Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TINJAUAN PERENCANAAN KOLAM RETENSI TABEK TUHUA PANGANAK KOTA BUKITTINGGI Rifvo Alzuhri; Ishak Ishak; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.526 KB)

Abstract

Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Bukittinggi ±476 km². Sistem drainase dengan kolam retensi merupakan sistem yang paling efektif dan effisien dalam menangani banjir yang terjadi pada suatu daerah. Perencanaan volume kolam retensi Kelurahan tabek Tuhua, Kecamatan Panganak. Curah hujan harian maksimum dihitung setelah itu di dapat volume kolam retensi, sehingga dengan di dapatkan volume kolam retensi tersebut konstruksi kolam retensi Kelurahan Tabek Tuhua, Kecamatan Panganak. Kota Bukittinggi dapat menampung sementara debit air dari Kelurahan tabek Tuhua, Kecamatan Panganak. Kota Bukittinggi. Kolam retensi Kelurahan Tabek Tuhua, Kecamatan Panganak. Kota Bukittinggi direncanakan untuk menampung kelebihan debit air Kelurahan Tabek Tuhua, Kecamatan Panganak. Kota Bukittinggi. Dari hasil pengolahan datacurah hujan periode ulang 25 tahun dengan metode Nakayashu didapat Qrencanasebesar 241,36 m³/det yang digunakan untuk mendesain saluran drainase rencana.Kemudian didapat kapasitas kolam retensi di hulu sebesar 585792 m³. Laludirencanakan dimensi kolam retensi dengan luas kolam retensi sebesar 200000 m² dan kedalaman 3 m.Kata Kunci: Kolam Retensi, Debit Banjir,DAS
PENGARUH DILATASI TERHADAP SIMPANGAN ANTAR LANTAI BANGUNAN TINGGI DENGAN BENTUK H Rahmad Hidayaat; Masril Masril; Febrimen Herista
Ensiklopedia Social Review Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 No 3 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/esr.v4i2.1166

