Ganang Fandrian
Universitas Muhammadiyah Metro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN FISIOTERAPI PADA PRAKTIK MANDIRI METRO FISIOTERAPI Ganang Fandrian
Damsi Health of Jurnal Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Ilmu Kesehatan (Desember)
Publisher : LPPM STIKEs Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan saat ini adalah memenuhi harapan akan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat. Secara umum pelayanan kesehatan dalam fisioterapi mandiri merupakan subsistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah untuk mendorong pemberian pelayanan preventif dan tepat sasaran (promosi kesehatan). Namun demikian, bukan berarti pelayanan kesehatan tidak memberikan pelayanan pengobatan (treatment) dan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan fisioterapi di praktik mandiri fisioterapi, Metro Fisioterapi 2023. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional, dimana populasi dalam penelitian ini sebanyak 86 responden. Metode pengambilan sampel dalam penelitian secara accidental sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 23 Maret sampai 23 April tahun 2023. Pengumpulan danpengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik dengan mengunakan uji statistik uji korelasi dan regresi logistic ganda dimana hasilnya menunjukkan ada hubungan bermakna (p value < 0,05) untuk variabel reliability (p-value 0,00), assurance (p-value 0,02), tangible (p-value 0,00), empathy (p-value 0,00), responsiveness (p-value 0,03), pendidikan (p-value 0,000), pekerjaan (p-value 0,000). Sedangkan tidak ada hubungan antara variabel umur (p-value 0,687), jenis kelamin (p-value 0,260). Dari hasil uji statistik multivariat diperoleh faktor paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan fisioterapi pada praktik mandiri fisioterapi adalah responsive (p=0,03;OR=19,814). Diharapkan pihak praktik mandiri fisioterapi dapat meningkatkan kenyamanan ruang treatment dengan memperhatikan kondisi bed serta pembaharuan alat modalitas, penambahan teknologi modalitas, mengisi air kamar mandi secara rutin, kelengkapan dan ketersediaan alat-alat yang digunakan.
PENGARUH KOMBINASI THORACIC EXPANSION EXERCISE DAN MANUAL DIAPHRAGMATIC RELEASE TERHADAP PEAK EXPIRATORY FLOW PADA LANSIA DENGAN GAYA HIDUP SEDENTER Ganang Fandrian; Hapy Ardiaviandaru Siamy; Afif Fairuz Fajri; W. Azhar Na’im; Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom Al Hazmi; Sri Yuliana
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v5i2.12491

Abstract

Pendahuluan: Penuaan dan gaya hidup sedenter berkontribusi terhadap berkurangnya mobilitas dinding dada, dan melemahnya otot respirasi. Namun, mengenai efektivitas intervensi yang dikombinasikan spesifik pada lansia dengan gaya hidup sedenteri masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi thoracic expansion exercise (TEE) dan Manual diaphragmatic release (MDR) terhadap peak expiratory flow (PFR) pada lansia dengan gaya hidup sedentari. Metode: Eksperimen semu dengan rancangan one-group pretest–posttest diterapkan dalam penelitian ini. Sebanyak 45 lansia (14 laki-laki, 31 perempuan, berusia 60-69 tahun) dengan gaya hidup sedentari, direkrut menggunakan purposive sampling. Partisipan menyelesaikan 16 sesi intervensi kombinasi TEE dan MDR (3 sesi per minggu). PEF diukur menggunakan Mini-Wright Peak Flow Meter sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif. Normalitas dinilai menggunakan uji Shapiro–Wilk, dilanjutkan dengan uji paired-samples t-test. Ukuran efek dihitung menggunakan Cohen's (d), dengan signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0,05. Hasil: Empat peserta dikeluarkan karena tidak menyelesaikan protokol, sehingga 41 peserta yang dapat dilanjutkan untuk analisis akhir. Rerata PEF meningkat secara signifikan dari 341,34 ± 41,99 L/min pada kondisi awal menjadi 361,95 ± 47,23 L/min setelah intervensi, dengan peningkatan rerata sebesar 20,61 L/min (p < 0,001). Intervensi menunjukkan ukuran efek (d = 0,46). Kesimpulan: Kombinasi TEE dan MDR signifikan meningkatkan fungsi ventilasi yang ditunjukkan oleh peningkatan PEF pada lansia sedentari. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan mekanik pernapasan akibat penuaan yang diperberat oleh perilaku sedentari dapat dimodifikasi melalui intervensi yang menargetkan mobilitas dinding dada dan fungsi diafragma. Mengingat sifatnya yang sederhana, aman, dan non-invasif, intervensi kombinasi ini berpotensi menjadi strategi praktis untuk meningkatkan kesehatan pernapasan pada lansia. Penelitian selanjutnya dengan desain uji acak terkontrol dengan variabel mediator dan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas temuan ini.