Surya Eka Priana
Dosen Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER D.I BATANG TIMBO ABU KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT Yulisda Megayanti; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.649 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Batang Timbo Abu mengairi areal persawahan seluas 200 Ha. Sumber air Daerah Irigasi  Batang Timbo Abu berasal dari Sungai Batang Timbo Abu yang mengairi 3  dari Timbo Abu sampai Mudik Simpang. Daerah Irigasi Batang Timbo Abu berjarak  43 km dari pusat Kota Simpang Empat. Pada Perencanaan Jaringan Irigasi mesti dilakukan analisa disain yang meliputi analisa curah hujan, perhitungan debit,dan dimensi saluran. Sehingga sistem irigasi tersebut dapat diartikan sebagai usaha penyedian pemberian air yang optimal dan efisien guna untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Tujuan utama dari Perencanaan Jaringan Irigasi Batang Tingkarang ini adalah untuk mempertahankan swasembada pangan, dengan luas area sawah 200 Ha, dari luas area sawah tersebut diharapkan panen sebesar 6 Ton/Ha setiap kali panen. Dengan melakukan perbaikan jaringan serta pemberian air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan didapat dimensi saluran melalui proses curah hujan dengan menggunakan metode Haspers dan metode Gumbel. Data debit diperlukan untuk menentuka perhitungan ketersediaan air pada bangunan pengambilan (intake). Untuk mendapatkan perhitungan debit yang baik diperlukan data pencatatan debit sungai jangka waktu yang panjang, hal ini diperlukan guna mengurangi terjadinya penyimpanan data perhitungan yang terlalu besar. Hasil perhitungan dari analisi gumbel 3855 mm dan hasil perhitungan dari analisi haspers 48,29 m/dt. Hasil besar debit yang di rencanakan sebesar 53,95 m/dt. Untuk perencanaan saluran sekunder di D.I Batang Timbo Abu direncanakan dapat menampung air ketika debit maksimum Kata kunci : , debit, dimensi saluran,curah hujan,gumbel,haspers  ,saluran sekunder
EVALUSI SALURAN SEKUNDER IRIGASI SIGATA KOTA PADANG PANJANG Asrul Asrul; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.251 KB)

Abstract

Irigasi merupakan usaha penyediaan, pengaturan dan penyaluran air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa,dan irigasi tambak. Irigasi berarti mengalirkan air dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan            tanaman.          Irigasi             sangat    penting                                   dalam                     pemenuhan produksi pangan nasional seperti pada saluran irigasi Sigata Kota Padang Panjang.Untuk mengetahui kondisi dan keadaan irigasi dilakukan dengan mengevaluasi saluran irigasinya Jaringan Irigasi Sigata terletak di Kelurahan Ngalau Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang. Jaringan Irigasi ini merupakan salah satu Jaringan yang digunakan sebagai pengairan lahan pertanian masyarakat di Kelurahan Ngalau. Tipe saluran yang di evalusasi adalah saluran primer, berdasarkan pengamatan lapangan ukuran saluran tersebut yaitu b1 0,70 cm b2 0,50 cm h 0,60 cm untuk saluran yang di rencanakan yaitu b1 1,8 cm, b2 1,3 cm, h 1,4 cm Metode pengelolaan data curah hujan yang digunakan adalah Harspersdan Gumbel, dengan hasil perhitungan utuk R 5 tahun 3021 mm dan R10 tahun 4713 mm. Berdasarkan perhitungan dimensi existing saluran yang ada dilapangan tidak memenuhi syarat karena nilai Qmax 29,72 m³/ dt lebih besar dari Q rencana 2,73 m³/dt, sehingga ketika terjadi banjir saluran tidak dapat mampu untuk menampung atau meluap. Dan berdasarkan hasil perhitungan yang akan direncana nilai Q rencana 32,54 m³/dt lebih besar dari nilai Qmax 29,72 m³/ dt jadi berdasarkan dimensi saluran yang direncana dapat menampung curah hujan yang mksimal. Kata kunci : Saluran irigasi, curah hujan, debit, dimensi saluran, Harspers, Gumbel