Abstract

Seperti yang kita ketahui, bangunan dengan denah yang rumit tidak di anjurkan karena memiliki risiko yang sangat tinggi untuk collaps jika terjadi gempa. Dalam proses analisis ini model bangunan di bagi menjadi 4 model struktur yaitu model tanpa dilatasi (utuh dengan denah H) dan dengan dilatasi di bagi menjadi 3 bagian yang di sebut bangunan A,  B , dan C. Semua model di desain dengan sistem ganda, SRPMK dan shere wall. Dari hasil analisa struktur di dapatkan bahwa dinding geser sangat berpengaruh pada simpangan antar lantai yang terjadi pada bangunan dilatasi dan tanpa dilatasi, yang mana di dapatkan dicplacement pada bangunan berpengaruh pada jarak dilatasi yang diberikan sebesar 150 mm. Gaya dalam yang terjadi pada kolom dan balok juga menunjukkan hasil yang signifikan terutama pada kolom dengan struktur tanpa dilatasi di banding kan menggunakan dilatasi. Di mana Kolom tanpa dilatasi setelah di analisis gaya dalamnya menggunakan program bantu sp colomn  menunjukkan hasil kebutuhan tulangan sebanyak (36 D36) buah tulangan dengan dimensi kolom 850 x 850 mm. Sedangkan di bangunan dengan dilatasi hanya membutuhkan tulangan sebanyak (24 D36) buah tulangan dengan dimensi yang sama.Kata Kunci: Sistem Dilatasi
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG KANTOR CV. GRAHA SUNGKAI TANGAH JUA BUKITTINGGI Bintang Friz Hardatama; Surya Eka Priana; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planning of the upper structure the office building CV. Graha Sungkai aims to improve infrastructure facilities according to office building in general. This plan is planning the construction of the building structure to achieve a strong, safe, and fulfill the requirements set out in the regulations that apply to the planning of the building structure. Upper Structure Planning Office Building CV. Graha Sungkai preliminary Design using ETABS. Loads that are input into the ETABS are dead load, live load, building weight, earthquake load. From the preliminary design results, it was found that the main beam reinforcement (BI 1) is 40 × 50 in size with a concrete quality of 30 Mpa, steel quality 420 Mpa, reinforcement for the upper support 5D16, the lower support 3D16, the upper field reinforcement 3D16, the lower field 3D16, the support stirrup reinforcement 10 – 150, field stirrups 10 – 200. Column 1 size 60 × 60 concrete quality 30 Mpa, Steel Quality 420 Mpa total axial reinforcement 16 D 22, shear reinforcement 10 – 200. Reinforcement roof slab 10 – 200, pitch 10 - 300. Reinforcement floor slab 10 – 100, pitch 10 – 250. From the planning above, it can be concluded that it has fulfilled the terms and conditions contained in the Indonesian regulations and standards.Key word: Beams, Columns, Floor slabs, Roof Slabs, Loads, Reinforcements
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI TAHUN 2021 DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Nadya Dwinanda; Surya Eka Priana; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi, baik faktor yang paling berpengaruh maupun faktor yang paling tidak berpengaruh serta menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya keterlambatan tersebut.  Dari survey yang telah dilakukan terhadap 30 perusahaan kontraktor di Kabupaten Lima Puluh Kota, umumnya yang tergabung dalam keanggotaan GAPENSI Kabupaten Lima Puluh Kota, didapatkan bahwa faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi adalah tidak tersedianya alat atau peralatan kerja yang cukup memadai/sesuai dengan kebutuhan, mobilisasi sumber daya bahan, alat dan tenaga kerja yang lambat, tidak tersedianya bahan secara cukup pasti atau layak sesuai kebutuhan, pendanaan kegiatan proyek yang tidak terencana dengan baik, metode konstruksi/pelaksanaan kerja yang salah atau tidak tepat, kurangnya keahlian dan keterampilan serta motivasi kerja para pekerja di proyek, rencana kerja pemilik yang berubah-ubah. Sedangkan faktor yang paling tidak berpengaruh terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi adalah terjadinya kecelakaan kerja.Kata Kunci: keterlambatan konstruksi, penundaan proyek, faktor dominan, kontraktor, proyek konstruksi
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG HOTEL FORT DE KOCK BUKITTINGGI Yuli Nadia; Surya Eka Priana; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The faster the population growth in a city, the greater the need for housing. Both permanent and temporary residence, where the need for housing will affect human activities / activities in a city. For that we need a temporary residence such as a hotel. Therefore, the hotel will be built vertically with a number of floors consisting of five floors. Planning of reinforced concrete buildings in this modern era is based on the application of engineering computer programs, one of which is the SAP2000 program. From the results of the structural analysis, structural reinforcement is obtained, based on the author's analysis the results obtained are, the material used is steel quality fy = 420 Mpa with concrete quality fc' = 24.9 Mpa.Keywords: Reinforced Concrete, SAP2000, Columns, Beams, Floor Plates
TINJAUAN PERENCANAAN EMBUNG TALAGO MUMBUANG KAMANG MUDIAK Iqbal Maulana; Ishak Ishak; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi daya tahan tubuh manusia. Tak hanya itu, aksesibilitas air bersih merupakan tanda adanya bantuan pemerintah dari individu suatu daerah. Di wilayah Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, terdapat banyak gagang padi yang hanya mengandalkan air, sedangkan minat dalam negeri untuk wilayah metropolitan dan pedesaan juga sangat kecil. Hal ini menghambat potensi agraris karena tidak adanya aksesibilitas. Untuk memanfaatkan air tersebut, dibuatlah embung. Hal ini bertujuan ketika terjadinya musim kemarau, air yang ditampung sebelumnya pada embung bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Embung merupakan pelestarian air yang berfungsi sebagai danau untuk mengumpulkan air selama musim hujan dan dapat digunakan untuk membantu organisasi hortikultura, perkebunan, dan hewan peliharaan selama musim kemarau. Dalam perencanaan pembuatan, embung akan dibangun dengan luas daerah area 1.5 hektar sumber air dari daerah sungai kecil Indragiri wilayah sungai Indragiri – Akuaman pada bukit barisan. Pengolahan data curah hujan menggunakan metode Normal, metode Log Normal, metode Gumbel, Metode Log Pearson Type III. Dari data curah hujan tersebut, didapatkan perencanaan embung dengan tinggi 4 m, lebar mercu 3 m, lebar dasar 50 m, elevasi mercu +350,99 m, elevasi dasar +348 m, kemiringan hulu 2,5, kemiringan hilir 2,0, kapasitas tampungan 47 m3 dan menggunakan saluran irigasi tersier dengan irigasi kuarter didaerah pertanian.Kata Kunci : Air, Embung, Curah Hujan, Perencanaan, DAS.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS RUANG BELAJAR PONDOK PESANTREN YATI/YAYASAN TARBIYAH ISLAMIYAH KAMANG MUDIK Fajri Hamdani; Surya Eka Priana; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of science must be accompanied by adequate facilities and infrastructure. Due to the increase in needs that must be met, the existing building is unable to accommodate learning activities. For this reason, it is necessary to improve facilities and infrastructure in the form of building additions, renovations or construction of new buildings, as is the case with the YATI Kamang Mudik Islamic Boarding School. With the increase in the number of students and the inadequate condition of the building, it is necessary to  add a new building. This became the basis for the author to plan a new class building Ponpes YATI. From the results of the structural analysis, the structure repeating was obtained, the analysis that the author got was, the material used was steel fy = 420Mpa and fc '= 20.75Mpa. For the reinforcement of the floor plate, reinforcement is used for the direction x=Ø10-150, while the direction y=Ø1 0-150 is used. Ground floor column planning uses steel fy=240Mpa and fc'=24.9Mpa. With a size of 45cmX45cm. The planning of the 1st floor column uses steel fy=240Mpa and fc'=24.9Mpa. With a size of 40cmX40cm. The 2nd floor column planning uses fy=240Mpa and fc'=20.75Mpa steel. With a size of 35cm X 35cm. The planning of the 3rd floor column uses steel fy=240Mpa dan fc'=20.75Mpa. With a size of 35cmX35cm. While beam planning, for the main beam uses steel fy = 420Mpa and fc '= 20.75Mpa with a beam size of 50cmX30cm, for beam 2 and child beams using steel fy = 400Mpa and fc '= 20.75Mpa with a beam size of 2 45cmX25cm and a child beam of 35cmX25cm. Keywords: Building, Construction, Reinforcement, Steel Quality, Concrete Quality
TINJAUAN KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN SUBARANG TARAM, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA (STA 0+000 – STA 1+000) Wendi Hardian Pratama; Helga Yermadona; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 3 (2023): Vol. 2 No. 3 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v2i3.1755

