaching of Habib Husein Ja’far Al Hadar on the YouTube channel Jeda Nulis. The method used is qualitative descriptive because it can reveal and analyze empirical phenomena that occur in the field, with a qualitative approach, and three data collection techniques: observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses Harold Lasswell's theory because it includes communication, with Habib Husein Ja’far Al Hadar as the communicator, subscribers as the audience, YouTube as the preaching media, the preaching message obtained from watching Habib Husein Ja’far Al Hadar’s videos, and the effect where the conveyed message has an impact on the viewers. The results of this study show that the values of tolerance reflected in the videos include embracing diversity and unity amid differences, mutual respect and honor despite diversity, avoiding judgment and condemnation, and no coercion in matters of religion. Being different in beliefs is not an obstacle to coming together in humanity, aligning with Indonesia's national motto, Bhineka Tunggal Ika, which means unity in diversity. Abstrak. Islam dikenal sebagai agama yang damai, penuh kasih sayang, toleran, dan cinta kebaikan. Fenomena-fenomena tindakan intoleransi, paham radikalisme, dan terorisme telah merusak citra Islam belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan umat Islam tentang toleransi beragama dalam dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di channel youtube Jeda Nulis. Metode yang digunakan metode deksriptif kualilatif karena metode ini mampu mengungkapkan dan menganalisis fenomena empirik yang terjadi di lapangan, dengan pendekatan kualitatif, serta dengan tiga teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Harlod Laswell karena pada teori ini terdapat komunikasi yaitu Habib Husein Ja’far Al Hadar, lalu ada mad’u yaitu subscriber, media yaitu youtube sebagai media dakwah, pesan dakwah yaitu pesan yang didapat setelah melihat konten pada video Habib Husein Ja’far Al Hadar, dan ada efek dimana pesan yang disampaikan memiliki efek pada para penonton. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai toleransi yang tercermin. dalam video tersebut adalah adanya perbedaan di tengah keberagaman juga bisa bersatu. Saling menghargai dan menghormati meskipun berada di tengah perbedaan. Tidak saling menghakimi dan menghujat serta tidak ada paksaan dalam hal beragama. Berbeda secara keyakinan bukan halangan untuk bersama dalam hal kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga.
Metode Dakwah Majelis Ta’lim Daarus Sholihin dalam Mengisahkan Sejarah Nabi Muhammad SAW Kepada Jama’ah Yasinan Kubro Melalui Pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji Muhammad Firdaus; Wildan Yahya; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13445

Abstract

Abstract. Majelis Ta’lim Daarus Sholihin is a place for seeking religious knowledge. In expanding its dakwah (Islamic preaching), the administrators of Majelis Ta’lim Daarus Sholihin have introduced an innovative approach to delivering religious knowledge through the Yasinan Kubro activity. The focus of the dakwah during Yasinan Kubro is narrating the history of Prophet Muhammad SAW to the congregation using the Maulid Al-Barzanji book. This study aims to identify the dakwah methods employed by the administrators of Majelis Ta’lim Daarus Sholihin. The research utilizes the dakwah theories of Dakwah Bil Lisan (preaching through speech), Dakwah Bil Hal (preaching through actions), and Dakwah Bil Qalam (preaching through writing). A qualitative method is used to examine how Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, and Dakwah Bil Qalam are implemented by the administrators during the Yasinan Kubro activity. The findings highlight that Dakwah Bil Lisan involves providing an understanding of Islam to the congregation through sermons. Dakwah Bil Hal involves demonstrating practical examples for the congregation to apply in their daily lives to develop virtuous characters. Dakwah Bil Qalam involves studying the Maulid Al-Barzanji book so that the congregation gains foundational knowledge of the history of Prophet Muhammad SAW. Thus, Majelis Ta’lim Daarus Sholihin provides facilities to the congregation by offering comprehensive Islamic knowledge. Abstrak. Majelis Ta’lim Daarus Sholihin merupakan sebuah tempat untuk menuntut ilmu agama. Dalam melebarkan dakwahnya, Pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin membuat inovasi dalam memberikan ilmu agama, yaitu kegiatan Yasinan Kubro. Fokus dakwah yang dilakukan pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin pada kegiatan Yasinan Kubro ialah mengisahkan sejarah Nabi Muhammad SAW kepada jama’ah dengan kajian Kitab Maulid Al-Barzanji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode dakwah pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin. Penelitian ini menggunakan teori dakwah, yaitu Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Qalam. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji bagaimana Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Qalam yang dilakukan pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin pada kegiatan Yasinan Kubro. Temuan penelitian menyoroti Dakwah Bil Lisan: memberikan pemahaman agama islam kepada jama’ah melalui ceramah. Dakwah Bil Hal: memberikan contoh kepada jama’ah untuk diaplikasikan sehari-hari dan membentuk pribadi berakhlakul karimah. Dakwah Bil Qalam: memberikan kajian Kitab Maulid Al-Barzanji agar jama’ah mengetahui sejarah dasar Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Mjelis Ta’lim Daarus Sholihin memberikan fasilitas kepada jama’ah dari segi memberikan pemahaman agama islam.
Model Komunikasi Pemasaran Kajian Ustadz Hanan Attaki Melalui Media Sosial Instagram dalam Menarik Jamaah di Kalangan Remaja Putri Mutia Rahman; Wildan Yahya; Asep Ahmad Siddiq
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13709