Abstract

Abstrak:  Jalan raya merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi pergerakan aktivitas masyarakat, apabila terjadi kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat. Penyebab kerusakan jalan banyak diakibatkan oleh beban kendaraan yang melintas melebihi dari beban kendaraan yang direncanakan dan jumlah volume kendaraan yang terus meningkat melebihi kapasitas jalan. Salah satu jalan yang mengalami kerusakan yaitu pada jalan Subarang Taram Kabupaten Limapuluh Kota yang mengalami kerusakan berat seperti berlubang­, sering tergenang air saat hujan, keretakan dan pelepasan butiran jalan, sehingga mengganggu kenyaman dan keamanan pengguna jalan. Pengambilan judul ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi dan mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan Subarang Taram. Penelitian ini menggunakan metode Bina Marga dan Metode PCI. Kerusakan yang terjadi di sepanjang jalan Subarang Taram, Kabupaten Limapuluh Kota mulai dari STA 0+000 sampai dengan STA 1+000 diantaranya lubang, retak kulit buaya, pelepasan butiran, Tambalan. Dari perhitungan analisa kerusakan jalan dengan menggunakan metode bina marga didapat bahwa jalan Subarang Taram berada pada prioritas 9 yang artinya jalan yang dimasukkan kedalam program pemeliharaan rutin. Untuk perhitungan analisa kerusakan jalan dengan menggunakan metode PCI didapat bahwa jalan tersebut berada pada kondisi Sedang (fair).Kata Kunci : Jalan, PCI, Bina Marga