Abstract

Abstract. In organizing da'wah events to attract worshipers among teenagers, it is necessary to use and develop marketing communications in Instagram promotional media. To answer these problems, this study discusses how the utilization of Ustadz Hanan Attaki's marketing communication on the @hanan_attaki account, including promotional packaging, variations in sales promotions, implementation of face-to-face marketing and direct marketing, and the role of public relations in fostering image and promotion. This research uses a qualitative approach with descriptive methods and the theory of Philip Kotler and Armstrong's marketing communication model. The results of this study indicate that Ustadz Hanan Attaki applies a marketing communication model and development steps in accordance with the theory of Philip Kotler and Armstrong to attract teenage worshipers. This includes advertising, personal selling, promotion, direct marketing, and publick relation. Abstrak. Dalam penyelenggaraan event dakwah untuk menarik jamaah dikalangan remaja perlu adanya penggunaan dan pengembangan komunikasi pemasaran dalam media promosi instagram. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini membahas cara penggunaan komunikasi pemsaran Ustadz Hanan Attaki di akun @hanan_attaki, meliputi pengemasan iklan, variasi promosi penjualan, pelaksanaan pemasaran tatap muka dan langsung, serta peranan humas dalam menjaga citra dan publisitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teori model komunikasi pemsaran Philip Kotler dan Armstrong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ustadz Hanan Attaki menerapkan model komunikasi pemasaran dan langkah pengembangannya sesuai dengan teori Philip Kotler dan Armstrong untuk menarik minat jamaah remaja. Ini mencakup periklanan (advertising), pemasaran tatap muka (personal selling), promosi (promotion), pemasaran langsung (direct marketing), hubungan masyarakat (public relation).
Manajemen Pengembangan Dakwah pada Yayasan Daarul Armina Kota Bengkulu Ahmad Rafiezal Maizan; Wildan Yahya; Asep Ahmad Siddiq
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14693

Abstract

Abstract. As a da'wah institution, the foundation must have good management in carrying out da'wah development. This can maximize the development of da'wah at the foundation. This research is entitled "Management of Da'wah Development at the Daarul Armina Foundation, Bengkulu City". This research aims to find out how Da'wah Development Management is implemented at the Daarul Armina Foundation. This type of research is qualitative, with descriptive-analytical methods, and uses Henri Fayol's (1916) theory of management functions: planning, organizing, commending, coordinating and controlling. The results of the research show that the management of da'wah development at the Daarul Armina Foundation consists of planning, organizing, commending, coordinating and controlling. However, this management has not been implemented optimally, especially in planning, organizing and monitoring. Abstrak. Sebagai sebuah lembaga dakwah, yayasan harus memiliki manajemen yang baik dalam menjalankan pengembangan dakwah. Hal tersebut bisa memaksimalkan pengembangan dakwah pada yayasan. Penelitian ini berjudul “Manajemen Pengembangan Dakwah pada Yayasan Daarul Armina Kota Bengkulu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman Manajemen Pengembangan Dakwah yang diterapkan pada Yayasan Daarul Armina. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode deskriptif-analisis, serta menggunakan teori fungsi manajemen Henri Fayol (1916) perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), commending (pengarahan), coordinating (pengkoordinasian), dan controlling (pengawasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengembangan dakwah pada yayasan daarul armina terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), commending (pengarahan), coordinating (pengkoordinasian), dan controlling (pengawasan). Akan tetapi manajemen tersebut belum dilaksanakan secara optimal terutama dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan.